Pengembalian Rumah Kontrakan Seperti Kondisi Awal

Rumah - - PROPERTI -

QPak Yulius, Saya mengontrak sebuah rumah di kompleks perumahan di daerah Pondok Ranji sejak 3 tahun lalu. Karena rumah tersebut kerap bocor dan kondisi tersebut sangat mengganggu, saya berusaha menghubungi pemilik kontrakan. Namun ia sulit untuk dihubungi, hingga akhirnya saya memperbaiki sendiri kebocoran tersebut. Karena masih bocor, rumah saya tinggalkan dan pindah ke kontrakan baru (hak kontrak saya masih tersisa sekitar 6 bulan). Setelah masa kontrak selesai, pemilik kontrakan menelepon saya dan mengatakan telah mengeluarkan sejumlah biaya untuk melakukan perbaikan rumah kontrakan tersebut. Lebih lanjut, pemilik kontrakan yang tersebut meminta saya untuk mengganti biaya-biaya perbaikan rumah kontrakan tersebut. Pertanyaan saya, apakah terdapat kewajiban saya menurut hukum untuk mengganti biaya-biaya perbaikan rumah kontrakan tersebut?

Mohon nasehat hukum dari Bapak, terima kasih. Salam, Rezky Anhar, Jakarta Selatan

ATerima kasih atas pertanyaan yang Bapak ajukan. Hal pertama yang harus kami ketahui adalah: apakah dalam perjanjian sewa-menyewa antara Bapak dan pemilik rumah terdapat klausula mengenai kewajiban penggantian biayabiaya perbaikan rumah yang dikontrak, dan apakah biaya tersbut dibebankan kepada pihak pemilik kontrakan atau pihak yang mengontrak.

Perjanjian sewa-menyewa berdasarkan Pasal 1548 Kitab UndangUndang Hukum Perdata (Kuhperdata) adalah: suatu perjanjian di mana pihak pemberi sewa terikat dengan pihak penyewa untuk memberikan kepada pihak penyewa kenikmatan atas penggunaan dan pemanfaatan dari suatu barang yang dimilikinya atau yang menjadi haknya di dalam suatu jangka waktu tertentu dan dengan pembayaran harga sewa dari pihak penyewa kepada pihak pemberi sewa untuk itu.

Berkaitan dengan pertanyaan Bapak dan sesuai dengan kondisi bangunan rumah yang ternyata mengalami kebocoran yang terus menerus hingga memaksa untuk terpaksa pindah rumah, pertama harus dipastikan bahwa perbaikan atap yang Bapak lakukan sama sekali tidak mengubah konstruksi atap, hanya memperbaiki kebocorannya saja, serta tidak menimbulkan kerusakan lainnya (apalagi kerusakan yang bersifat konstruksi). Karena berdasarkan Pasal 1554 Kuhperdata, pihak yang menyewakan tidak diperkenankan selama waktu sewa untuk mengubah bentuk atau susunan barang yang disewakan. Lebih lanjut, merujuk pada Pasal 1564 Kuhperdata, diatur sebagai berikut.

Penyewa bertanggung jawab atas segala kerusakan yang ditimbulkan pada barang yang disewakan selama waktu sewa, kecuali jika ia membuktikan bahwa kerusakan itu terjadi di luar kesalahannya. Pasal 1566, diatur sebagai berikut. Penyewa bertanggung jawab atas segala kerusakan atau kerugian yang ditimbulkan pada barang sewa oleh teman-temannya serumah, atau oleh mereka yang mengambil alih sewanya.

Sehingga jika terjadi kerusakan pada rumah kontrakan, yang bukan disebabkan oleh Bapak atau pihak lain yang tinggal di sana/diterima oleh Bapak, ataupun, karena kesalahan pihak lain yang menerima pengoperan hak sewa dari Bapak, maka

Anda punya masalah dalam hukum jual-beli, pembuatan akta, atau masalah lain seputar hukum properti? Layangkan pertanyaan Anda ke RUMAH melalui e-mail ke rahma@gramedia-majalah.com. Cantumkan kata “Konsultasi Properti” pada judul e-mail. Bapak tidak berkewajiban untuk mengganti biaya perbaikan rumah tersebut.

Lebih lanjut, sehubungan dengan kebocoran atap dari bangunan rumah tersebut yang terjadi terus menerus yang menyebabkan Bapak tidak dapat menempati dan memanfaatkannya secara baik dan nyaman sehingga terpaksa harus menyewa kembali bangunan rumah yang lain. Berdasarkan Pasal 1552 Kuhperdata Bapak juga berhak untuk menuntut ganti rugi atas kerugan-kerugian yang Bapak derita tersebut kepada pihak pemberi sewa.

Demikian saya sampaikan, semoga penjelasan tersebut dapat berguna bagi Bapak. Salam, Yulius

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.