Menelusuri 3 MASJID KAUM CENDIKIA

Rumah - - JALAN-JALAN - GRACE ELDORA graceldora@gmail.com YANNIS RUDOLF PRATASIK

Tidur di bulan puasa memang ibadah. Tetapi, lebih bermanfaat lagi jika melaksanakan aktivitas positif yang dapat menambah berkah bagi Anda yang sedang menjalaninya. Salah satu aktivitas positif yang bisa Anda lakukan di bulan puasa adalah dengan mengunjungi tempat ibadah yang akan membawa kita ke sejarah masa lampau dan mendalami lebih dalam tentang agama Islam.

Jika Anda berniat melakukan jalan-jalan islami yang berarsitektur dan memiliki nilai sejarah yang tinggi, beberapa tempat ibadah di daerah Pekojan, Jakarta Utara, ini bisa menjadi referensi. Ini dia 3 masjid yang dapat Anda kunjungi pada saat bulan puasa. Selamat menunaikan ibadah puasa sambil menambah khazanah pengetahuan Anda! Masjid ini dibangun pada abad ke-18 di atas tanah wakaf Syarifah Mas’ad Barik B’alwi dan direnovasi oleh Said Naum. Bangunan ini berada tepat di tepian kali Angke. Dinamakan Langgar Tinggi lantaran merupakan surau atau langgar (musala kecil) yang digabungkan dengan masjid sekaligus. Kini kata Langgar masih melekat pada namanya. Sebagai bangunan warisan sejarah kota yang dilindungi, kondisi interiornya cukup memprihatinkan. Namun demikian, Anda masih dapat menangkap suasana masa lalu yang menjadi salah satu daya pikat rumah ibadah ini. Masjid yang terletak berdekatan dengan Masjid An-nawier tersebut akan mulai direnovasi pada tahun depan. P Pilar masjid ini mewakili desain cam campuran dari arsitektur Eropa, pen penyangga balok dengan unsur Tion Tionghoa dan dasar bangunan Jaw Jawa, mirip dengan beberapa ma masjid di wilayah Cirebon dan Pas Pasuruan. Sementara, ada kem kemungkinan mimbar berasal dari Pa Palembang. Lantai dasar masjid ini hanya 8m x 24m dan terdiri da dari dua lantai. Hanya lantai atas yang dig digunakan sebagai masjid, se sementara lantai bawah di difungsikan sebagai kediaman p pengurus masjid dan toko. N Namun sebelumnya, ruangan in ini merupakan perpustakaan. S Sayangnya, wilayah yang kerap t tergenang banjir ini tidak l lagi memungkinkan untuk m menyimpan literatur berharga. Walau begitu, masjid ini tetap menarik dikunjungi.

Ruang surau Langgar Tinggi yang masih ramai dikunjungi untuk tarawih.

Tampak depan Masjidd Langgar Tinggi. informasi bangunan dan cagar budaya berada pada beberapa sudut bangunan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.