Anggia Murni BIKIN PANTRI UNTUK KUMPUL KELUARGA

Bukan hanya ruang keluarga yang bisa dijadikan tempat ngobrol bareng keluarga. Pantri juga bisa, lho. Anggia Murni membuktikannya. TIP MEMBUAT PANTRY DARI MURNI

Rumah - - LAPORAN UTAMA - TEKS RAHMA YULIANTI rahma@gramedia-majalah.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA TEMPAT KOLEKSI

Sebagai tempat sarapan sekaligus berkumpul di pagi hari. Itu alasan utama Anggia Murni, arsitek lansekap yang juga penggiat Green Building Council Indonesia dan Green Product Council Indonesia ini membuat pantri di rumahnya. Momen sarapan adalah momen penting bagi keluarga Murni—sapaan akrab Anggia Murni—karena pada saat itu seluruh anggota keluarganya berkumpul sebelum masing-masing berangkat ke tempat kegiatannya.

Murni membuat pantri di tengah-tengah rumah. Karena ini bukan dapur, hanya sebuah pantri, ia tidak dilengkapi oleh peralatan memasak lengkap layaknya kabinet di dapur. Di sana hanya ada microwave, oven, dan toaster yang dibutuhkan sekadar untuk membuat roti atau menghangatkan makanan.

JADI FAVORIT KELUARGA

Pantri ini letaknya sungguh strategis; di antara dapur, ruang tamu, dan ruang makan. Letaknya yang strategis itu menjadikan pantri sebagai tempat favorit bagi keluarga Murni. “Padahal ada ruang tamu sama ruang keluarga. Tapi tetep aja, pada suka ngumpulnya di situ. Tamu yang dateng juga sukanya duduk di situ,” ujar lanskaper yang merancang taman Heliconia Garden di Vimala Hills, Puncak, Bogor ini.

Adanya void di atas pantri ini juga jadi salah satu alasannya. Berkat void ini cahaya alami bisa masuk dengan optimal. Pun dengan udara.

Hal lain yang menarik dari pantri ini adalah begitu terlihatnya diri Murni di sini. Pantri ini menjadi tempat ia meletakkan sebagian koleksinya. Di bagian bawah island terdapat rak-rak yang memajang mug, cangkir, dan benda-benda souvenir dari berbagai negara, hasil dari oleh-oleh Murni selama berplesiran. Di kabinet atas terdapat peralatan makan Buat dapur dan pantry sesuai fungsi dan kebutuhan. Dahulukan fungsi, estetika mengikuti. Jangan sampai, dapur dan pantry hanya terlihat cantik namun tidak bisa mewadahi kebutuhan Anda. Jangan lupa tambahkan unsur hijau karena tanaman dapat menghasilkan oksigen dan menyerap polusi yang ada dalam rumah. Beberapa tanaman yang bisa dipakai antara lain lidah mertua, tanaman pakis, atau kadaka. koleksinya. “Saya suka minum teh dengan gelasgelas cantik. Makanya saya punya banyak koleksi cangkir teh. Ada peralatan makan juga. Malah ada yang turun temurun dari nenek saya,” tutur wanita yang selalu berusaha menyantap buah lokal ini.

Murni menceritakan, ia juga mengoleksi kain-kain dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia. Pantri ini jadi salah satu wadah untuk memajang kain koleksinya. Ia tinggal menghamparkan kain koleksinya pada meja island.

Ketika ditanya apa konsep dapurnya ini, ibu tiga anak yang aktif mengampanyekan produkproduk material yang “green” ini mengatakan bahwa tak ada konsep khusus yang ia tanamkan. Ia hanya membuat pantri sesuai kebutuhannya dan keluarga. Soal gaya, tak terlalu dipikirkannya.

Memang, pantri ini terkesan hangat walaupun didominasi warna putih. Itu sebabnya, pantri ini jadi tempat kumpul favorit keluarga.

Bagian bawah island dibuat rakrak sehingga bisa menampung koleksi suvenir milik murni dan suami.

Warna merah ubin tegel Kunci ini seakan menjadi aksen pada pantri yang didominasi warna putih.

tanaman selalu menghiasi kediaman murni, termasuk pada pantri ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.