HADIRKAN STUDIO MUSIK DI RUMAH

Profesinya sebagai musisi membuat Eross Candra merancang ruang khusus berupa studio musik di rumahnya. Kondisi seperti ini, membuatnya bisa bekerja dengan nyaman dan aktivitas kumpul keluarga pun tidak terbengkalai.

Rumah - - RUMAH ARTIS - TEKS WINDA DEWANTARY windadewantary@gmail.com FOTO HANI

Menjadi musisi bukan menjadi impian Eross Candra (36) sejak kecil. Ia hanya menganggap bermain gitar itu sebuah hobi. Tapi siapa sangka, hobi ini lantas membawa dirinya menjadi salah satu musisi Indonesia yang sangat terkenal? Bersama grup band- nya bernama Sheila On 7, nama Eross Candra kian melejit dan diperhitungkan banyak orang. Bahkan, setelah 20 tahun malang melintang di industri musik, nama Eross Candra dan Sheila On 7 masih terus eksis dan mewarnai dunia hiburan tanah air.

KERJA JALAN, KELUARGA TAK TERABAIKAN

Kehidupan Eross sebagai musisi menuntutnya untuk memiliki ruang untuk bermusik. Oleh karena itu, ia pun mendirikan sebuah studio musik yang terletak di rumahnya sendiri di daerah Kaliurang, Yogyakarta. Keberadaan studio yang menyatu dengan rumah ini dianggap musisi yang mengidolakan gitaris Richie Sambora (Bon Jovi), Ian Antono, dan Pay, ini menjadi sesuatu yang positif di hidupnya. Ia masih bisa bekerja, tetapi tetap bisa dekat dengan sang isteri, Sarah Diorita (25), dan putranya, El Pitu Candra (5).

Di sisi lain, keberadaan studio musik ini membuat ia dan anggota grup lainnya di Sheila On 7 tidak harus repot-repot datang ke Jakarta untuk sekadar latihan, mencari inspirasi lagu, atau rekaman. Semua kebutuhan dari latihan hingga rekaman sudah lengkap. Bahkan, diakui Eross, dari studio inilah hampir semua lagu Sheila On 7 terlahir.

Lengkapnya peralatan di sini juga, membuat studio ini tidak hanya digunakan oleh Sheila On 7, tetapi dipergunakan musisi lain dalam merekam karya, seperti Endank Soekamti, Govinda, Seventeen, The Finest Tree, dan musisi lain yang ingin mendapatkan sensasi merekam lagu dengan suasana ademnya kota Yogyakarta.

RANGKAP TEMBOK SEBAGAI PEREDAM

Studio rekaman ini memiliki 2 ruang di dalamnya. Pertama, ada ruang take yang isinya alat-alat musik yang dapat digunakan untuk rekaman, seperti drum, gitar, dan piano. Ruang berikutnya ada ruang komputer yang digunakan untuk membuat lagu. “Untuk Sheila On 7, dari album ke-5 sampai sekarang, semua proses sudah tidak dilakukan di Jakarta, tetapi di studio ini,” ucap Eross.

Untuk desain, Eross memercayakan semuanya pada Deni, arsitek yang berasal dari Yogyakarta. Deni tidak membuat desain rumit untuk studio rekaman ini, ia coba menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan dari sang pemilik rumah. “Tidak ada konsep khusus yang dibuat, tetapi Eross menginginkan sebuah studio yang akustiknya bagus serta dilengkapi dengan peredam yang kedap suara,” ucap Deni.

Pastikan ruangan studio memiliki peredam yang cukup kuat untuk mengurangi gema dan bising yang ditimbulkan oleh bunyi alat musik. Anda bisa memasang bass trap atau panel akustik khusus untuk peredam suara. Jangan sampai gara-gara bising ini kehidupan Anda di dalam rumah terganggu, bahkan hingga mengganggu tetangga. Bisa-bisa Anda di komplain.

Hasilnya adalah membuat studio rekaman bertembok double, serta menambah peredam suara di semua elemen ruang, sehingga tak ada suara yang “bocor” ke luar. Kenyamanan di dalam rumah jadi tidak terganggu dengan suara bising. Sehingga, kapan pun Eross atau yang lain ingin mempergunakan studio ini, tidak masalah.

Eross juga sering bersantai disini bersama isteri sembari mendengarkan musik dan menemani putranya bermain.

Tidak hanya menghabiskan waktu di studio, Eross juga memiliki ruang favorit lain di lantai 2 rumahnya. Ruang ini berisikan semua koleksi musik, buku, dan mainan milik putranya.

Di ruang inilah proses membuat lagu-lagu Sheila On 7 dilakukan.

Ruang studio ini hadir dengan kesan hangat bersama balutan warna biru muda dan coklat. Tak lupa pada dindingnya diberikan panel bass trap untuk meredam suara.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.