Melihat Kemegahan Vihara Satya Dharma, Bali

Tahukah Anda, Vihara Satya Dharma ini merupakan n salah satu tempat ibadah masyarakat Tionghoa terbesar yang ada di Bali?

Rumah - - JALAN-JALAN - IRFAN HIDAYAT irfan@gramedia-majalah.com

TEKS & FOTO

Sebenarnya, perjalanan RUMAH ke sini bukan sesuatu yang direncanakan. Saat kami melewati jalan tol Bali Mandara, tempat ibadah bernama Vihara Satya Dharma yang berada di kanan jalan ini berhasil memikat pandangan kami. Tak hanya bentuknya yang megah, warna bangunannya yang merah menyala menarik pandangan dan berhasil memaksa kami untuk singgah.

Kemegahan ini semakin tampak saat mobil kami masuk ke dalam kompleks bangunan seluas 8.200m2. Kami segera mendatangi seseorang yang berada di kompleks ini. Cristanto, ternyata adalah pengunjung tetap yang sering beribadah di tempat ini. Melalui dia, kami diajak untuk mendatangi sekretariat. Sayangnya, karena terlalu pagi dan tidak membuat janji sebelumnya, kami tidak bisa menemui mereka.

Banyak Dikunjungi Masyarakat

Menurut Cris, Vihara yang berdiri di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, ini termasuk tempat ibadah termegah di Bali. Bahkan, saat perayaan Imlek, vihara ini diserbu ribuan pengunjung baik dari dalam maupun luar Bali yang ingin beribadah. “Banyak masyarakat Tionghoa yang datang ke tempat ini. Mereka ingin beribadah sekaligus melihat langsung kemegahan bangunan. Setahu saya, tempat ini memang sudah menjadi objek wisata religi,” ucapnya.

Dilihat dari batu prasati yang berada di depan pintu masuk, Vihara Satya Dharma ini diresmikan oleh Gubernur Bali A.A. Ngurah Puspayoga pada 22 Agustus 2012. Vihara ini dibangun sebagai tempat untuk pemujaan bagi Dewa Ma Cho, yaitu dewa pelindung laut. Harapannya, agar menjadi tempat pemujaan bagi para pelaut yang bekerja maupun pelaut yang berasal dari berbagai negara yang sering singgah di Pelabuhan Benoa, Denpasar.

arsitekturnya Menakjubkan

Dilihat dari bentuk arsitekturnya, Vihara Satya Dharma ini sangat menarik. Bangunannya sangat identik dengan bentuk vihara yang ada di Tiongkok, yang sarat akan detail. Selain itu, di sekujur bangunan dipenuhi dengan ornamen berbentuk naga yang didominasi warna merah khas Tiongkok. Konon, bahan-bahan material pembuat bangunan dan ornamen banyak didatangkan langsung dari negeri Tirai Bambu.

Anda yang berkunjung ke tempat ini dapat mengabadikan foto di seluruh sudut bangunan, kecuali bagian dalam. Kami masih diperkenankan masuk ke dalam bangunan tetapi tidak diperbolehkan mengambil gambar karena khawatir mengganggu orang yang akan beribadah. Menurut Chris, Vihara Satya Dharma ini semakin menarik dikunjungi saat mendekati perayaan hari besar masyarakat Tionghoa, khususnya Imlek, karena akan digelar pertunjukan barongsai dan naga langit.

Tak hanya dapat dinikmati di siang hari, Vihara Satya Dharma ini juga dapat dikunjungi malam hari. Anda akan melihat lampu-lampu Vihara dari atap pertama sampai atap langitnya. Adanya lampu ini membuat Vihara ini semakin terlihat eksotis, artistik, dan megah. Tertarik berkunjung?

area sembahyang awal sebelum masuk ke dalam ruangan yang lokasinya sebelum pintu masuk. bangunan utama. kanan dan kiri berada di sebelah Pagoda yang area dalam vihara yang lokasinya tepat di depan pintu masuk. area ini masih dapat dilihat dari luar dan diperkenankan foto, sementara area dalam sudah tidak diperbolehkan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.