RUMAH Kunjungi Pabrik Pipa Vinilon

Dari sebuah pabrik kecil berdinding bilik yang dibangun pada tahun 1979 di atas lahan seluas 1,5 hektar, PT Rusli Vinilon Sakti yang memproduksi pipa merek Vinilon terus melebarkan sayap hingga memiliki pabrik seluas 18 hektar. Dan inilah cerita pengalama

Rumah - - MATERIAL MEMILIH PIPA BERKUALITAS - TEKS IRFAN HIDAYAT Irfan@gramedia-majalah.com FOTO IRFAN HIDAYAT

RUMAH dan IDEA (Kompas Gramedia Group) berkesempatan mengunjungi pabrik Vinilon, salah satu produsen pipa terbesar di Indonesia yang berada di Jalan Narogong, Cileungsi, Bogor, pada tanggal 13 Oktober lalu. Berangkat dari kantor Kompas Gramedia Jalan Panjang 8A, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada pukul 09.00, kami sampai lokasi pada pukul 11.00. Sesampainya di pabrik Vinilon, kami disambut oleh jajaran managemen PT Rusli Vinilon Sakti. Acara perkenalan dan ramah tamah pun menjadi aktivitas pertama kami di pabrik.

Sebelum mengunjungi pabrik, kami diberi pengarahan terkait keselamatan selama keliling pabrik. Kami diwajibkan menggunakan helm saat berkunjung ke dalam pabrik, harus mengikuti lajur pejalan kaki, dilarang mengutak-atik mesin, dan memerhatikan lingkungan karena ada banyak pekerjaan bongkarangkut barang.

melihat Proses Produksi

Agar memahami proses pembuatan pipa berkualitas, kami diajak berkunjung sesuai dengan tahapan pembuatannya. Ruang pertama yang kami masuki adalah kontrol. Dari tempat ini, semua proses pembuatan pipa berkualitas dikontrol dengan menggunakan mesin. Ini yang membuat hasilnya akurat dan terukur. Jika ada masalah pun langsung terdeteksi.

Setelah itu, kami masuk ke ruang penyimpanan bahan dasar pembuat pipa. Bahannya berbentuk seperti tepung, tetapi kami tidak mengetahui secara jelas komposisinya karena ini menyangkut rahasia perusahaan. Dari bentuk tepung inilah pipa diaduk menjadi sebuah adonan hingga homogen dan diberi pewarnaan. Kemudian, adonan dicetak menjadi pipa sesuai dengan ukurannya.

Yang menarik, Vinilon ini merupakan satu-satunya produsen pipa yang mampu membuat pipa PE berdiameter 1,2m, hingga mendapatkan sertifikat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebagai produsen pertama yang membuat Pipa jenis PE yang terbesar dan tertebal di Indonesia.

Pentingnya Sebuah barcode

Untuk memudahkan pengecekan proses produksi, semua pipa produksi Vinilon terdapat barcode yang isinya kode produksi, tanggal, dan jam. Barcode ini tidak bisa dihapus dan dihilangkan sehingga jika terjadi kerusakan, akan terdeteksi dengan cepat pipa mana yang bermasalah. “Kami bisa langsung menarik pipa bermasal ini sesuai dengan tanggal dan jamnya dengan cepat,” ucap Waryoto, Kabag Produksi Pipa PT Rusli Vinilon Sakti.

Keberadaan barcode ini juga sebagai bahan pertanggung jawaban pekerja pabrik terhadap manajemen. Karena, akan terdeteksi dengan cepat nama karyawan yang sedang jaga pada saat memproduksi pipa tersebut. “Jika ada karyawan yang mengotak-atik mesin sehingga menyebabkan produksi pipa bermasalah, akan langsung terdeteksi karena di barcode ini tertulis jelas tanggal dan jamnya,” ucap Waryoto.

ramah Lingkungan

Tak sekadar melihat proses pembuatan pipa, kami juga diajak melihat proses pembuatan aksesori pipa, seperti pipa U, T, sambungan, dan lain-lain. Jika bahan baku pipa berupa serbuk, bahan aksesori pipa ini terbuat dari biji-biji plastik atau yang disebut pelet. Sama dengan pipa, bijibiji pelet ini dimasukkan ke dalam mesin lalu akan dileburkan dan diolah menjadi berbagai bentuk aksesori sesuai dengan mesinnya.

Yang menarik, sampah plastik hasil sisa cetakan akan dioleh kembali dengan cara dileburkan dan dibentuk pipa. “Ini yang membuatnya ramah lingkungan. Kami tidak membuang sisa limbah. Semua limbah bisa didaur ulang. Begitu juga dengan produk yang kami anggap tak lolos uji, akan kami olah lagi,” ucap Waryoto.

Novean Husni, Technical Support Head Vinilon mengatakan bahwa biaya untuk membeli dan memasang pipa sebuah rumah berukuran 100m2, tidak mencapai 5% dari total Rencana Anggaran Biaya (RAB). Tetapi, jika Anda salah memilih pipa sehingga terjadi masalah setelah proses pembangunan rumah selesai, dapat menghabiskan biaya sekitar 30% dari nilai total RAB ketika membuat rumah.

Biaya ini karena harus membobok ulang, membeli material pipa dan bahan bangunan baru karena proses pembobokan, serta men- finishing ulang. Untuk itu, Novean menyarankan agar selalu memilih pipa yang berkualitas. Apa syaratnya? 1. Harus antibocor. 2. Memiliki fleksibilitas yang tinggi. 3. Mampu menahan benturan atau impact strength. Ditekan dengan kekuatan sekuat apapun, pipa yang baik harus antipecah. 4. Tahan akan temperatur rendah, bahkan

temperatur air beku. 5. Metode penyambungan harus cepat dan

mudah. 6. Tahan terhadap korosi dan abrasi. 7. Untuk pipa air panas atau heated water harus memiliki ketahanan panas hingga 95°C. 8. Beli merek pipa terpercaya.

Yang membuatnya makin ramah lingkungan, penggunaan tenaga listrik dari gas dalam proses produksi pipa juga sudah diatur mampu menekan kadar emisi CO. Ditambah, produk Vinilon juga menerapkan sistem pipa berkonsep efisien dan antibocor yang membuatnya mampu menghemat sumber daya air. Tentunya, akan menjadi nilai positif sehingga rumah Anda pun akan minim bocor.

inilah beberapa pipa yang siap diangkut dan didistribusikan.

Foto bersama antara rumah, idea, dan jajaran manajemen Vinilon, sebelum penutupan.

Waryoto, kabag Produksi Pipa Pt rusli Vinilon Sakti, sedang menjelaskan alat pembuat pipa.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.