Asuransi Properti ADA yang CUMA rp10.000 Per hari!

Perhitungkan beban premi yang pas, sebelum menentukan asuransi properti yang cocok untuk hunian Anda.

Rumah - - PROPERTI - TEKS EMILIA NURIANA emilia.nuriana@gramedia-majalah.com

Rumah dan segala isinya tentu menjadi harta berharga bagi pemiliknya. Tapi bukan tidak mungkin terjadi musibah yang bisa membuat rumah dan isinya menjadi rusak atau bahkan hilang. Bahaya bencana alam, kecelakaan, hingga pencurian bisa terjadi kapan saja dan bila tidak diantisipasi, kerugian yang diderita bisa jutaan bahkan miliaran rupiah.

Karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk melindungi propertinya dengan asuransi. Asuransi properti yang umum dikenal adalah asuransi kebakaran. Sesuai namanya, asuransi ini menjamin bangunan hunian dari bencana kebakaran. Pemegang polis asuransi kebakaran akan menerima uang pengganti kerugian, bila sewaktu- waktu hunian miliknya dilanda kebakaran. Jumlah penggantinya tergantung dari pilihan paket asuransi yang dipilih. Jika Anda mengasuransikan properti secara penuh maka, asuransi akan mengganti seluruh kerugian saat terjadi musibah. Ada pula paket asuransi yang hanya menanggung setengah dari kerugian yang diderita.

Selain kebakaran, pilihan asuransi properti lainnya adalah asuransi properti yang melindungi fisik bangunan beserta isinya dari kerusakan akibat huru-hara, bencana alam, dan pencurian. Berbagai pilihan ini tentu membuat biaya premi masing-masing asuransi bisa berbeda. Karena itu, sebelum membeli polis asuransi properti sebaiknya pertimbangkan dulu kebutuhan aset properti yang perlu diasuransikan.

Menghitung Premi

Tiap penyedia asuransi pastinya menawarkan paket asuransi properti yang beragam dengan premi bulanan yang juga bervariasi. Namun secara umum, perhitungan premi asuransi kebakaran adalah 0,5/1.000 dari total nilai properti yang diasuransikan. Sedangkan perhitungan sederhana premi asuransi yang melindungi properti all risk, dari risiko bencana alam dan kerusakan akibat huru-hara adalah 2/1.000 dari total nilai aset.

Lalu bagaimana menentukan nilai aset yang akan diasuransikan? Penyedia asuransi akan melakukan survei untuk menentukan nilai properti yang akan diasuransikan. Nilai aset biasanya dipengaruhi tingkat risiko yang bisa terjadi pada aset. Tingkat risiko ini biasanya dipengaruhi oleh lokasi properti, material bangunan, dan nilai barang di dalam rumah yang diasuransikan.

Contoh perhitungannya sebagai berikut.

Untuk asuransi all risk, isi rumah pun dihitung karena itu termasuk hal yang diasuransikan. Misalnya: Anda memiliki aset properti senilai Rp600 juta dan isi rumah bernilai Rp100 juta. Nilai premi adalah 2 per 1.000, maka premi yang dibebankan: 2/1.000 x Rp700 juta = Rp1,4 juta. Maka biaya yang perlu Anda bayarkan untuk asuransi properti kurang lebih Rp1,4 juta.

Terlihat mahal memang. Jika Anda merasa tak perlu, Anda cukup memilih salah satu asuransi yang Anda perlukan, misalnya asuransi kebakaran. Perhitungannya seperti contoh ini. Anda memiliki rumah senilai Rp600 juta. Nilai premi asuransi kebakaran sekitar 0,5 per 1.000. Maka premi yang dibebankan tiap bulannya: 0,5/1000 x Rp600 juta = Rp300.000. Maka biaya yang perlu Anda bayarkan untuk asuransi kebakaran kurang lebih Rp300.000/bulan atau sekitar hanya Rp10.000 per hari. Jumlah ini bisa berbeda, tergantung ketentuan premi asuransi dari penyedia asuransi dan suku premi yang sedang berlaku.

Nah, dengan harga yang tak terlalu mahal, hanya sekitar Rp10.000 per hari rumah Anda terlindung dari risiko kerugian terhadap kebakaran, kan?

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.