RP7 JUTA

Rumah - - PROPERTI - SIASATI DP

Berbagai tipe dan harga hunian ditawarkan oleh pengembang. Mulai dari harga ratusan juta hingga miliaran rupiah, bisa Anda temui dengan mudah pada iklan maupun pameran properti. Banyaknya pilihan ini tak jarang membuat calon pembeli bingung menentukan harga rumah yang sesuai untuk dirinya.

Misalnya saja Vicky Gunawisesa (30), seorang karyawan swasta yang berencana membeli rumah untuk ditinggalinya bersama keluarga. Vicky memperhitungkan besar penghasilannya sebagai karyawan yaitu sekitar Rp7 juta per bulan, dengan rencana cicilan rumah tiap bulan yang harus dibayarnya. “Setelah dihitunghitung ternyata cukup berat untuk memiliki rumah dari pengembang besar karena harganya yang sudah lebih dari Rp500 juta,” kata Vicky. Dengan harga Rp500 juta, Vicky harus dibebani cicilan lebih dari setengah penghasilannya tiap bulan.

Lalu rumah harga berapakah yang ideal untuk Vicky? Perencana keuangan, Pandji Harsanto memaparkan besarnya cicilan utang ideal adalah 30% dari penghasilan. “Jika sudah lebih dari itu, maka akan sangat berisiko cicilan tidak terbayar,” kata Pandji. Sedangkan untuk besarnya harga rumah ideal untuk besarnya penghasilan tertentu, Pandji mengatakan perlu beberapa pertimbangan dan perhitungan. Salah satunya dengan memastikan bahwa Anda sudah bebas dari hutang konsumtif atau dengan kata lain biaya untuk kebutuhan sehari-hari sudah tercukupi.

Besarnya uang muka biasanya menjadi kendala terbesar saat pengajuan KPR. Saat ini hampir seluruh bank menetapkan besarnya uang muka sebesar minimal 20%30% dari harga rumah, tentu nilai yang cukup besar. Oleh karena itu, Pandji menyarankan agar tidak memaksakan diri dengan berhutang ke bank demi membayar uang muka. “Jangan membuat hutang untuk berhutang karena nantinya akan timbul dua hutang dan harus dibayar secara bersamaan,” kata Pandji.

Sebagai gantinya, Anda bisa memanfaatkan promosi cicilan uang muka dari pengembang. Dengan begitu Anda bisa lebih leluasa membayar uang muka dan ada kemungkinan untuk memperkecil nilai pokok utang bila Anda memutuskan besaran uang muka lebih tinggi daripada yang sudah ditentukan. Pilihan lain untuk memenuhi uang muka adalah dengan melakukan pinjaman tanpa bunga ke keluarga terdekat maupun kerabat.

PERTIMBANGKAN BIAYA LAIN

Saat mengajukan KPR, Anda juga akan dibebankan beberapa biaya tambahan yang penting untuk diperhitungkan. Biaya tambahan itu antara lain biaya Berikut ini perhitungan sederhana besar cicilan rumah yang ideal untuk Anda yang berpenghasilan Rp7 juta per bulan! PENGHASILAN RP7 JUTA Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 5% dari harga jual dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak tidak kena Pajak, biaya notaris kurang lebih Rp2 juta, biaya asuransi, provisi bank, dan biaya lainnya.

Sehingga jika dihitung, dengan uang muka sebesar 30% maka Anda harus mempersiapkan antara 40% - 45% dari harga jual rumah. Soal harga, menurut Pandji sebenarnya rumah harga berapa pun bisa saja dibeli asalkan pemilik rumah bisa mengatur dengan baik penghasilannya. “Pengeluaran rutin untuk listrik dan air juga perlu dipertimbangkan karena ke depannya biaya ini akan rutin dikeluarkan setiap bulan,” kata Pandji menutup. Besarnya cicilan ideal adalah 30% dari penghasilan, 30% x Rp7 juta = Rp2,1 juta MISAL HARGA RUMAH RP250 JUTA Uang muka cicilan KPR pada bank BCA minimal 30% dari total harga rumah, yaitu 30% x Rp250 juta = Rp90 juta Jika suku bunga 12%, dan lama cicilan adalah 15 tahun, maka hutang pokok atau plafon kredit = Rp160 juta atau Rp1.920.268,90 per bulan Maka, bila Anda berpenghasilan Rp7 juta per bulan, harga rumah yang ideal dengan besar cicilan yang aman adalah Rp250 juta

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.