Beda Tebal, Beda Fungsi

Tahukah Anda bahwa ketebalan kaca memengaruhi fungsi aplikasinya?

Rumah - - MATERIAL -

Penggunaan kaca sebagai material bahan bangunan sudah tidak asing lagi bagi semua orang. Minimalnya, orang akan mengaplikasi kaca sebagai material daun jendela karena fungsinya yang dapat memasukkan cahaya ke dalam ruang. Keberadaan kaca di jendela juga dipercaya dapat meluaskan ruang karena mampu membawa area luar ke dalam rumah.

Tak hanya itu, jika diperhatikan secara seksama, banyak orang yang mengaplikasi kaca ini di area pembatas ruang, railling, ambalan, lantai, jembatan, dan masih banyak lagi. Ya, material kaca memang dapat diaplikasi di banyak elemen rumah, asalkan syaratnya terpenuhi. “Syarat utama yang harus dipenuhi adalah ketebalan,” ucap Dadang Suhendra, pemilik toko UB Bangun Jaya Perkasa, Kedoya, Jakarta Barat.

Advertorial

Dadang menjelaskan bahwa kesalahan fatal dalam memilih ketebalan dapat membuat fungsi kaca rusak. “Kalau salah pilih, kaca mudah pecah,” ucap Dadang. Misal, untuk jendela dengan lebar 40cm dan tinggi 90cm, Dadang menyarankan untuk menggunakan kaca dengan ketebalan 5mm. Sementara, jendela dengan ukuran yang lebih luas bisa menggunakan kaca 7mm.

Selain ketebalan, yang memengaruhi pemilihan kaca adalah jarak rangka dan beban yang diterima kaca. Jika rangkanya semakin rapat dan kaca tidak menerima beban yang berat—baik beban hidup maupun beban mati—, maka ketebalan kaca bica diperkecil. Sementara, material rangka tidak terlalu berpengaruh. Hanya, untuk rangka kayu sebaiknya pilih kayu solid yang berkarakteristik keras, seperti jati, bengkirai, dan sungkai.

Untuk jenis kacanya, Anda disarankan untuk menggunakan kaca tempered. Yaitu, kaca biasa yang telah ditingkatkan kekuatannya dengan cara dipanaskan hingga 7000C dan didinginkan secara mendadak. Konon, kaca ini kekuatannya mencapai 3—5 kali lipat dibanding kaca biasa.

Tak hanya itu, kaca tempered mempunyai ketahanan lebih terhadap perubahan suhu. Kaca jenis ini juga dinilai lebih aman jika terjadi benturan benda keras karena kaca tidak langsung pecah, hanya mengalami retak saja. Jika sampai terjadi pecah, serpihan kaca akan berukuran kecil dan tidak tajam.

Untuk harga kaca tempered dengan tebal 12mm, harganya Rp440.000/m. Jika dibandingkan dengan kaca biasa (non- tempered), harganya hampir dua kali lipat. Kaca biasa dijual dengan harga Rp255.000/m.

com s. ort exp mm w. ww

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.