RUMAH, TEMPAT TERNYAMAN UNTUK KEMBALI

Disibukkan dengan urusan kantor sehari-hari membuat pasangan ini menjadikan rumahnya sebagai tempat kembali. Mereka pun menyulapnya senyaman mungkin. Bagaimana hasilnya?

Rumah - - RUMAH KITA - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com FOTO DOK. ALVI SEPTI RAHMAWATI

Ada pepatah yang berbunyi “Sejauh apapun melangkah, rumah akan menjadi tujuan terakhir untuk kembali pulang”. Pepatah tersebut rasanya CUKUP MEWAKILI DEFINISI RUMAH bagi pasangan ini. Adalah RM Kuncoro Utomo (28) dan Alvi Septi Rahmawati (27), pasangan yang sama-sama bekerja di luar rumah setiap harinya.

Setelah seharian bekerja, mereka pun membutuhkan sebuah rumah yang dirancang tak hanya sebagai tempat tinggal, tapi juga tempat yang membuat lelah bisa sirna seketika. Karena alasan itulah, pasangan muda ini, memikirkan konsep huniannya dengan apik. Tema minimalis monokrom akhirnya dipilih untuk rumah dengan luas 112m2 ini. Konsep interior dengan perpaduan hitam putih dianggap dapat memberikan kesan rileks, bersih, dan lapang ke dalam hunian mereka yang mungil.

MINTA TERAS BESAR

Beruntunglah Alvi beserta suami bertemu dengan Andrian Purnomo, sang arsitek, saat membangun rumah ini. “Saat akan membangun rumah, kami menggunakan jasa arsitek, karena menurut kami, penggunaan jasa arsitek membuat anggaran jadi lebih terkontrol,” ujar Alvi.

Berkisah mengenai proses pembangunan rumahnya, Alvi memulainya dari permintaan khusus pada arsitek. “Saya request untuk dibuatkan teras depan yang besar namun tidak terlalu terbuka, dapur semi outdoor, dan juga taman di bagian dalam rumah yang langsung bisa terlihat saat pertama kali masuk,” cerita perempuan yang memiliki bisnis

online produk perawatan kulit ini. Teras depan yang besar memiliki fungsi untuk menerima tamu yang merokok, tamu yang tidak begitu dikenal, atau teman yang ingin mengobrol santai saat datang ke rumah. Sedangkan, ruang tamu di dalam fungsinya untuk menerima tamu dekat sekaligus berfungsi sebagai ruang keluarga. Di rumah ini, kegemaran pemilik rumah terhadap hal-hal yang berbau simpel dan sedehana berhasil diakomodasi dengan baik oleh sang arsitek.

BEDA PENDAPAT

Cukup sulit ternyata menyatukan keinginan antara Alvi dan suami dalam membangun rumahnya. Semula, dapur terletak pada bagian depan. Lalu, Alvi pun memindahkannya ke bagian belakang. “Suami sedikit tidak setuju karena pasti akan ada biaya tambahan untuk pembangunannya, namun akhirnya suami mengalah,” kisahnya.

Letak dapur dengan konsep semi outdoor dipindah ke bagian belakang agar Alvi lebih leluasa saat memasak dan bau masakan dapat langsung terbuang keluar. “Mungkin menurut suami saya, karena kami sama-sama bekerja, dapur tidak akan sering terpakai. Tapi menurut saya, meskipun kami bekerja, dapur harus jadi salah satu tempat paling nyaman ketika di rumah,” ujarnya.

Ruang makan yang didesain dengan simpel dan bersebelahan dengan taman ini ternyata menjadi spot favorit Alvi dan suami. Di area inilah mereka biasa duduk bersama sambil berbincang sebelum berangkat kerja dan saat makan malam tiba. Ingatan akan kesibukkan dunia perkantoran yang padat pun dapat dinetralisir sesampainya mereka di rumah dan berbincang bersama. Inilah fungsi sebenarnya dari sebuah rumah.

Ruang tamu sekaligus ruang keluarga ini berhadapan langsung dengan taman mungil.

Dari taman inilah, sirkulasi udara yang masuk ke dalam rumah menjadi lancar dan

Beberapa dekorasi dipakai Alvi untuk menyemarakkan ruang demi ruang.

ruang makan inilah yang menjadi area favorit Alvi dan suami. Sebab, di ruang ini semua obrolan tercipta sepulangnya mereka dari bekerja

meja pada ruang kerja ini sengaja dipilih yang bisa dilipat agar tak memakan tempat.

motif keramik vintage memang saat ini sedang digandrungi oleh banyak orang, Alvi pun demikian. Ia menggunakan keramik tersebut sebagai material backsplash.

tidak ada headboard pada kasur yang berada di kamar tamu. untuk menyiasatinya, Alvi menggunakan wall art yang ditempel agar dinding tak sepi.

Kamar utama tak terlalu dipenuhi perabot dan furnitur agar ruang terlihat lega.

pemilik rumah, rm Kuncoro utomo dan Alvi Septi rahmawati, tak menggunakan jasa desainer interior untuk “mendandani” rumahnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.