JURUS MUDAH USIR PANAS DI RUMAH

Hunian yang dilengkapi dengan sirkulasi udara yang benar dan penggunaan material yang mumpuni bikin hawa panas enggak berani singgah. Enggak percaya?

Rumah - - LAPORAN UTAMA - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com

Pernah mendengar ungkapan “home sweat home”? Ungkapan yang merupakan perubahan bentuk dari “home sweet home” ini kerap dilontarkan oleh seseorang yang merasa rumahnya panas dan tidak nyaman untuk ditinggali. rumah berhawa panas memang menjadi salah satu musuh terbesar pemilik rumah. Untuk mengatasinya, sebaiknya telusuri sumber panas tersebut.

Tri Harso Karyono, Head of Architecture Study Programme Universitas Tanri Abeng membeberkan ada beberapa faktor yang menyebabkan rumah menjadi panas, di antaranya panas matahari, banyaknya jumlah anggota keluarga yang menempati hunian tersebut, peralatan elektronik yang digunakan, tingkat kelembapan ruang, dan desain bangunan.

Tri menjelaskan, paparan sinar matahari langsung yang mengenai bidang dinding atau atap hunian membuat suhu panas di dalam ruangan meningkat. Umumnya, di siang hari suhu udara di luar rumah mencapai 32°C, sedangkan untuk mencapai titik kenyamanan, suhu di dalam ruangan harus berada di angka 26°C—28°C. Jadi, bila suhu di luar rumah tinggi, Anda harus membuat suhu di dalam ruangan tetap ideal. Bagaimana caranya?

BELAJAR DARI BANGUNAN BELANDA

Jurus ampuh mengusir panas di dalam rumah sebenarnya sudah diterapkan sejak zaman kolonial Belanda. Bila Anda pernah menyambangi bangunan rumah Belanda, maka Anda sudah bisa menebaknya. Ya, ruang-ruang di rumah bergaya kolonial umumnya masih sejuk dan nyaman. Tri membeberkan rahasia mengapa rumah bergaya kolonial ini lebih sejuk.

“rumah gaya kolonial cenderung memiliki ukuran yang besar, sehingga volume ruangan pun cukup besar, materialnya masih menggunakan material alam, dan ukuran dindingnya lebih tebal,” ujar Tri.

Tri mengungkapkan ketebalan dinding rumah Belanda bisa mencapai 50cm. Berbeda sekali dengan ketebalan dinding rumah sekarang yang hanya 12cm— 15cm. Dinding yang tebal akan mampu menghambat rambatan panas ke dalam rumah. Jadi, semakin tebal sebuah dinding maka semakin lama proses perambatan panas ke dalam ruang.

Para arsitek Belanda mengadopsi bentuk dan desain bangunan yang ada di negaranya. Di Belanda udara dingin cenderung lebih ekstrem, sehingga mereka membuat dinding lebih tebal untuk menghambat udara dingin masuk ke dalam rumah. Walaupun bertolak belakang, masalah yang dihadapi hampir sama. Bila Belanda ingin menghalau dingin, Indonesia menghalau panas. oleh sebab itu, prinsip tersebut pun mereka terapkan pada bangunan di Indonesia.

PLAFON TINGGI, BUKAAN LEBAR

Tak hanya mumpuni dalam hal konstruksi, rumah Belanda juga dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara yang baik. Umumnya, atap bangunan Belanda berbentuk atap pelana dengan kemiringan hingga 45° lengkap dengan teritisannya. Plafonnya pun dibuat lebih tinggi agar udara panas dari atap tidak langsung mengenai objek yang berada di bawahnya.

Bangunan Belanda juga dilengkapi dengan bukaan yang lebar dan banyak. Setiap rumah memiliki beberapa jendela. Umumnya, setiap jendela memiliki 2 daun pintu yang dapat dibuka keluar hingga 180˚ (posisi daun pintu berada di luar). Ada pula lubang udara yang disisipkan di bagian atas dan bawah dinding untuk mengeluarkan udara panas di dalam rumah. Bukaan yang banyak membuat udara dapat masuk dan keluar dengan leluasa.

Bagi Anda yang ingin membangun rumah bebas panas, konsep desain rumah Belanda ini dapat Anda terapkan. Namun, untuk bangunan rumah yang sudah terbangun, ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan agar hunian jadi lebih sejuk. langkah tersebut antara lain, membuat lubang udara dengan sistem ventilasi silang, menggunakan material penahan panas, hadirkan elemen tanaman, mengubah fungsi ruang, dan sebagainya. Nah, langkah-langkah mengusir panas tersebut akan kami ulas dengan lebih detail di halaman selanjutnya. Selamat membaca!

rumah Belanda biasanya dilengkapi dengan jendela atau lubang udara di bagian bawah atapnya. fungsinya untuk akses kelaur masuk udara di dalam ruang.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.