Pasarkan Onel dalam Waktu Singkat

Dalam waktu singkat Onel furnitur melesat dan menyita perhatian publik berkat desain furniturnya yang unik. Kesuksesan Onel rupanya tak terlepas dari peran tiga sosok ini.

Rumah - - PROFIL - TEKS SELVIA MARTIANI selvia@gramedia-majalah.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

Saat menyambangi sebuah pameran furnitur di kawasan BSD, Tangerang, RUMAH terpesona dengan salah satu booth furnitur yang menyajikan produk mebel cantik nan unik. Produk furniturnya terbuat dari kayu sungkai dengan warna dan serat yang begitu natural. Onel Furniture, begitulah nama yang tertera pada papan nama booth tersebut.

Kehadiran Onel rupanya tak terlepas dari tangan dingin Muhammad Egha (26), salah satu sosok pendiri Onel Furniture. Sebelumnya, ia lebih dikenal sebagai seorang arsitek. Kini, ia mencoba peruntungan di bisnis furnitur. RUMAH pun berkesempatan menyambangi kantor Egha, begitu ia karib disapa, di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

Inilah hasil perbincangan kami mengenai cerita Onel.

Apa sih yang melatarbelakangi terbentuknya Onel Furniture?

Sebenarnya, saya membangun Onel bersama 2 rekan saya, Andhika Nataprawira (25) sebagai Chief Design Officer (Cdo)--bertanggung jawab dalam hal desain--dan Ditya Raras Vidyani (25), bertanggung jawab dalam hal pemasaran. Sementara, saya sendiri bertindak sebagai Chief Executive Office (CEO), bertanggung jawab dalam mengawasi operasional Onel secara keseluruhan.

Gagasannya bermula dari furnitur dengan desain yang unik umumnya dibanderol mahal dan terkesan ekslusif. Padahal, masyarakat menengah bawah juga berhak menikmatinya. Jadi intinya ada 3 hal yang ditawarkan Onel, yakni desain produk yang mumpuni, harga yang terjangkau, dan kemudahan dalam mendapatkan Onel. Ya, Onel dijual dalam bentuk e-commerce sehingga mudah didapatkan.

Pemain bisnis furnitur berbasis e-commerce sudah merajalela di Indonesia, adakah yang membedakan Onel dengan lainnya?

Boleh dikatakan beberapa pemain furnitur e-commerce memang menawarkan harga yang murah, tetapi dapat dipastikan kualitas Onel lebih baik. Selain itu, kami masih mempertahankan idealisme kami dalam berbisnis e-commerce. Ya, zaman sekarang marketing e-commerce sangat mengerikan. Orang berlombalomba bakar uang untuk menjual barang via e-commerce. Padahal, mereka belum tahu kapan akan balik modal. Hal tersebut umumnya membuat idealisme mereka berkurang, sehingga mereka rela menjual apa pun demi balik modal.

Anda menyebutkan hanya dalam 3 bulan, Onel sudah menyita perhatian publik, apa rahasianya?

Rahasia pemasaran kami terletak pada desain Onel yang cukup unik dan kualitas yang mumpuni. Pada saat Andhika mengajukan prototype (model awal) Onel, saya sudah mengetahui kalau desain ini akan melejit di pasaran. Sehingga, ketika sebuah produk sudah mumpuni dalam hal desain, maka hanya menunggu waktu untuk menjadi besar. Setelah itu, rancang strategi marketing yang baik. Pada proyek interior yang saya garap, saya menggunakan Onel sebagai pengisi interior.

Pada saat itu, Onel baru digodok, tetapi rupanya Onel sudah menyita perhatian. Kami pun lebih serius menggarap Onel. Beberapa kali mengikuti pameran furnitur dan hasilnya cukup signifikan. Beberapa tawaran kerja sama datang dari beberapa negara, seperti Jepang dan Jerman.

Adakah strategi marketing yang Anda terapkan?

Produk Onel baru diluncurkan pada Agustus 2016 silam, jadi secara strategi marketing kami belum cukup mumpuni. Bahkan saat ini, kami masih soft launching dan masih meraba-raba keinginan pasar. Selain itu, kami juga mempertegas segmentasi pasar yang ingin diraih. Jangan sampai kami memasarkan produk kepada orang yang salah. Bahkan, ketika mencari agen toko online yang bekerja sama dengan Onel, kami cukup pemilih. Kami memilih agen yang memiliki gaya serupa Onel, seperti Linoluna, Bobobo, Good Depts, dan lainnya.

Apa target yang ingin Onel capai di tahun mendatang?

Yang pasti kami ingin membuka showroom, tetapi lokasinya masih kami pertimbangkan, entah di Bali atau Jakarta. Pasalnya, Onel banyak diminati oleh orang asing, maka peluang membuka showroom di Bali sangat menggiurkan. Di sisi lain, kami juga tidak ingin mengecewakan pelanggan kami di Jakarta. Namun, satu tujuan yang ingin kami raih adalah membuat Onel dikenal banyak orang dan menjadikannya sebagai brand nomor satu di Indonesia.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.