Jalan-jalan DI MOJOKERTO Dalam 1 Hari 5 OBJEK WISATA

Rumah - - JALAN-JALAN -

TEKS & FOTO

Candi Brahu ini terletak di Desa Bejijong, Trowulan. Candi ini bentuknya lebih “gemuk” dibanding Candi Bajang Ratu. Sementara, dari fisik bangunan, keduanya terbuat dari material yang sama, yaitu batu bata. Candi ini berbentuk persegi, berukuran 22,5m x 18m dengan tinggi bangunan 20m. Candi ini dipercaya masyarakat sekitar sebagai tempat krematorium para raja.

Yang menarik dari bentuk candi ini adalah bentuknya yang tidak biasa. Candi ini berbentuk persegi yang tidak tegas, melainkan bersudut banyak, tumpul, dan berlekuk. Bagian tengah bangunannya melekuk ke dalam, seperti bentuk pinggang manusia. Lekukan tersebut dipertegas dengan pola susunan batu bata pada dinding candinya. Pola ini pun konsisten diterapkan hingga atap candi yang terlihat bersudut banyak dengan puncak datar.

Mojokerto adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur. Walau kotanya terbilang kecil, potensi wisata alam dan peninggalan sejarahnya luar biasa. Ini tidak terlepas dari sejarah Kerajaan Majapahit yang meninggalkan berbagai macam bangunan arsitektur di seantero Mojokerto. Salah satu yang melegenda adalah ditemukannya banyak candi di daerah Trowulan. Bahkan, beberapa arkeolog percaya jika Trowulan digali masih banyak situs prasejarah yang akan ditemukan lagi di tanah Mojokerto ini.

Yang menarik, berbagai macam objek wisata ini letaknya tidak berjauhan. Ibarat pepatah, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Artinya, sekali berkunjung ke sini, Anda akan bisa mengunjungi berbagai objek wisata di sini. Ini dia hasil perjalanan kami selama 1 hari di Mojokerto.

Situs peninggalan pertama yang kami kunjungi adalah Candi Bajang Ratu, yang terletak di Desa Temon, Trowulan. Candi ini berbentuk seperti gapura yang menjulang tinggi dan terbuat dari tumpukan bata. Candi ini dibuat untuk mengenang Pengeran Jayanegara, yaitu Putera Mahkota Majapahit, yang sudah dinobatkan menjadi Kumaraja (Raja Muda) sejak dalam kandungan. Inilah alasan kenapa candi ini diberi nama “Bajang Ratu” karena dalam bahasa Jawa berarti “Raja Kecil”.

Secara arsitektur, candi ini memiliki denah berbentuk persegi, berukuran 11,2m x 6,7m, dan tinggi 16,1m. Sementara, candi berdiri di atas lahan seluas 11.500m2. Bangunannya terdiri dari kepala (atap), badan (dinding), dan kepala (atap). Atapnya terdiri dari tingkatantingkatan horizontal dengan puncak berbentuk kubus. Pada atap terdapat beberapa hiasan relief antara lain relief kalamakara, naga berkaki, kepala kala, surya, mata satu, dan mahkota/kelopak bunga.

Lingkungan sekitar candi yang tampak asri dan terawat baik. Candi Bajang Ratu ini salah satu ikon Mojokerto yang sangat terkenal. Bentuk candi ini menarik, dengan bagian mengecil di area tengahnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.