Wilayah Hasil Reklamasi

Rumah - - PROPERTI - PILIH MATERIAL

Belakangan ini publik diramaikan dengan proyek reklamasi di kawasan utara DKI Jakarta. Banyak pro dan kontra dengan adanya proyek reklamasi ini. Namun di balik itu semua tahukah Anda sebenarnya seperti apa reklamasi itu?

Davy Sukamta, pengamat konstruksi bangunan dari konsultan rancang bangun Davy Sukamta & Partners mengatakan, reklamasi umumnya dilakukan dengan cara menimbunkan pasir di tempat yang ingin direklamasi. Pasir yang dipakai biasanya memiliki tekstur yang beragam. Mulai dari yang halus hingga yang kasar ikut ditimbun bersama-sama. “Inilah yang membuat tanah reklamasi pada tahap awal masih belum kuat,” kata Davy.

Pada tahap awal, tanah hasil reklamasi masih rawan terjadi likuifaksi atau penurunan tanah. Selain itu, daratan hasil reklamasi juga rentan terjadi penurunan tanah. Menurut Davy, untuk mengatasi masalah ini, dilakukan proses pemadatan tanah atau yang disebut kompaksi.

Meski telah melewati proses pemadatan, tanah reklamasi belum sepenuhnya aman untuk bangunan tinggi. Menurut Davy, tanah reklamasi yang dipadatkan dengan metode kompaksi hanya aman untuk rumah dengan satu atau dua lantai. “Untuk bangunan rumah masih aman, risiko penurunan tanah kecil dan masih cukup aman bila terjadi gempa,” ungkap Davy.

Akan tetapi karena biaya reklamasi yang cukup tinggi, maka jenis properti yang dibangun pada tanah ini kebanyakan berjenis hunian vertikal dengan bangunan yang tinggi. Beratnya beban bangunan tinggi, membuat tanah reklamasi perlu diperkuat lagi sebelum dilakukan pembangunan. Menurut Davy, metode penguatan tanah untuk bangunan tinggi biasanya dengan memperbaiki tanah lempung yang ada dilapisan bawah timbunan pasir.“bila pengembang telah melakukan perbaikan tanah yang komprehensif maka hunian rumah tapak ataupun hunian vertikal keduanya dapat dipertanggungjawabkan dari segi teknis,” kata Davy menjelaskan. Jika Anda berminat untuk membeli hunian di tanah reklamasi, maka ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Anda sebaiknya lebih teliti dalam MENGECEK SPESIFIKASI BANGUNAN pada properti yang akan Anda beli.

Pertama adalah soal material bangunan. Material besi sebaiknya dihindari pada hunian di tanah reklamasi. Hunian di tanah reklamasi pastinya berada di dekat laut. Angin yang berhembus di tempat ini akan membawa zat asam yang berasal dari air laut. Angin yang membawa zat asam inilah yang membuat bahan bangunan yang terbuat dari material besi akan lebih mudah berkarat di tempat ini. Sebagai gantinya Anda bisa menggunakan pelapis antikarat pada besi atau menggunakan material pengganti, misalnya alumunium.

Soal struktur fondasi bangunan juga butuh perhatian khusus. Bila ternyata Anda menemukan tanah reklamasi di wilayah Anda tidak cukup kuat, maka fondasi cakar ayam bisa jadi pilihan. Jenis fondasi ini bisa menahan beban lebih berat dan lebih kokoh untuk tanah yang tidak terlalu padat.

Jika material sudah oke dan fondasi kokoh, Anda tak perlu khawatir akan keamanan bangunan di lahan reklamasi.

Sudah ada beberapa wilayah di dunia dan bahkan di Indonesia yang merupakan hasil dari reklamasi. Wilayah tersebut antara lain Dubai di Uni Emirat Arab, Marina Bay di Singapura, dan Korea Selatan.

Di Indonesia sendiri, beberapa wilayah di Jakarta Utara merupakan hasil reklamasi. Sebut saja Pantai Indah Kapuk dan kawasan Ancol. Berbagai wilayah hasil reklamasi itu dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai dari sebagai kawasan hunian, wisata, hingga infrastruktur untuk menyambungkan satu pulau ke pulau lainnya.

Kualitas air pada tanah reklamasi kadang diragukan. Tapi pengembang biasanya menawarkan fasilitas penyaring air sebagai sumber air bersih untuk penghuni.

Hunian vertikal pada reklamasi juga menghemat lahan yang dibangun. Lahan sisa tersebut kemudian bisa dimanfaatkan sebagai penghijauan agar suasana lebih teduh.

Inilah tahapan awal pengurukan wilayah reklamasi. Pasir dengan jumlah jutaan kubik ditimbun hingga membentuk daratan yang layak untuk dibangun.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.