KINI TEKUNI BISNIS FURNITUR

Tak butuh waktu lama untuk Okan Cornelius menancapkan taringnya di bisnis spring bed. Hanya perlu waktu 3 tahun, produknya yang bernama La Dova sudah melanglang hingga penjuru Indonesia.

Rumah - - HALAMAN DEPAN - TEKS GRACE ELDORA graceldora@gmail.com FOTO JOE ENDHY PESUARISSA TERUS BERINOVASI

Siapa yang tidak kenal dengan nama Okan Cornelius Tjeuw atau biasa dikenal dengan nama Okan Cornelius. Ia adalah salah satu model papan atas Indonesia. Dari dunia modellah Okan kemudian masuk ke dunia hiburan. Ia pun membintangi beberapa judul sinetron dan film televisi (FTV).

Selain di dunia hiburan, Okan pun terjun ke bisnis dan kewirausahaan. Mulanya, ia memilih berbisnis kuliner yang ia akui tidak mudah dijalani. Sempat terpuruk dan gulung tikar di bisnis kuliner, Okan bangkit kembali dengan bisnis barunya yaitu kasur spring bed.

Ayah dari Jaden Kornelius Tjeuw ini memilih usaha spring bed bukan tanpa alasan. Ia berpendapat, produk ini masih akan terus berkembang. Ya, kasur dan tempat tidur akan selalu menjadi kebutuhan masyarakat.

Selama merintis bisnis furnitur, Okan masih merasa yakin pada pilihan bisnisnya. ”Dulu saya usaha resto, ternyata saya tidak cocok dengan kondisi saya yang masih banyak aktivitas. Seiring waktu berjalan, saya beralih ke spring bed. Saya yakin Tuhan yang mengatur,” ungkapnya.

MANTAP DENGAN PILIHANNYA

Berbeda saat terjun ke dunia kuliner dengan pengalaman nol, Okan sadar bahwa ia harus paham seluk beluk menjalankan bisnis furnitur jika ingin sukses. Tak heran jika ia mulai belajar dan mendalami segala sesuatu tentang kasur. ”Selama 9 bulan, saya intens belajar mengenai dunia spring bed di pabrik. Saya mempelajari material pengisi kasur, cara pembuatan, dan tahapan lainnya,” jelasnya.

Setelah memahami seluk-beluk produksi dan alur bisnisnya, Okan pun mantap membangun perusahaan furnitur yang diberi nama La Dova yang memiliki arti ”merpati” berslogan Healthy Matress for Healthy Life. Mengapa memilih nama ini? ”Supaya selalu harmonis,” ujarnya.

Okan mengaku menikmati pekerjaan sebagai pebisnis. Ditambah lagi sebagai pemilik merek lokal, ia dapat mengakomodasi berbagai kelas masyarakat. Meski menjangkau berbagai kalangan, produk milik Okan tetap menggunakan material terbaik yang berasal dari Indonesia, dikombinasikan dengan bahan impor.

Salah satu teknologi baru yang digunakan La Dova adalah rubber light yang membantu melancarkan peredaran darah. Selain itu, ia juga membuat inovasi produk, seperti memasukkan bahan-bahan yang baik bagi terapi ortopedi.

Untuk jenis kasurnya, saat ini soft, baru tersedia 4 jenis, yaitu La Dova, Matto, Luxio, dan Kumo. ”Empat merek ini memiliki segmen pasar yang berbeda. Segmen La Dova adalah kelas atas, yang merupakan produk premium. Luxio menengah-atas, matto untuk menengah-bawah, kumo untuk kelas segmen kelas bawah,” jelas Okan yang kini memiliki pekerja pabrik sebanyak 40 orang.

Menariknya, inovasi baru dan harga yang tetap terjangkau ini membuat La Dova diminati khalayak. Terbukti dari keberadaan produknya yang sudah merebak hingga ke seluruh penjuru Indonesia. Ya, berbagai produknya kini tak hanya menjangkau Jawa, tetapi daerah di luar Jawa, seperti Palembang, Jambi, dan Palangkaraya. Terlebih lagi, ia sudah memulai proyek mengisi hotel internasional di Jambi, salah satunya Ritz Carlton.

Pria yang berusia 36 tahun ini yakin prospek bisnis masih luas selama bisa membuat produk yang baik untuk pelanggannya. Semoga sukses terus karirnya!

Sebagai pebisnis baru, Okan Cornelius tak segan-segan terjun langsung untuk mengenalkan orangorang pada banyak pameran yang ia ikuti.

Salah satu produk premium La Dova dengan tingkat kenyamanan medium berbahan 3 dimensi setebal 38cm yang matrasnya bisa dilepas dan dicuci. yakni kasur

Sejumlah hotel internasional seperti Sheraton Lampung, Swiss-belhotel Silae Palu, dan Savvoya Seminyak Bali telah bekerja sama menggunakan rangkaian produk La Dova.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.