Penjualan RUMAH Saat PROSES Perceraian

Rumah - - PROPERTI -

QPak Yulius di tempat, Saya memiliki rumah di daerah Bintaro yang saya beli sekitar 10 tahun yang lalu, saat saya dan suami masih menikah. Saat ini saya digugat cerai oleh suami saya dan perkaranya masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pertanyaan saya, apakah rumah tersebut dapat saya jual kepada pihak lain?

Mohon nasehat hukum dari bapak, terima kasih. Salam, Marissa Jakarta Selatan

ATerima kasih atas pertanyaan yang Ibu ajukan. Terkait pertanyaan Ibu di atas, dapat kami jelaskan sebagai berikut. Hal pertama yang ingin kami tanyakan kepada Ibu, apakah dalam perkawinan Ibu dengan suami pernah dibuat suatu perjanjian pemisahan harta atau tidak? Pengaturan mengenai harta antara suami dan istri sebelum berlakunya Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU Perkawinan”) merujuk pada ketentuan Pasal ketentuan Pasal 119 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (“KUHPER”) yang dikutip sebagai berikut:

“Mulai saat perkawinan dilangsungkan, demi hukum berlakulah persatuan bulat antara harta kekayaan suami dan istri, sekadar mengenai itu dengan perjanjian kawin pendaftaran diadakan ketentuan lain.”

Berdasarkan ketentuan di atas, terjadi suatu persatuan harta antara suami dan istri terhitung sejak tanggal perkawinan termasuk dalam harta bersama. Terhadap harta bersama tersebut, jika terjadi perceraian maka harta dibagi sama rata antara suami dan istri. Pembagian tersebut termasuk dengan pembagian keuntungan dan kerugian di antara suami dan istri.

Hal tersebut sejalan dengan Pasal 35 ayat (1) UU Perkawinan bahwa harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama. Lebih lanjut, UU Perkawinan mewajibkan suami atau istri untuk mendapat persetujuan dari kedua belah pihak untuk melakukan tindakan hukum terhadap harta bersama tersebut, sebagaimana yang dikutip dari Pasal 36 ayat (1) UU Perkawinan sebagai berikut:

“Mengenai harta bersama, suami atau isteri dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pihak”

Merujuk kepada ketentuan tersebut, sepanjang belum ada putusan cerai dari pengadilan dan belum adanya putusan mengenai pengaturan harta gono-gini, suami masih memiliki hak atas rumah di daerah Bintaro tersebut. Saat Ibu hendak menjual rumah tersebut, Ibu harus mendapat persetujuan secara tertulis dan dalam akta Notariil dari suami Ibu.

Demikian saya sampaikan, semoga penjelasan tersebut dapat berguna bagi Ibu. Salam, Yulius

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.