MENGINTIP KEDIAMAN MIEN UNO

Hijau, hangat, dan serba terbuka. Itulah cerminan kediaman milik Mien Uno dan Henk Uno, orangtua dari Sandiaga Uno.

Rumah - - RUMAH KITA - TEKS RAHMA YULIANTI rahma@gramedia-majalah.com FOTO YANNIS RUDOLF PRATASIK PADUAN INDONESIA-EROPA

Siapa yang tak kenal sosok Mien Uno. Ibu dari Sandiaga Uno ini adalah seorang wanita yang aktif di berbagai organisasi pendidikan. Selain memiliki Lembaga Pendidikan Duta Bangsa, ia juga dikenal sebagai pakar etiket dan pengembangan diri. Kerap kali dalam seminarnya ia berbicara tentang pentingnya membentuk dan mengembangkan karakter diri.

Hal itu jugalah yang ia terapkan pada kediamannya. Rumah yang terletak di Jakarta Selatan ini amat menunjukkan karakter Mien Uno dan keluarganya. Menurut Mien, rumah memang seharusnya merupakan refleksi dari pemiliknya sendiri. “Jangan seperti menjadi tamu di rumah tersebut. Kok kayaknya ada (pemilik) yang enggak cocok dengan rumahnya sendiri. Nah, rumah ini kami buat supaya kami merasa inilah rumah kami, ini hal yang membuat kami bahagia, betah dan ingin kembali ke rumah.”

SERBA HIJAU DAN RINDANG

Karakter pertama yang langsung terlihat adalah kegemaran Mien dengan tanaman. Berbeda dengan rumah di sekelilingnya, rumah milik Mien Uno dan sang suami Henk Uno tampak sangat rindang. Berbagai macam tanaman perdu serta dua buah pohon besar ada di sana. Pohon itu ternyata punya cerita tersendiri karena bibitnya berasal dari Gorontalo, kampung halaman Henk Uno, dan Riau, tempat mereka pernah tinggal selama 10 tahun.

Masuk ke rumah, kehijauan masih terasa. Pohon sirih gantung menjuntai di beberapa sudut rumah. Mien dan suami memang menginginkan rumah yang dipenuhi kehijauan. “Tinggal di Riau turut memengaruhi kami. Rumah kami dulu dikelilingi hutan dan banyak binatang. Kok kayaknya enak ya. Tapi kan Jakarta gersang ya, jadi kami buat rumah kami hijau,” tutur wanita yang masih aktif dan bugar di usianya yang sudah mencapai kepala 8 ini.

Karakter keluarga yang ramah dan terbuka tampak dari layout rumah yang plong. Mien memang menginginkan rumah yang terbuka sehingga jika ada yang berkunjung ke rumahnya, mereka bisa melihat keseluruhan ruang tanpa harus ada yang disembunyikan.

Ruang tengah, tempat kami melakukan wawancara dengan Mien, memang terbuka dan hangat. Di tengahnya ada meja dan sofa, lalu di sudut-sudut ada kursi-kursi untuk duduk. Ketika ditanya alasannya mengapa begitu banyak kursi ada di sini, Mien menjawab, “Keluarga kami memang gemar menerima tamu, terutama saat-saat Idul Fitri, Idul Adha, atau acara keagamaan lainnya karena rumah kami ada di depan masjid.“

Karakter lain dari keluarga Mien yang kental terlihat adalah adanya perpaduan dua budaya yakni Indonesia dan Eropa. Paduan ini terlihat juga pada hunian ini. Sentuhan gaya asli Indonesia terlihat dari banyaknya furniturfurnitur kayu etnik di seantero rumah. Sementara sentuhan gaya Eropa terlihat pada sofa besar dan beberapa bagian rumah seperti dapur dan ruang makan. Memang, menurut Mien kedua budaya inilah yang membentuk karakter keluarganya. “Kami suka sekali dengan gaya Indonesia, namun memang ada sentuhan Eropa karena pengaruh pendidikan kami,” ujarnya. Mien dan Henk memang dulu bersekolah di sekolah Belanda.

Ia menambahkan, “Bukan untuk gaya-gayaan, namun kami memilih apa yang menurut kami nyaman. Untuk sofa tempat duduk, furnitur (etnik) Indonesia kami akui kurang nyaman, itu sebabnya kami padukan dengan sofa gaya Eropa,” ucap ibu dari 2 putera dan nenek dari 5 orang cucu ini.

Ruang dapur dan ruang makan juga memiliki sentuhan Eropa. “Waktu kecil saya tinggal di keluarga Belanda selama 5 tahun, jadi dari kecil saya kepingin banget punya dapur dan ruang makan seperti itu, (seperti rumah Belanda, red.),” tukasnya sambil tertawa hangat mengenang citacitanya.

Ya, tak perlu gaya-gayaan. Rumah yang nyaman dan sesuai kepribadian pemilik akan jauh lebih menyenangkan.

Ruang makan yang punya sentuhan Eropa. Atas saran sang menantu, Mien menggunakan warna kuning pada dindingnya.

Ruang tamu yang kental dengan nuansa etnik Indonesia.

Salah satu sudut rumah Mien Uno. Ia memang hobi mengoleksi benda-benda yang unik, sehingga rumahnya dihiasi koleksi-koleksi miliknya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.