MIMPI PUNYA RUMAH ARTISTIK

Desain rumah dari pengembang yang kurang memuaskan memaksa pemilik rumah merenovasi huniannya. berbekal inspirasi dari berbagai foto yang ditampilkan di Instagram, mereka “nekat” merenovasi sekaligus mempercantik rumahnya sendiri.

Rumah - - RUMAH KITA - TEKS GRACE ELDORA graceldora@gmail.com FOTO JOE ENDHY PESUARISSA, YANNIS RUDOLF PRATASIK LUAS LAHAN 155M2 LUAS BANGUNAN 250M2

Galau. Perasaan itu yang muncul di benak pasangan Lukky Sugiharto (37) dan Puji Astuti (37), saat akan membeli rumah. Mereka suka dengan lingkungan perumahannya, tetapi kurang suka dengan layout ruang yang didesain pengembang. Layout ruangnya kurang mengakomodasi kebutuhan ruang mereka. Tetapi, setelah dipikir-pikir, mereka akhirnya memutuskan untuk tetap mengambil rumah di kawasan Jatiwaringin, Bekasi, ini.

Bagi kedua pasangan ini, memiliki rumah yang nyaman dan memiliki nilai artistik memang menjadi mimpi yang ingin diwujudkan. Mereka berdua memang “tercuci otaknya” garagara sering lihat gambar interior yang bagus di media sosial bernama Instagram. Saat melihat gambar-gambar itu, banyak inspirasi yang masuk ke pikiran mereka dan ingin diwujudkan ke dalam rumahnya. Tak heran, sesaat setelah serah terima kunci, mereka langsung melakukan siasat untuk mewujudkan istana impian mereka.

“Inginnya rumah yang nyaman, jadi kalau sudah di rumah, ya tidak mau ke mana-mana lagi,” ujar Uthy, panggilan Puji Astuti.

BELAJAR DARI INTERNET

Saat awal membeli rumah ini, terdapat lahan sisa di area belakang berukuran 5,25m x 9m. Uthy dan Lukky sepakat untuk memanfaatkan area ini menjadikannya ruang keluarga untuk lantai 1, sementara di lantai atasnya menjadi 2 buah kamar anak. Pertimbangan ini berasal dari Lukky yang memiliki visi ke depan, yaitu menyiapkan kamar untuk ketiga anaknya saat mereka tumbuh besar (2 anak akan tinggal di kamar atas dan 1 anak akan menempati kamar di bawah) .

Ternyata, setelah dijalani, bukan hal yang ringan bagi Uthy dan Lukky saat harus merancang, membeli material, dan mengawasi proses renovasi sendiri. Uthy dan Lukky cukup dibuat kerepotan dalam mengatur waktu dan jadwal seperti membeli bahan material, gantian mengawasi proses renovasi, dan juga membayar tukang. Apalagi, mereka tidak ada yang memiliki latar belakang pendidikan arsitektur atau desain interior.

Tak heran, jika proses renovasi ini memakan waktu hingga 8 bulan. Untungnya, mereka memiliki jiwa suka dengan desain yang tinggi. Mereka berdua bahkan saling belajar dari internet mengenai bagaimana cara merenovasi yang baik dan benar. “Kami selalu buka internet dan belajar mendesain dari sana,” ucap Uthy.

INSPIRASI DARI INSTAGRAM

Setelah layout rumah dianggap sempurna dan sesuai dengan kebutuhan, mereka pun fokus mempercantik interior rumahnya. Walau dirasa melelahkan, tetapi Uthy dan Lukky menikmati proses mendesain rumah. Tak ada kata kapok, walau harus menyita waktu, kerjaan, dan aktivitas keseharian mereka. Mereka pun sepakat merancang interiornya sendiri juga.

“Untuk inspirasi, kami banyak terinspirasi dari foto-foto yang ditampilkan di Instagram,” ucap Uthy. Setelah menggabungkan beberapa foto yang disukai, mereka berburu furnitur berikut aksesorinya. Sebagian besar furnitur dibeli jadi, tetapi selebihnya dibuat custom. Begitu juga dengan aksesori ruangnya. Baik beli jadi maupun custom, keduanya mengaku butuh waktu untuk survei ke beberapa tempat, baru akhirnya diputuskan akan membeli yang mana.

Berbekal pengetahuannya mengenai teknik decoupage dan barang-barang bernuansa

shabby chic, keduanya sepakat menerapkan konsep ini di beberapa sudut ruangnya. Contohnya dapur, Uthy mendandani dapurnya dengan warna hijau pastel. Selain dapur, kreativitas Uthy dan suaminya meninggalkan jejak di hampir tiap sudut ruangan rumahnya. Mereka juga berharap, ketiga anaknya akan lebih banyak menuangkan ide dan kreativitas mereka di ruang tidur masing-masing, kelak saat mereka sudah mengerti desain.

Meskipun mengaku masih banyak ide konsep yang ingin diterapkan pada rumahnya, Lukky dan Uthy mengaku bahwa desain yang ada saat ini sudah sangat nyaman dan memunculkan karakteristik mereka. Walau prosesnya panjang dan melelahkan, Uthy dan Lukky kompak menjawab bangga dan puas dengan hasil karyanya. Mereka pun jadi betah di rumah. “Kalau sudah di rumah jadi malas kemana-mana lagi,” ujar Uthy menutup pembicaraan.

| Edisi 352 • XIV • 16 - 29 September 2016

Warna-warna monokrom ini menghias ruang keluarganya. memiliki keluarga besar dengan 3 anak yang sangat aktif membuat keluarga uthy dan suaminya mengadakan ruang yang cukup luas dengan sofa panjang.

Di sinilah uthy memajang sebagian koleksi art piece dan

tea set miliknya.

meski dapur ini masih menunggu pemiliknya menambahkan elemen lainnya, seperti kitchen set. uthy membuat sendiri papan bertuliskan “kitchen” berwarna hijau toska, sehingga dinding tampak makin cantik.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.