Penghuni RUMAH KONTRAKAN Yang menunggak PEMBAYARAN

Rumah - - PROPERTI -

QPak Yulius di tempat, Saat ini saya memiliki sebuah rumah kontrakan di daerah Jakarta Selatan seluas kurang lebih 200m2. Beberapa bulan terakhir, pengontrak terkendala melakukan pembayaran. Ketika beberapa kali saya menagih, ia selalu beralasan belum memiliki uang atau dengan alasan lainnya. Permasalahannya, jangka waktu kontrak tersebut akan berakhir sekitar 1 bulan lagi. Ada ketakutan saya bahwa pengontrak tersebut akhirnya kabur dari rumah saya, sehingga saya tidak memperoleh hak saya atas uang kontrakan tersebut. Pertanyaan saya, langkah hukum apa yang dapat saya tempuh untuk meminimalisasi kemungkinan terburuk dan seandainya hal yang terburuk terjadi, (misalnya: pengontrak kabur, namun saya belum memperoleh pembayaran)?

Mohon nasehat hukum dari Bapak, terima kasih. Hormat saya, Asnarani Rahayu Jakarta Selatan

ATerima kasih atas pertanyaan Ibu sebelumnya. Hal pertama yang ingin saya tanyakan kepada Ibu, apakah terdapat perjanjian sewa-menyewa antara Ibu selaku pemilik rumah dengan pihak pengontrak? Jika ada, Ibu dapat menjadikan perjanjian tersebut menjadi landasan hukum untuk menuntut hak-hak Ibu. Jika tidak, Ibu dapat mendasari sewa-menyewa berdasarkan perjanjian lisan dan bukti-bukti terkait, contoh: bukti pembayaran sewa, bukti pembayaran listrik, dll.

Sebelum lbu menempuh jalur hukum, ada baiknya permasalahan tersebut dibicarakan dengan jalan kekeluargaan dan musyawarah. Menurut ketentuan hukum, pihak penyewa berkewajiban untuk membayar harga sewa kepada pemilik rumah sesuai jangka waktu yang ditentukan, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 1560 ayat (2) Kitab UndangUndang Hukum Perdata (“KUHPER”), yang diatur sebagai berikut: “Penyewa harus menepati dua kewajiban utama: memakai barang sewa sebagai seorang kepala rumah tangga yang baik, sesuai dengan tujuan barang itu menurut persetujuan sewa atau jika tidak ada persetujuan mengenai hal itu, sesuai dengan tujuan barang itu menurut persangkaan menyangkut keadaan; membayar harga sewa pada waktu yang telah ditentukan.”

Menurut kami, langkah hukum pertama yang dapat Ibu tempuh adalah mengirim teguran atau somasi kepada pihak pengontrak. Teguran/somasi tersebut dengan mencantumkan tenggat waktu pembayaran terakhir oleh pihak pengontrak Merujuk pada Pasal 1238 KUHPER adalah sebagai berikut:

“Debitur dinyatakan lalai dengan surat perintah, atau dengan akta sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan dari perikatan sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan debitur harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan”

Selanjutnya, apabila pengontrak tidak juga melakukan pembayaran pada tenggat waktu yang ditentukan, Ibu dapat mengajukan gugatan perdata wanprestasi kepada pengontrak rumah. Pada intinya, dalam petitum (permohonan) gugatan tersebut, pengontrak wajib membayar uang sewa dan biayabiaya yang terkait dengan pengajuan perkara tersebut.

Demikian saya sampaikan, semoga penjelasan tersebut berguna bagi Ibu. Salam, Yulius Setiarto

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.