BAWA SUASANA ALAM KE DALAM HUNIAN

Teduh dan adem. Dua kata yang mewakili rumah keluarga Jay Subyakto.

Rumah - - RUMAH ARTIS - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com FOTO

YANNIS RUDOLF PRATASIK

Serasa sedang berada di sebuah kebun. Begitulah kalimat yang RUMAH lontarkan saat pertama kali bertandang ke rumah keluarga Jay Subyakto dan Elvara Jandini. Bagaimana tidak, sebelum memasuki rumah ini, Anda akan disambut dengan pepohonan yang tumbuh menjulang tinggi menutup fasad rumah. Ditambah lagi dengan tanaman rambat yang mengelilingi rumah.

Itulah salah satu alasan mengapa Jay dan istri memilih rumah ini sebagai tempat tinggal. Rumah ini jauh dari ingar bingar Ibu Kota yang seakan sudah tak ada lagi sisi “hijaunya”. “Di sini masih banyak pepohonan. Jadi teduh lihatnya,” ujar Jay saat ditemui di rumahnya.

Rumah dengan jendela yang besar-besar dan cahaya matahari yang sangat banyak ini tidak perlu menggunakan bantuan lampu di siang hari. Uniknya lagi, saat berjalan memasuki ruang tamu sekaligus ruang keluarga, terdapat pohon randu yang tumbuh di dalam ruangan ini. Pohon tersebut tembus sampai atap rumah. Jay sengaja tak menebangnya karena selain tidak boleh ditebang, kehadiran pohon ini justru menjadi daya tarik tersendiri.

Beli Jadi, lebih Praktis

Untuk menghindari perbedaan keinginan dalam menentukan konsep rumah antara Jay dan Elvara, mereka memilih untuk beli rumah jadi. “Rumah ini sebenarnya kita beli jadi, bukan desain sendiri. Karena lebih praktis beli jadi. Kalau bikin dari nol itu memakan waktu yang lama dan harganya bisa jauh lebih mahal. Tapi saya memang lebih suka rumah yang di atas tanah, dibanding apartemen,” cerita pria lulusan jurusan Arsitektur Universitas Indonesia ini.

Selain itu, dengan membeli rumah jadi pun mereka hanya tinggal memikirkan interiornya saja. “Kita punya bujet segini, pilihan rumahnya ini, lalu tentuin mau atau tidak, tinggal bagaimana kita mengisi interiornya. Saya juga tidak memakai jasa desainer interior,” tutur anak ketiga dari Kepala Staf Angkatan Laut RI 19481959 Laksamana Subyakto ini.

kombinasi Warisan orang tua

Dalam menentukan furnitur, Jay dan Elvara mencari yang cocok dengan konsep rumahnya. Keduanya lebih menyukai furnitur bernuansa alam dengan warna- warna tanah. Seperti yang terlihat dari meja makan di dapur bersih yang terbuat dari material kayu jati berukuran 5m.

Meja tersebut menurut Jay terlihat seperti patung. “Saya mau meja ini bukan hanya sebagai tempat makan, tapi juga sekaligus dinikmati sebagai karya seni,” ujarnya. Menariknya, furniturfurnitur yang terdapat di rumah

dapur bersih ini merupakan tempat favorit Jay di rumah karena berhadapan langsung ke area teras dan kebun.

kamar mandi ini kental dengan nuansa alamnya berkat material lantai yang terbuat dari kayu. menariknya lagi, terdapat dua buah lukisan yang sengaja diletakkan di pojok kamar mandi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.