Jalan Tembus bagi Tanah di belakang RUMAH

Rumah - - PROPERTI -

QPak Yulius, Saya memiliki rumah di daerah Puncak, Bogor, yang menghalangi jalan bagi penghuni rumah di belakang rumah saya. Dia meminta saya untuk membuka jalan untuknya. Pertanyaan saya, apakah ada hukum yang menyatakan bahwa pemilik tanah/rumah di bagian pinggir jalan raya harus menyediakan jalan tembus untuk bisa dipergunakan oleh pemilik tanah/rumah yang berada di belakangnya?

Mohon nasihat hukum dari Bapak. Terima kasih. Irfan Febrinur, Jakarta Selatan

ATerima kasih atas pertanyaan Pak Irfan sebelumnya. Terkait pertanyaan Bapak di atas, dapat kami jelaskan sebagai berikut.

Berdasarkan penelusuran kami, terdapat aturan tentang hak pemilik tanah/ rumah yang tertutup itu untuk menuntut pemilik tanah/rumah yang memiliki akses ke jalan untuk memberikan jalan keluar seperti yang ditentukan dalam Pasal 667 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (“Kuhperdata”).

“Pemilik sebidang tanah atau pekarangan yang terletak di antara tanah-tanah orang lain sedemikian rupa sehingga ia tidak mempunyai jalan keluar sampai ke jalan umum atau perairan umum,

kepada pemilik-pemilik pekarangan tetangganya, supaya diberi jalan keluar untuknya guna kepentingan tanah atau pekarangannya dengan kewajiban untuk membayar ganti rugi, seimbang dengan kerugian yang diakibatkannya.”

Jalan keluar ini harus dibuat pada sisi tanah atau pekarangan yang terdekat ke jalan atau perairan umum, tetapi sebaliknya diambil arah yang mengakibatkan kerugian yang sekecil-kecilnya terhadap pemilik tanah yang diizinkan untuk dilalui itu.

Jadi, menjawab pertanyaan Bapak, pemilik tanah/rumah yang berada di belakang rumah Bapak, berhak menuntut Bapak supaya memberi jalan keluar untuknya.

Lebih lanjut, jika tanah untuk akses keluar bagi dirinya itu telah dibangun, ada aturan dalam Pasal 671 KUH Perdata yang wajib diperhatikan, yaitu:

“Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik bersama dan beberapa tetangga, yang digunakan untuk jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan, dirusak atau dipakai untuk keperluan lain dari tujuan yang telah ditetapkan, kecuali dengan izin semua yang berkepentingan.”

Demikian saya sampaikan, semoga penjelasan tersebut dapat berguna bagi Bapak. Salam, Yulius

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.