RIAD, SURGA DI MAROKO

Masyarakat Maroko membangun rumah mereka seperti surga.

Rumah - - SERBA SERBI - TEKS RAHMA YULIANTI rahma@gramedia-majalah.com FOTO RAHMA YULIANTI

Rumahku adalah surgaku. Kalimat ini sering kali diucapkan orang untuk menggambarkan huniannya yang menyenangkan, bak tinggal di kayangan. Namun bagi masyarakat Maroko, ini bukan hanya semboyan. Rumah adalah perwujudan surga dunia. Rumah didesain dengan mengejawantahkan arti surga sesungguhnya.

Riad, begitu rumah tradisional Maroko disebut. Riad sendiri berasal dari bahasa Arab “ryad” yang berarti taman. Riad memang didesain dengan berpusat pada sebuah taman di tengah rumah alias courtyard. Di courtyard ini terdapat sebuah kolam atau air mancur beserta pohon dan bunga, yang menggambarkan keadaan surga. Di dalam Al Quran memang disebutkan bahwa di surga nanti akan ada taman yang dialiri sungai jernih dan dinaungi pohon berbuah lebat. Itu sebabnya, pohon dan air—sekecil apapun ukurannya— wajib dihadirkan di taman tengah ini.

Semua ruang didesain dengan jendela dan pintu menghadap courtyard ini. Terkadang, ada selasar di sekeliling courtyard, tergantung luasan yang tersedia. Semua terbuka, sehingga dari ruang satu dapat melihat ruang lainnya. Namun sebaliknya, jika Anda melihat riad dari luar, yang tampak hanyalah sebuah dinding masif tanpa jendela. Hanya ada sebuah pintu cantik yang berfungsi sebagai pintu masuk. Mereka memang desain eksterior yang tertutup untuk dua tujuan, yakni untuk privasi bagi penghuni wanita rumah sekaligus sebagai penyesuaian terhadap iklim mereka. Surga!

Seluruh jendela berorientasi ke courtyard.

Dari luar, yang tampak hanyalah dinding masif tanpa jendela.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.