TAMAN DI MUSIM HUJAN

Di satu sisi, hujan memperkaya unsur hara tanaman. Namun di sisi lainnya, hujan bisa membawa beberapa masalah. Bagaimana mengatasinya?

Rumah - - EKSTERIOR - TEKS RAHMA YULIANTI rahma@gramedia-majalah.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

Bagi sebagian besar perancang taman, bulan Oktober hingga Maret adalah masa emas untuk membuat taman. Curah hujan yang tinggi dapat memperlancar proses penyiraman tanaman yang baru ditanam. Cacing-cacing tanah juga sering muncul saat musim hujan, membuat tanah menjadi lebih gembur dan lebih baik.

Namun, adakalanya, musim hujan mendatangkan masalah bagi taman-taman di hunian Anda. Terutama, ketika curah hujan sedang menapaki puncaknya, yang diprediksikan oleh BMKG akan berlangsung sekitar bulan November—desember 2016 ini.

Nah, mumpung musim hujan baru mulai dan puncaknya masih sebulan lagi, ada baiknya Anda memerhatikan apa saja masalah-masalah yang kerap dihadapi taman dan tanaman Anda saat musim hujan, sehingga kemudian Anda bisa mengantisipasinya sejak sekarang.

Ketika sebuah tanaman yang biasanya bersifat lembap ditempa oleh air hujan berkali-kali, maka jamur bisa muncul di bagian-bagian tanaman tersebut. Sifatnya yang menumpang hidup pada organisme lain, membuat jamur dapat menyebabkan tanaman tersebut layu dan mati.

Salah satunya, jamur Phytium Sp. yang dapat membuat akar tanaman membusuk. Selain itu, ada pula jamur Fusarium oxysporium, yang ada di tangkai tanaman, sehingga mudah layu dan membusuk. Selain pada akar dan tangkai, terdapat pula jamur Botrytis Sp. yang menyerang daun. Muncul bercak-bercak di permukaan daun, lalu tersebar ke seluruh daun, dan akhirnya tanaman pun busuk.

Tak semua taman di rumah memiliki sistem drainase yang baik, ataupun kondisi tanah yang mudah menyerap air. Biasanya, hal ini menyebabkan genangan air muncul. Bila terus menerus didiamkan, genangan tersebut akan merusak ekosistem taman, bahkan dapat menyebabkan banjir.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.