Soekarno dan koleksi Goresan Seninya

Presiden Soekarno rupanya gemar mengoleksi lukisan dan benda seni. Saking sukanya, ia memiliki ribuan koleksi benda seni yang disimpan di Istana Presiden.

Rumah - - SERBA SERBI - TEKS SELVIA MARTIANI selvia@gramedia-majalah.com FOTO SELVIA MARTIANI

Pada masa penjajahan Belanda hingga akhir hayatnya, presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, sudah memiliki ketertarikan pada dunia seni. Bung Karno, sapaan karibnya, pun mulai mengoleksi berbagai bendabenda seni. Salah satunya adalah lukisan hasil karya perupa tanah air maupun mancanegara. Awalnya, lukisanlukisan tersebut ia kumpulkan sebagai koleksi pribadi. Namun, belakangan ia memutuskan untuk menyerahkannya ke Istana Kepresidenan Republik Indonesia (RI), sebagai inventaris negara.

Istana Kepresidenan RI pun mendadak menjadi “rumah” bagi berbagai karya berkualitas. Koleksi benda seni di Istana Kepresidenan RI pun tak hanya berupa lukisan, tetapi juga guci, buku, dan hadiah-hadiah dari berbagai kepala negara. Total benda seni yang ditampung di istana mencapai 15.000. Beberapa istana di Indonesia, seperti Istana Jakarta, Bogor, Cipanas, Pelabuhan Ratu, dan Tampak Siring pun didaulat menjadi “museum” untuk menyimpan benda-benda seni yang menjadi saksi sekaligus bagian dari sejarah bangsa Indonesia.

Pameran Terbuka

Nilai sejarah yang terkandung dalam benda-benda seni ini membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berinisiatif untuk memamerkannya kepada publik. Tepat di bulan kemerdekaan RI, Agustus, pameran lukisan koleksi istana pun diselenggarakan dengan tema Goresan Juang Kemerdekaan. Adek Wahyuni Saptantinah, Mantan Kepala Biro Pengelola Koleksi Istana, menuturkan pameran lukisan ini menyuguhkan 28 karya dari 20 pelukis, plus 1 karya Bung Karno.

“Koleksi lukisan yang dipamerkan hanya 1% dari jumlah lukisan yang ada di istana yang mencapai 2.800. Lukisan yang dipamerkan harus memenuhi tema yang diusung, yakni potret heroik semasa zaman penjajahan menuju kemerdekaan,” ujar Ani, sapaan karibnya.

Tak hanya lukisan, pameran ini juga menyuguhkan foto-foto sejarah, buku koleksi seni yang diterbitkan semasa Bung Karno memerintah (edisi Dullah hingga Lee Man Fong, 1956—1965), buklet Istana Kepresidenan RI dari tahun ke tahun, dan sebuah buku bertajuk Rumah Bangsa (2004).

menikmati Goresan Seni Pada era kemerdekaan

Lukisan yang dipamerkan merupakan karya-karya ikonik. Bahkan beberapa lukisan dibuat tidak jauh dari lokasi kejadian, seperti Penangkapan Pangeran Diponegoro (1750) karya Raden Saleh, Laskar Rakjat Mengatur Siasat (1946) karya Affandi, Kawan-kawan Revolusi (1947) dan Di Depan Kelambu Terbuka (1939) karya S. Sudjojono (1947). Ada pula karya Sekko berjudul Perintis Gerilya (1947) dan Harijadi S. dengan karyanya Biografi II Malioboro (1949).

Pameran ini juga menyuguhkan satu karya buah tangan Bung Karno bertajuk Rini, yang dibuat pada tahun 1958 di Istana Tampak Siring, Bali. Karyanya ini masih dalam kondisi baik dan selalu menghiasi dinding kantornya di Istana Bogor. Sebelumnya, proklamator yang senang melukis ini, tidak pernah memamerkan karyanya kepada publik. Oleh karena itu, pameran juga dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada sang proklamator.

Sebagai seorang penikmat seni, Bung Karno pasti memiliki lukisan favorit. Ani menuturkan biasanya pada saat acara kenegaraan Bung Karno kerap memajang satu lukisan sebagai backdrop (latar belakang). Ada beberapa lukisan yang kerap ia jadikan latar, seperti lukisan Lukisan karya S. Sdjojono bertajuk kawan-kawan revolusi. Lukisan ini terinspirasi oleh aksi heroiknya seorang pejuang bernama bung Dullah yang berhasil mengebom 4 tank serdadu belanda dengan sejumlah bom yang diikatkan di pinggangnya. Memanah karya Henk Ngantung, Laskah Rakyat Mengatur Siasat karya Affandi, Diponegoro karya Sudjono Abdullah, dan beberapa lukisan dari perupa mancanegara.

“Dalam berbagai acara kenegaraan Bung Karno kerap memajang lukisan. Biasanya lukisan yang ia pajang adalah lukisan yang ia sukai,” ujar Ani. Rencananya pameran koleksi istana akan dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Bagi Anda yang tidak sempat melihat pameran lukisan koleksi Istana, berikut ini kami berikan ulasan singkatnya. Lukisan rini karya Ir. Soekarno ini dibuat di bali pada saat bung karno sedang beristirahat bersama Dullah, pelukis Istana Presiden. Seperti biasa, Dullah mencoba membuat lukisan. namun, baru saja dibuat sketsa ia dan bung karno harus kembali ke Jakarta. rupanya, lukisan yang belum selesai tersebut diselesaikan oleh bung karno.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.