Lebih Murah dengan Keramik KW

Bila Anda sedang berburu keramik murah, keramik KW bisa menjadi pilihannya. Lantas, apa bedanya KW1, KW2, KW3?

Rumah - - MATERIAL - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com

Tak hanya pada tas bermerek, keramik juga ternyata ada Kw-nya, lho! Dari sekian banyak keramik yang djual di supermarket bangunan, jenis keramik tersebut bermacam-macam. Ada K1, KW 2, dan KW 3. Umumnya, orang hanya tahu bahwa KW 1 memiliki kondisi tanpa cela karena lulus uji kualitas atau quality control. Sedangkan kriteria KW 2 dan KW 3 tidak semua orang paham perbedaannya. Bahkan ada yang menyangka bahwa keramik KW 2 dan KW 3 itu adalah “aspal” alias asli tapi palsu, yang dibuat oleh produsen lain dengan tampilan yang menyerupai aslinya.

Pada tas atau barang fesyen lainnya, istilah KW identik dengan istilah palsu. Namun, bagaimana dengan keramik? “KW tidak berarti palsu. Baik KW 2 dan KW 3 itu adalah asli, sama dengan KW 1, hanya kualitasnya lebih rendah,” ucap Yoos Irawan, Marketing Development PT Granitoguna Building Ceramics, yang memproduksi keramik merek Granito. Keramik KW 2 dan KW 3 juga sama kuatnya dengan KW 1 karena dibuat secara bersamaan.

Jadi, bagaimanakah kondisi keramik yang disebut KW 1, KW 2, dan KW 3?

Pada proses pembakaran keramik bisa saja terjadi ketidaksempurnaan pada hasil akhirnya sehingga bagian quality control (QC) perusahaan keramik pun membagi kategorinya. Yang lulus uji kualitas akan masuk kategori KW 1. Contohnya, pada keramik yang permukaannya mengilap, terlihat kilapnya merata, natnya rapi atau presisi, dan bebas dari noda yang mengganggu penampilannya.

Sisa dari produk berkualitas 1 terbagi dalam dua kategori, yaitu KW 2 dan KW 3.

Pada KW 2, menurut Yoos, kekurangannya sangat samar sehingga sulit dilihat oleh orang awam. “Biasanya tukang yang berpengalaman bisa tahu. Lapisan pada permukannya kilapnya tidak merata, terdapat noda berupa corak retak rambut dan tahi lalat, namun natnya tetap presisi,” kata Yoos merinci.

Lalu, bagaimana yang masuk KW 3? Umumnya, natnya miring dan tidak presisi. Pada permukaannya terlihat noda corak retak rambut dan tahi lalat. Yoos pun menambahkan bahwa ada juga istilah KW “P” atau “kualitas proyek” yang kondisinya ada di antara KW 1 dan KW 2.

Terdapat perbedaan harga pada masing-masing kategori. Jika dibandingkan dengan KW1, selisih harga KW 2 per boks sekitar Rp3.000 – Rp5.000. Untuk keramik merek terkenal, sebut saja Roman, selisih harganya mencapai Rp5.000 – Rp8.000 per boks. Sedangkan yang KW 3 selisih dengan yang KW1 bisa Rp3.000 – Rp8.000.

Harga KW 2 dan KW 3 jelas lebih murah dibanding KW1. Sebenarnya Mitra 10 hanya menyediakan KW 1. Namun jika ada permintaan KW 2, mereka akan menghubungi produsennya. “Perlu waktu seminggu untuk pengadaannya,” kata Yoos.

Pemiliknya biasanya memilih keramik KW 1 untuk kesempurnaan bangunannya. Lalu, siapa peminat KW 2? Ternyata yang KW 2 memiliki pasar tersendiri, yaitu sebagian kontraktor bangunan. Kondisi KW 2 dianggap masih memadai untuk digunakan di area servis dan gudang. Keramik jenis ini juga biasanya digunakan di dak, gudang, dan lantai pabrik.

Pertimbangan lainnya, suatu saat pemilik rumah akan menggantinya dengan keramik model lain atau material yang berbeda, misalnya parket dan homogeneous tile.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.