KPR Jenis Baru Menabung Sambil Mencicil Rumah

Rumah - - PROPERTI - TEKS EMILIA NURIANA emilianuriana@gmail.com

MFOTO emiliki rumah sendiri tentu menjadi impian banyak orang. Tapi tak jarang keinginan memiliki rumah tersebut harus gagal karena harga rumah yang makin tinggi. Riset yang dilakukan oleh Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menunjukkan peningkatan harga rumah mencapai 10%--20% per tahun. Kenaikan harga itu juga bersamaan dengan naiknya harga kebutuhan dari waktu ke waktu. Yang menjadi masalah, peningkatan penghasilan saat ini bisa dibilang tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan tersebut. Oleh karena itu sebaiknya seseorang membuat skala prioritas tentang kebutuhan mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Sebelum mengajukan KPR, besarnya uang muka biasanya menjadi kendala utama yang terasa paling berat. Bagaimana tidak, untuk memulai cicilan KPR biasanya nasabah harus membayar uang muka hingga 20% dari total harga rumah yang akan dibelinya. Tentu butuh waktu menabung bertahun-tahun untuk mengumpulkan dana sebesar itu.

Tapi saat ini bank sudah menawarkan program untuk memudahkan nasabah mengumpulkan uang muka tersebut. Salah satunya bank HSBC yang baru-baru ini meluncurkan program tabungan perencanaan kepemilikan rumah, yakni HSBC Advance Home Ownership Plan. Dengan program ini nasabah cukup menabung mulai dari Rp3,5 juta per bulan selama dua tahun, maka nasabah sudah bisa memulai cicilan KPR. “Nasabah juga akan mendapatkan pendampingan dari konsultan kami selama masa perencanaan kepemilikan rumah tersebut,” ungkap Vira Widiyasari, Head of Customer Value Management, HSBC Indonesia.

Dari program perencanaan KPR ini, nasabah tidak hanya mendapatkan uang muka tapi juga mendapatkan pinjaman pembiayaan KPR hingga 100 kali dari nilai tabungan bulanan. “Nasabah juga bisa mendapatkan pinjaman untuk renovasi rumah dengan nilai hingga Rp250juta,” tambah Vira.

Menyesuaikan Cicilan

Setelah uang muka, masalah lain yang dihadapi setelah mengajukan KPR adalah besaran cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Jika tidak Besar tabungan: Rp3,5 juta/bulan Jangka waktu: 2 tahun pandai-pandai mengatur pengeluaran, bisa saja cicilan KPR tidak terbayar karena sudah habis dibelanjakan untuk kebutuhan lain. Untuk itu penting bagi Anda untuk mengontrol pengeluaran salah satunya dengan menyisihkan pendapatan sejak awal. Cara lainnya, Anda juga bisa mengikuti program dari bank yang menawarkan tabungan pengendali cicilan KPR. Anda akan mendapatkan 24 x Rp3,5 juta = Rp84 juta (sebagai DP rumah) Jika DP sebesar 20% dari harga rumah, maka harga rumah yang bisa dibeli adalah: 84 juta = 420 juta 20% Jadi dengan menabung selama 2 tahun, Anda bisa memulai KPR dengan rumah seharga kisaran Rp420 juta

Misalnya bank OCBC NISP yang menawarkan program KPR Kendali dengan besar cicilan yang bisa disesuaikan dengan kemampuan nasabah. Penyesuaian besaran cicilan ini dilakukan dengan melihat besaran saldo yang dimiliki nasabah. Jadi, nasabah harus menabung terlebih dahulu di OCBC NISP, baru kemudian bank akan melihat saldo untuk menentukan bunga. “Semakin besar saldo yang dimiliki, maka bunga cicilan akan diturunkan dan jangka waktu cicilan juga bisa berkurang,” kata Veronika Susanti, Secured Loan Division Head Bank OCBC NISP.

Selain kepemilikan rumah, program ini juga bisa untuk kredit pemilikan apartemen, ruko,tanah, dan kios dengan plafon pinjaman minimal Rp50 juta. Nasabah juga bisa mendapatkan program refinancing KPR atau kredit multiguna yang bisa dimanfaatkan untuk biaya renovasi dan sebagainya. Memiliki rumah jadi semakin mudah bukan?

JOU ENDHY PESUARISSA

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.