Bahaya dan Legalitas Rumah dekat sutet

Rumah dekat menara SUTET memang menggiurkan karena harganya yang terjangkau. Namun terdapat risiko kesehatan dan legalitas yang mengancam. Bagaimana menyikapinya?

Rumah - - PROPERTI - TEKS EMILIA NURIANA emilia.nuriana@gramedia-majalah.com

Isu bahaya menghuni rumah dekat Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) memang sudah lama diperbincangkan. Pemerintah sudah beberapa kali mengeluarkan peraturan terkait hal ini. Peraturan terkait jarak bebas minimun SUTET yang terakhir adalah Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun 2015.

Risiko gangguan kesehatan dan kecelakaan jika menara SUTET rubuh adalah dua hal utama yang membuat tinggal dekat menara SUTET sebaiknya dihindari. Dari segi legalitas pertanahan pun, masyarakat yang menghuni bangunan dekat SUTET juga dirugikan. Pemerintah lewat dinas perizinan telah mengeluarkan peraturan untuk tidak memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada segala bangunan termasuk rumah tinggal yang berada di area berisiko di dekat menara SUTET dengan jarak tertentu. Begitu juga dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Masyarakat yang menghuni rumah dekat SUTET tetap harus membayar PBB, meski seharusnya daerah tersebut masuk dalam area hijau yang tidak boleh dihuni.

Iming-iming Harga murah

Segala risiko tinggal di dekat SUTET tidak membuat orang enggan meninggalkan area ini. Nyatanya saat ini masih banyak masyarakat yang menghuni rumah yang berjarak dekat dengan menara SUTET. Ketika RUMAH menelusuri wilayah Pancoran Mas, Depok, di sana terdapat Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) dengan tegangan listrik 500KV. Meski bertegangan listrik tinggi, di sekitar GITET terdapat cukup banyak bangunan usaha hingga perumahan pemukiman warga.

Tidak ada pengamanan khusus yang dilakukan warga sekitar GITET untuk mengantisipasi risiko radiasi. Penggunaan atap berbahan logam (seng) juga ditemui di beberapa rumah. Padahal material ini termasuk penghantar listrik yang baik sehingga berbahaya jika digunakan di dekat GITET maupun SUTET.

Kasus seperti ini juga banyak ditemui di daerah lain yang terdapat menara SUTET. Bahkan ada beberapa pengembang yang tidak segan menawarkan hunian di area dekat menara SUTET. Menurut Amran Nukman HD, Ketua Real Estate Indonesia (REI) DPD DKI Jakarta, iming-iming harga terjangkau masih menarik minat masyarakat untuk membeli rumah dekat SUTET.

“Selama masih dalam jarak aman sesuai peraturan pemerintah, maka tidak masalah,” kata Amran. Jarak aman itu berbeda-beda, tergantung dari jenis dan kapasitas dari SUTET. Misalnya untuk SUTET dengan kapasitas 500KV maka jarak bebasnya adalah 22 meter.

Mengenai pengawasan, Amran mengakui REI sebagai asosiasi tidak melakukan pengawasan terkait pengembang yang hendak membangun proyek di dekat area SUTET. “Semua pengawasan dan perizinan ada di tangan pemerintah daerah,” kata Amran.

Nah, memang sebaiknya Anda memilih area yang aman dari SUTET. Namun jika sudah terlanjur, Anda bisa melakukan hal-hal di bawah ini.

Rumah yang berada tepat di bawah menara sutet. Jarak aman bangunan dengan menara sutet sesuai peraturan adalah 7 sampai 17 meter.

Jika mendirikan bangunan dekat gitet dengan tegangan 500kv, maka jarak amannya adalah 17 meter.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.