TEMU KANGEN DENGAN FURNITUR VINTAGE

Sepasang sejoli ini mendedikasikan waktunya untuk berbisnis furnitur berdesain vintage. Mereka ingin membawa nostalgia masa lampau ke rumah Anda.

Rumah - - PROFIL - TEKS GRACE ELDORA graceldora@gmail.com

Ayu Indriani dan Aldo Setyatama Putra telah mengumpulkan barang-barang dan furnitur vintage sejak masih menjadi mahasiswa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Saat itu, kedua mahasiswa seni ini menggunakan barang-barang seperti mesin ketik, telepon putar, jam weker, koper antik, radio, dan televisi analog untuk kebutuhan dekorasi foto dan film.

Kebiasaan mengumpulkan barang-barang vintage ini terus berlanjut hingga mereka lulus kuliah dan menikah. Pada April 2014, keduanya memiliki ide untuk menjual barang-barang tersebut lewat media sosial. Dari sini, perjalanan Temu Kangen sebagai toko daring yang menjual bendabenda dan furnitur vintage pun dimulai.

“Ternyata respon masyarakat bagus, peminatnya sangat banyak. Akhirnya, kami memutuskan untuk fokus membangun bisnis ini. Pada awalnya, kami hanya menjual pernak-perniknya. Pada 2015, kami mulai terjun untuk hunting furnitur vintage. Sekarang, kami fokus pada barang-barang dan furnitur vintage,” jelas Ayu.

TAK LAGI UMUM DI MASA SEKARANG

Aksesori jadul (zaman dahulu) yang disediakan Temu Kangen adalah benda orisinil yang diproduksi mulai era 1940-an hingga era 1980-an. Setiap benda direstorasi sedemikian rupa sehingga benda tua ini terlihat lebih pantas digunakan. Namun, mereka tidak menghilangkan esensinya.

“Speaker jengki dengan desain khas 1960-an kami ubah menjadi drawer multifungsi. Inovasi ini membuat calon konsumen lebih tertarik terhadap produk kami, karena tidak sekadar dijadikan pajangan, namun dapat digunakan sesuai fungsi barunya,” tukas dara kelahiran Jakarta ini.

Bila harus ada penambahan material, Ayu dan Aldo selalu menggunakan kayu jati tua. Mereka sengaja memilih limbah kayu sebagai material utama restorasi furnitur vintage orisinil. Menurut mereka, ini merupakan usaha Temu Kangen untuk mencegah pemanasan global dengan tidak menggunakan kayu baru.

Tak hanya itu, kualitas kayu jati tua dianggap jauh lebih kuat dibanding kayu lainnya. Ini terbukti dari masih kokoh dan kuatnya material kayu jati, walau dilihat dari tanggal produksinya sekitar tahun 1950-an. Untuk mendapatkan material kayu yang tepat, keduanya harus pergi ke beberapa kota besar di Pulau Jawa dan mencari kayu hasil bongkaran rumah-rumah tua. Semuanya dilakukan untuk menambah nilai estetis produk Temu Kangen.

“Serat kayu jati tua yang muncul pada permukaan kayu juga sangat bagus,” timpal pasangan suami istri ini. Mereka pun memastikan konsumennya puas pada pesona “benda tua” yang dipesan. Pengrajin berkualitas dari berbagai kota seperti Yogyakarta, Magelang, Solo, dan beberapa kota lainnya bergabung untuk menghasilkan furnitur jadul yang menawan.

MENJANGKAU BERBAGAI NEGARA

Media sosial dan situs daring menjadi salah satu cara Temu

PROFIL AYU INDRIANI

Nama: Ayu Indriani Tempat/tgl Lahir: Jakarta, 27 November 1991

PROFIL ALDO SETYATAMA PUTRA

Nama: Aldo Setyatama Putra Tempat/tgl Lahir: Madiun, 25 Januari 1990 Nama Perusahaan: Temu Kangen Vintage Store Alamat Perusahaan: Jl. Langenarjan Lor no. 8/17B Panembahan, Kraton, Yogyakarta IG: @temukangen. Website: www.temukangenvintage.com Kangen menjumpai Anda dan para penikmat benda vintage dari berbagai negara. Hingga kini, pernak-pernik Temu Kangen telah tersebar sampai ke Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Jepang, dan beberapa negara lainnya.

Konsumennya pun beragam, mulai dari orang yang ingin mengisi huniannya dengan sentuhan barang vintage hingga para kolektor. “Banyak juga pemilik usaha kafe, restoran, maupun hotel yang terus memesan produk kami agar tempat usahanya memiliki ciri khas vintage,” tutur Aldo.

Namun, Ayu dan Aldo menyadari pentingnya keterlibatan langsung para calon pembeli untuk memilih furnitur yang akan dibelinya. Setelah usaha berjalan sekitar 6 bulan, tempat penyimpanan berupa garasi berukuran 2,5m x 3,5m bertransformasi menjadi showroom resmi Temu Kangen.

“Yang menarik, ketika mereka melihat secara langsung barang yang kami jual, mereka seakan punya momen masing-masing terhadap barang tersebut,” tutup Ayu seakan memaknai nama yang mereka pilih, Temu Kangen.

DOK. AYU INDRIANI

FOTO

Set furnitur ruang tamu dengan bertema vintage eklektik jadi salah satu andalan Temu Kangen.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.