HIDUP TANPA TANAH

Banyak yang menggemari tanaman mungil ini karena ia mudah dirawat dan bisa hidup tanpa sekalipun tidak di atas tanah.

Rumah - - EKSTERIOR - TEKS RAHMA YULIANTI rahma@tabloidrumah.com FOTO YANNIS RUDOLF PRATASIK

Air plant, begitu para ahli menyebut tillandsia, tanaman yang sedang digemari banyak orang ini. Tanaman ini dijuluki sebagai “tanaman udara” karena kemampuannya bertahan hidup di udara, tanpa bantuan tanah atau media tanam, layaknya tanaman lainnya. Ia mampu hidup dengan mengambil makanannya dari udara.

Anda mungkin bertanyatanya, bagaimana si tillandsia ini mengambil makanan dari udara. Menurut situs about.com, bukan akar tanaman yang mengambil makanan melainkan trichomes, lubang-lubang kecil dan bulu halus yang ada di sekujur tubuh daun tillandsia. Akar hanya digunakan sebagai penopang, ketika tillandsia hidup di tanaman lain.

Ya, di habitat aslinya, tillandsia ini adalah tergolong tanaman epifit, yakni tanaman yang menumpang hidup pada tanaman lain. Walaupun begitu, ia tidak mengisap sari makanan dari tanaman induknya sehingga tidak merugikan tanaman induk.

Karena kemampuannya hidup tanpa tanah ini, tillandsia lantas jadi popular sebagai tanaman hias untuk eksterior dan interior.

Ada 650 spesies Tillandsia di dunia. Namun yang paling popular adalah jenis Tillandsia ionantha dan Tillandsia vicentina. Jenis ini disukai karena bentuknya yang indah dan bagian atasnya berwarna.

Meskipun tillandsia tak butuh tanah, ia butuh cahaya untuk hidup. Karenanya, tillandsia wajib diletakkan di tempat yang terang dan terkena cahaya. Tillandsia dapat diletakkan di dalam ruangan, asalkan dekat dengan jendela sehingga cahaya matahari dapat masuk dan menerpa tanaman yang banyak hidup di Pegunungan Andes ini. Para ahli menyarankan untuk meletakkan tillandsia tak lebih dari 1meter dari jendela.

Walau ia butuh cahaya, bukan berarti ia harus diletakkan di bawah terik matahari langsung. Panas dan radiasi matahari malah bisa merusak tanaman ini. Ada beberapa jenis tillandsia yang tahan panas, namun kebanyakan tak tahan sinar matahari langsung. Jika Anda ingin meletakkan tillandsia di luar ruangan, seperti teras atau taman, pastikan ia memiliki pelindung dari sinar matahari, bisa berupa bayangan atap atau parafet.

Tillandsia ini adaptif, artinya ia bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Aslinya, ia hidup di daerah tropis yang kering. Di Indonesia, yang punya kelembapan tinggi, ia bisa hidup dengan baik.

Namun bukan berarti Anda bisa mengabaikannya begitu saja. Tanaman ini juga butuh perawatan berupa penyiraman dan pemupukan. Untuk penyiraman, Kitty dari LOF (Lot of Flowers) menyarankan untuk menyiramnya seminggu sekali saja. Penyiraman dilakukan dengan menyemprot daun tillandsia dengan air, tidak menggenanginya. Air yang terlalu banyak malah akan membuatnya membusuk.

Untuk pemupukan, Anda bisa menyemprotnya dengan pupuk khusus tanaman bromelia atau pupuk tanaman hias bunga yang sudah dicairkan. Tak perlu seringsering, pemupukan ini dapat dilakukan sekitar 2 bulan sekali.

tillandsia hanya perlu disiram seminggu sekali.

Dua jenis tillandsia yang paling popular di Indonesia.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.