RUMAH BAGI SANG BUAH HATI

Dibangun pada 2013, rumah Okan Cornelius ini sengaja didesain khusus demi memberi kenyamanan bagi sang buah hatinya.

Rumah - - RUMAH KITA - TEKS GRACE ELDORA graceldora@gmail.com FOTO YANNIS RUDOLF PRATASIK

Kesan pertama RUMAH saat memasuki rumah Okan Cornelius (36) ini adalah mainan anak kecil yang jumlahnya sangat banyak. Ukurannya pun beragam, dari yang kecil hingga yang besar, ada. Sang aktor yang juga berprofesi sebagai model ini mengaku bahwa Jaden Cornelius Tjeuw, anaknya, sangat tertarik dengan berbagai jenis mainan. Karena itu, ia sengaja memberikan ruang bermain terbuka yang cukup luas di dalam rumah untuk memenuhi kebutuhan hobi si kecil.

Dari awal merancang, Okan memang memberikan prioritas desain, yaitu rumah ini harus memberi kenyamanan bagi belahan jiwanya yang masih berusia 4 tahun. “Kalau dibandingkan antara anak saya dengan saya, dalam sehari mungkin lebih banyak waktunya anak saya di rumah daripada saya. Kalau saya, kan, pagi bangun lalu pergi kerja, pulang malam. Jadi sebenarnya 70 persen rumah dinikmati sama anak. Jadi, prioritas saya membangun rumah ini untuk kepentingan anak,” jelasnya. Konsep dua setengah lantai ini otomatis menciptakan ruang di bawah tangga. Ruang semacam ini dimanfaatkan Okan sebagai storage maupun storage tertutup.

KONSEP TERBUKA AGAR LELUASA

Karena menyesuaikan dengan kebutuhan anak, Okan memilih konsep desain rumah dengan layout ruang terbuka ( open space) dan minim sekat. Menurut Okan, bentuk rumah dengan konsep ini akan memberi kenyamanan maksimal bagi si kecil yang sangat aktif bergerak dan suka bermain. Anak pun jadi bebas bergerak ke mana-mana, sehingga tidak ada perasaan terhimpit dalam sebuah ruang kecil.

Yang menarik, kenyamanan ini membuat rumahnya selalu ramai didatangi teman-teman Jaden untuk sekadar bermain bersama. “Kalau sore-sore banyak anak-anak kompleks main di sini,” katanya. Rumah pun jadi selalu ramai.

DIRANCANG HEMAT ENERGI

Tak sekadar terbuka, Okan juga memikirkan pencahayaan di ruang ini agar sang anak nyaman bermain. Untuk itu, pencahayaan natural dari atap atau skylight pun dijadikan solusi dalam menerangi rumah, sekaligus menambah akses masuk untuk pertukaran sirkulasi udara.

Adanya skylight membuat ruang di seluruh sudut rumah jadi lebih terang. Jadi, tidak perlu menyalakan lampu di kala siang. Rumah pun terasa adem walau tidak pakai AC. Hemat energi, kan?

SEMPAT ADA PERUBAHAN DESAIN

Okan mengaku, proses pembuatan rumah yang memakan waktu hampir satu tahun ini memang tidak terjadi banyak kendala. Hanya, ia sempat ingin membuat sebuah kolam renang untuk anak lelakinya. Namun, rencana ini berubah di tahap gambar desain. “Akhirnya, tidak jadi pool karena rumah akan jadi sempit,” ucapnya.

Selain itu, di umur anaknya yang masih kecil, keberadaan kolam renang di dalam rumah membuat ia dan orang-orang yang menjaga Jaden harus ekstra hati-hati. Ada kekhawatiran sang anak lari-lari dan masuk ke kolam renang sendiri. Walau sempat ada perubahan, Okan puas dengan desain rumahnya saat ini. Apalagi, ia sendiri yang mengawal proses dari awal hingga akhir.

Ya, bagi Okan, walau sesibuk apapun aktivitas yang dijalani, ia mengaku mencoba meluangkan waktu untuk mengikuti proses pembangunan rumah dari awal hingga selesai. Dengan begitu, ia jadi sedikit lebih memahami bagaimana mendesain rumah. Bahkan, jika ada kendala rumah, jadi bisa cepat diputuskan solusinya seperti apa. Dengan semua yang ia kerjakan, Okan hanya ingin menjadi ayah terbaik. Semua, demi sang buah hatinya, Jaden!

Ruang tidur Jaden menggunakan kasur La Dova, salah satu produk dari perusahaan furnitur milik Okan.

Tampilan depan rumah yang berada di sudut (hoek). Okan berencana menambah luas balkon dan membuat gazebo pada pekarangan rumah.

Ruang makan dibuat menyatu dengan ruang keluarga menggunakan furnitur yang selaras dengan konsep rumah minimalis yang nyaman.

Ruangan ini memiliki bukaan besar hingga ke plafon rumah. Okan menggunakan partisi kaca antara ruang ini dengan ruang tamu.

split house display

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.