SETAPAK DARI MATERIAL ALAM

Kayu dan bambu dapat digunakan sebagai material jalan setapak. Hasilnya artistik dan tampak alami

Rumah - - EKSTERIOR - TEKS RAHMA YULIANTI rahma@gramedia-majalah.com FOTO YANNIS RUDOLF PRATASIK

Pada mulanya, di zaman Inggris kuno, jalan setapak memiliki fungsi sebagai jalur sirkulasi untuk mengarahkan pergerakan orang setelah melewati pagar atau gerbang rumah. Jalan setapak ini mutlak diperlukan di zaman itu, karena taman yang mengelilingi rumah memiliki luas yang cukup besar.

Di Jepang, fungsi jalan setapak agak berbeda. Di negeri ini, jalan setapak disebut sebagai “tobi-ishi”. Tobi-ishi ini adalah jalan setapak yang dibuat di rumah-rumah minum teh. Jalur ini dibuat agar tamu yang datang ke rumah minum teh tersebut tidak menginjak rumput atau tanaman yang ada di halaman.

Di Indonesia, jalan setapak fungsinya lebih merujuk ke Jepang. Jalan setapak di sini dibuat dengan tujuan agar tamu tidak menginjak rumput ketika ingin melewati taman. Atau sebagai pijakan pemilik rumah ketika sedang menyiram dan memangkas tanamannya.

Apapun fungsinya, jalan setapak hendaknya dibuat dengan tidak melupakan estetika sehingga taman tambah indah. Di pameran Flona yang diadakan Agustus 2016 lalu, RUMAH menemukan 3 buah jalan setapak yang dibuat dari bahan alam, yang bukan hanya fungsional, namun juga cantik dipandang mata. Simak 3 inspirasinya berikut ini. block. Paving block paving

Potongan batang kayu dikombinasikan dengan ini berfungsi sebagai batas tepi, hingga jalan setepak terlihat lebih rapi dan teratur. Sela-sela potongan batang kayu diisi dengan pasir dan sisa gergaji.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.