Bagi anda Yang Rindu hijaunya Jakarta

Jakarta Barat punya segudang tempat menarik untuk disambangi. Namun, bila Anda rindu akan hijaunya Jakarta, maka tempat inilah yang wajib Anda kunjungi. Selain menyegarkan, Anda tak perlu merogoh kocek yang dalam untuk datang ke sini.

Rumah - - JALAN-JALAN - TEKS SELVIA MARTIANI selvia@gramedia-majalah.com FOTO I GEDE YOGA DHARMA LAKSANA

Wajah Jakarta saat ini tak ubahnya seperti kota-kota metropolitan di negara-negara maju. Kemana pun Anda memandang, hanya bangunan-bangunan tinggi berparas beton dan kaca yang terlihat. Persaingan untuk maju memaksa Jakarta menjadi kota sesak penuh bangunan, kendaraan, dan lautan manusia.

Anda yang bertumbuh di era 90-an, pastinya rindu dengan Jakarta tempo dulu. Anda masih bisa melihat lahan persawahan, tanah kosong untuk resapan air, dan sedikit sekali bangunan tinggi. Bahkan, wisata yang bersifat alam pun masih banyak ditemui di tengah kota.

Jika Anda rindu dengan hijaunya Jakarta sambil berwisata, Anda bisa mengunjungi Hutan Kota Srengseng yang terletak di Jalan Haji Kelik, Srengseng, Jakarta Barat. RUMAH akan mengajak Anda menyambangi surga kecil di tengah rimbunan beton Ibu Kota, sekadar untuk melepas rindu dan menikmati nostalgia semasa Jakarta masih menjadi kota yang ramah.

Mengenal hutan kota SRENGSENG

Tampak depan Hutan Kota Srengseng, tak banyak berubah, hijau layaknya hutan. Hanya, papan namanya sudah terlihat kusam dan beberapa huruf ada yang hilang. Masuk lebih dalam, Anda akan menemui sebuah gedung yang sejajar dengan pos jaga. Di pos jaga inilah pengunjung dimintai uang masuk dan uang parkir kendaraan. Tiket per orang dihargai Rp1.000, sementara untuk kendaraan bermotor dihargai Rp2.000 dan mobil Rp4.000.

Lahan parkir berada di depan area taman bermain anak. Beberapa penjaja makanan dan minuman tampak menghiasi area parkir kendaraan. Area ini disediakan khusus untuk para pengunjung yang telah menjelajah hutan. Usai memarkir kendaraan, kami pun melangkah pasti untuk melepas rindu pada hutan terluas yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini.

Menyusuri bagian dalam hutan, Anda akan melihat berbagai macam pepohonan tinggi dan besar. Saking rimbunnya, ada beberapa area yang dirasa cukup gelap pada beberapa bagian. Tetapi, inilah yang ditawarkan Hutan Kota Srengseng, yaitu kesan sejuk dan nyaman. Walau matahari sedang terik menyapa, tak akan Anda rasa. Hanya saja, di antara kenyamanan ini ada sesuatu yang masih mengganggu, yaitu banyaknya sampah dedaunan dan beberapa jalan yang sudah berlumut.

oase kota Yang kian terabaikan

Christina Siringoringo (50), Penanggung Jawab Hutan Kota Srengseng, mengakui hutan ini masih memiliki segudang masalah yang harus diselesaikan. Misalnya, masalah lumut yang menutupi permukaan jalan setapak dan sampah daun yang berserakan. Ini dikarenakan jumlah pekerja yang disediakan oleh pihak Pemprov DKI untuk merawat hutan kota ini belum sebanding.

“Lahan hutan ini cukup luas, yakni 15ha, saat ini pertugas harian lepas (PHL) yang membersihkan hutan ini hanya berjumlah 15 orang. Bayangkan, satu orang membersihkan 1ha lahan. Pasti akan kewalahan,” ujar Christina.

Idealnya, setiap 1ha seharusnya diurus oleh 2 orang petugas sehingga pekerjaan

aktivitas favorit rara pengunjung yang datang ke hutan ini adalah memancing. Saat memasuki hutan, anda harus membayar tiket masuk dan kendaraan. Jalan setapak ini juga kerap dijadikan arena bersepeda.

tampak depan hutan kota Srengseng.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.