GUNAKAN FURNITUR YANG FLEKSIBEL

Salah satu siasat jitu yang dapat Anda lakukan untuk mengakali hunian mungil adalah dengan merancang furnitur sefleksibel mungkin agar mudah digeser, diangkat, dan dipindahkan.

Rumah - - LAPORAN UTAMA - TEKS IRFAN HIDAYAT irfan@gramedia-majalah.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA LUAS UNIT 28M2 MENGEKSPLOR KASUR MUDAH DIPINDAH-PINDAH

Sama seperti rumah, ukuran apartemen pun semakin mungil, bahkan lebih mungil dibanding rumah. Jika luasan rumah berada di angka 36m2 dan 45m2, luasan apartemen hanya 32—36m2 (1—2 kamar). Bahkan, untuk tipe studio ukurannya 24—28m2. Secara logika, ini jelas bukan luas yang ideal untuk tinggal. Walau begitu, Anda tak perlu bersedih. Anda masih bisa merancang hunian apartemen dengan desain yang menarik.

Arif Sentosa, arsitek dan pemilik konsultan desain bernama Arcadesain, mengatakan bahwa luas yang mungil bukan menjadi alasan membuat hunian kita tampil seadanya. “Anda harus pandai bersiasat dalam mendesainnya,” ucap Arif. Desain interior apartemen Metropark Residence ini contohnya. Dengan luasan 28m2, Arif beserta isterinya, Angela Catharina, mampu mengubah interior apartemen ini terlihat menarik, tanpa menghilangkan sisi nyaman dan fungsionalnya. Ini yang dilakukan Arif!

Kasur tak hanya dibuat untuk tidur pada bagian atasnya. Pada area bawahnya juga dirancang untuk tempat tidur anak dan tempat penyimpanan. Yang menarik, kasur ini bisa digeser sehingga Anda bisa memanfaatkan area ini sebagai ruang duduk santai untuk menonton televisi atau kumpul bersama, seperti makan-makan dengan sistem lesehan.

PANEL DINDING DIBUAT MULTIFUNGSI

Selain menempel panel dinding kayu pada bagian headboard kasur dan area dinding sebelah kanan kasur, Arif menambahkan panel cermin di sebelah kiri kasur. Selain digunakan sebagai elemen dalam mempercantik ruang, panel ini juga berfungsi sebagai tempat dandan dan mengecek busana pemilik rumah sebelum pergi ke luar. Agar terlihat trendi, desainnya sengaja dibuat menyerupai huruf X.

Tak semua furnitur dirancang tanam dan mati. Hanya furnitur dapur, lemari, meja di bawah televisi, dan meja multifungsi yang dirancang mati. Selebihnya, furnitur di ruang ini dirancang bisa dipindah-pindah. Selain kasur yang masih memungkinkan untuk digeser, meja nakas pun bisa dipindah. Jadi, jika butuh ruang lebih besar, Anda tinggal memindahkannya.

Dengan membuat beberapa siasat di atas, sang arsitek berhasil membuat apartemen studio yang berukuran mungil ini tetap tampil cantik dan menarik.

Sah-sah saja Anda memanfaatkan semua sudut ruang. Tetapi, jangan sampai membuat ruang terasa penuh dan padat. Untuk menyiasatinya, jangan membuat semua furnitur menempel hingga lantai. Contohnya, pada area bawah TV. Bisa saja saya membuat lemari penyimpanan di sini. Tetapi, hal ini tidak saya lakukan agar ruang terlihat “bernafas” dan tak membuatnya terkesan sumpek.

Dengan penataan yang tepat, membuat apartemen ini tak terkesan “padat” dan sumpek.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.