SEJARAH

Rumah - - JALAN - JALAN -

Mengulik asal muasal Istana Sayap Pelalawan ini, sama tuanya dengan sejarah Pelalawan. Pelalawan kini merupakan pemekaran dari Kabupaten Kampar. Sementara, Pelalawan dahulu, konon merupakan kerajaan yang didirikan oleh Sultan Mahmud Syah I, bekas Raja Melaka, antara tahun 1511-1513 di daerah Pekantua-kampar/pelalawan. Beliau merupakan pendahulu Raja Kecik ( pendiri Kerajaan Siak Sri Indrapura abad 18 di daerah Buatan Kabupaten Siak Propinsi Riau kini) yang lari dari pengejaran tentara Portugis, sebelum membangun kerajaan Johor di tahun 1513.

Sementara versi lain menyebutkan, kerajaan Pelalawan dimulai dari Kerajaan Pekantua yang didirikan Maharaja Indera (salah satu pembesar kerajaan Tumasek/singapura) sekitar tahun 1380 di Sungai Pekantua. Kemudian, Pelalawan berada di bawah kekuasaan kerajaan Melaka pada masa Raja Sultan Mansyur Syah (1456-1477), dengan mengangkat Munawar Syah (1505-1511) sebagai Raja Pekantua. Sebutan kerajaan pun dinamakan Pekantua Kampar.

Pada masa Maharaja Indera/dinda II (1720-1750), Pelalawan di bawah kekuasaan Kerajaan Johor. Kerajaan pun dipindahkan ke pinggir Sungai Rasau, hilir Sungai Nilo, masih anak Sungai Kampar. Penyebutan kerajaan sah sebagai ‘Pelalawan’ ( pelalauan), artinya tempat yang dicadangkan.

Adapun Istana Sayap Pelalawan dibangun oleh Sultan Pelalawan ke 29, Tengku S. Said Ali (1886-1892). Pembangunan istana selesai pada masa Sultan Syarif Hasyim II (1892-1930). Berawal dari nazarnya untuk memindahkan kerajaan ke ujung muara Sungai Rasau, sehingga dinamakan Istana Ujung Pantai. Namun, setelah beliau menambahkan bangunan sayap, justru nama Istana Sayap disematkan, hingga bernama Istana Sayap Pelalawan.

Sayap Istana Pelalawan sempat terbakar disebabkan oleh korsleting arus listrik pada 19 Februari 2012.

Meriam peninggalan istana yang menjadi saksi bisu. Meriam ini pernah menjadi basis pertahanan istana.

Pintu utama Istana Sayap Pelalawan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.