SAYA INGIN RUMAH YANG TERBUKA

Jendela lebar dan taman mungil berhasil membuat rumah terang dan adem. Pemilik rumah ini sudah membuktikannya.

Rumah - - RUMAH KITA - TEKS RAHMA YULIANTI rahma@tabloidrumah.com FOTO TAN RAHARDIAN, ARIF BUDIMAN

Ingin rumah yang hijau dan tak tertutup rapat. Itu yang dikatakan Mohammad Husni dan Riyani Shelawati saat RUMAH mampir di kediamannya yang terletak di Tangerang. Riyani dan suami sepakat membuat rumahnya seperti ini karena pengalaman di rumah yang sebelumnya mereka tinggali. Di rumah tersebut, cahaya dan kehijauan dirasakan amat kurang. Rumah tersebut dibangun hingga penuh ke belakang, sementara bagian depannya tertutup dengan plesteran.

Itu sebabnya, ketika bertemu dengan sang arsitek—yang merupakan teman satu kos Riyani saat masih kuliah—mereka mengutarakan keinginan tersebut. Rumah lama yang mereka beli, direnovasi dengan banyak bukaan. Mereka memang menambah banyak ruang sesuai kebutuhan, namun tetap menyisakan lahan kosong di belakang agar cahaya dan udara bisa mengalir masuk ke dalam rumah. “Rumah yang dulu tertutup (dibangun dari depan hingga belakang) sehingga rumah jadi gelap dan pengap. Makanya di rumah ini kami tetap membuat taman kecil di depan dan lahan belakang agar rumah jadi terang,” tutur Riyani, ibu satu anak ini.

Bukan hanya itu, Riyani menginginkan setiap ruang di bawah bisa mengakses halaman belakang ini. Itu sebabnya, jendela kamar tidur, ruang makan, dan dapur dibuat panjang, sehingga berfungsi juga sebagai pintu.

BELI ONLINE

Kesibukan yang mendera Riyani dan suami membuat mereka tak ngoyo untuk berburu furnitur untuk mengisi rumah mereka. Mereka lebih memilih untuk membeli furnitur lewat dunia maya alias lewat situssitus online. Seperti halnya meja makan, yang dibeli Riyani dan suami di situs rotankita.com. Beberapa barang pun dibeli dari sini, setelah mereka merasa puas dengan hasilnya.

Ketika ditanya alasan memilih belanja online, Riyani mengatakan bahwa selain kesibukan, ia merasa bisa lebih melihat pilihan produknya di situs, ketimbang datang langsung ke toko atau

showroom- nya. “Kalau di toko, suka bingung lihat barang banyak. Dan enggak semua barangnya dipajang kan?” ucapnya memberi penjelasan.

Menurutnya lagi, dengan belanja online, ia bisa melihat spesifikasi furnitur yang ingin ia beli dan kemudian berdiskusi dengan suaminya. Walaupun ia mengakui tak tahu banyak soal kualitas kayu, ia tak merasa takut membeli dari dunia maya. Agar tak tertipu, ia menyarankan untuk mencoba satu produk dulu. “Ya, kami coba dulu satu produk. Tapi ternyata sebelum produknya jadi, kami dapat rekomendasi dari

teman yang pernah membeli produk serupa. Jadi kami beli lagi,” tukas lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini sambil tertawa.

Ia juga melihat-lihat kredebilitas situs online yang ia beli. Misalnya situs Fabelio tempat ia membeli sofa. Ia membeli di tempat ini karena ia tahu situs ini punya lokasi kantor dan showroom juga sehingga membuat ia percaya.

DAPUR JUGA TERBUKA

Keterbukaan bukan hanya ada di layout rumah. Dapur juga dibuat dengan konsep terbuka. Jika dilihat, dapur ini hanya memiliki kabinet bawah, sementara kabinet atasnya hanya berupa ambalan-ambalan terbuka. Riyani mengakui, kalau cara ini dibuatnya untuk menekan bujet dapur. Jika ia membuat kabinet atas, seperti dapur yang biasanya, bujet yang ia perlukan cukup banyak. Untuk mengakalinya, ia hanya meminta sang desainer dapur membuat kabinet bawah, lalu ambalanambalan di atasnya ia buat sendiri di tukang kayu langganannya.

Soal debu, Riyani tak khawatir. Menurutnya, dapur yang tertutup pun dapat menyimpan debu. Dengan dapur terbuka seperti ini, ia bisa melihat jika ada debu yang bersarang. Apalagi, tuturnya, barang-barang yang ia simpan di ambalan atas adalah benda-benda yang sering ia gunakan, sehingga kemungkinan menyimpan debu menjadi kecil.

Jika melihat seantero rumah ini, terlihat jelas jika Riyani dan suami lebih suka menggunakan warnawarna yang aman dan netral untuk huniannya, termasuk di ruang tamu. Dinding rumah berwarna abu-abu, sementara furnitur berwarna cokelat.

Dapur terbuka yang berwarna kuning. Riyani memilih warna kuning ini karena menurut ilmu Fengsui, warna kuning bisa menyehatkan pencernaan.

agar ruang tidur tetap memiliki privasi, Riyani membuat dinding batas antara taman di depan ruang tidur dengan taman di ruang makan. Dinding ini dibuat dari roster yang dibingkai dengan besi.

Ruang tidur yang terhubung langsung dengan taman belakang.

Ruang anak ini dipersiapkan untuk buah hati jika nanti ia besar.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.