MENELUSURI KEMEGAHAN Jejak Masa Lalu Korea Selatan

Di tengah belantara beton Seoul, istana-istana megah peninggalan penguasa semenanjung Korea di masa lalu masih berdiri dengan megahnya. Pun dengan permukiman tradisionalnya yang masih eksis, tak tergerus kencangnya laju modernitas.

Rumah - - JALAN-JALAN - TEKS ESTI GALUH ARINI estigaluharini@yahoo.com *) BUKCHON VILLAGE

Seoul punya banyak istana mengisi ruangruang kotanya. Tak kurang dari 5 buah istana yang ada di sini. Bila waktu pelesiran terbatas, tentu tak semuanya harus disambangi. Gyeongbokgung (Istana Gyeongbok) dan Istana Changdeokgung (Istana Changdeok) merupakan dua yang “wajib” dikunjungi.

Sebagai yang terbesar dan termegah, Gyeongbokgung merupakan istana yang jadi ikonnya Korea Selatan. Sementara Changdeokgung dimasukkan oleh UNESCO dalam daſtar Warisan Budaya Dunia pada 1997.

Setelah tuntas mengelilingi Gyeongbokgung, Anda bisa sekalian mampir ke permukiman tradisional Bukchon Village dengan berjalan kaki menyusuri jalanan utama Samcheong-dong yang unik dan atraktif. Menikmati kontrasnya “wajah” modern vs tradisional kota Seoul.

GYEONGBOKGUNG, ISTANA TERMEGAH DI SEOUL

Gyengbokgung yang dibangun pada 1395 dikenal juga dengan sebutan Northern Palace karena lokasinya yang terletak di sisi paling utara, dikelilingi Gunung Namsan dan Gunung Bugaksan. Istana ini rampung dibangun di awal era Dinasti Joseon, ketika mereka memindahkan ibukota dari Kaesong (sekarang Korea Utara) ke Hanyang (saat ini dikenal sebagai Seoul).

Sayangnya, saat Jepang menginvasi Korea selama 6 tahun pada 1592-1598, Istana Gyengbokgung sempat luluh lantak. Lebih dari 2,5 abad kemudian ketika Kaisar Gojong dari Dinasti Heungsondaewongun berkuasa pada 1852-1919, istana ini kembali dibangun.

Namun, gaya bangunannya berbeda dengan awal. Arsitektur Gyeongbokgung memadukan prinsip-prinsip arsitektur China Kuno dengan tradisi Dinasti Joseon. Tak kurang dari 330 bangunan yang memiliki lebih dari 7.700 buah kamar didirikan dalam area seluas 410 ribu meter persegi. Luas yang setara dengan sebuah kota kecil. Taman indah lengkap dengan kolam dan paviliun menyatukan antarbangunan yang tersebar.

Dalam kompleks Gyeongbokgung ini juga terdapat dua buah museum, yakni Museum Nasional Istana Korea yang terletak di sisi selatan Gerbang Heungnyemun dan Museum Nasional Rakyat Korea yang berisikan koleksi peralatan hidup dan semua tentang rakyat Korea dari zaman dahulu sampai sekarang.

Selain melihat arsitektur, Anda juga bisa menikmati atraksi upacara pergantian penjaga gerbang berbusana tradisional, setiap jamnya dari pukul 11.00-15.00. Ratusan rumah tradisional Korea dari era Dinasti Joseon yang disebut Hanok ini terletak di antara dua landmark Seoul, Sungai Cheonggyechon dan Jongno. Merujuk ke lokasinya, nama Bukchon sendiri artinya desa di utara. Dulunya, kaum aristokrat Dinasti Joseon bermukim di sini.

Hanok sendiri masih belum berubah sejak zaman Three Kingdom (Tiga Kerajaan) hingga akhir Dinasti Joseon. Rumah tradisionalnya menggunakan sistem penghangat di bawah lantai yang disebut Ondol. Asap dan panas disalurkan melalui corong asap yang dibangun di bawah lantai.

Sementara lantainya, terutama rumah-rumah di daerah Selatan, terbuat dari kayu. Untuk atap rumahnya ditutup dengan Giwa, genteng khas berlekuk berwarna hitam. Padahal, material utama Giwa adalah tanah merah.

Saat ini, sudah banyak Hanok yang beralih fungsi dari tempat tinggal menjadi pusat budaya, penginapan, restoran, dan kedai teh. Pas jika ingin merasakan secara langsung budaya tradisional Korea.

TAMAN RAHASIA DI CHANGDEOKGUNG

Changdeokgung atau Istana Changdeok merupakan kedua yang dibangun setelah Gyeongbokgung. Pembangunannya sendiri dimulai pada 1405. Istana favorit keluarga kerajaan untuk tinggal karena memiliki taman yang luas dan indah lengkap dengan air mancur dan paviliun.

Istana ini juga sempat hancur akibat invasi Jepang pda 1592. Namun, berhasil dibangun kembali ke bentuk aslinya pada 1611. Selain aset budaya yang terletak di Injeongjen Hall, Daeojojeon Hall, Seonjongjeon Hall, dan Geumwon, yang menjadi daya tarik istana ini adalah Huwon atau Secret Gardennya (taman rahasia).

Dari luas area Changdeokgung yang mencapai 405.636 meter persegi, hampir 60 persennya atau seluas 300.000 meter persegi merupakan taman. Taman bergaya tradisional Korea yang ditata apik dengan paviliun, aula, kolam teratai, bebatuan berbentuk unik, jembatan batu, tangga, dan patung.

Meski disebut sebagai taman rahasia, Huwon sama sekali tidak tersembunyi. Dulunya, Huwon hanya hanya boleh dimasuki oleh raja dan istrinya. Peraturan kerajaan yang berlaku saat itu melarang siapa pun selain raja dan istrinya masuk ke dalam, sehingga taman tersebut dijuluki Secret Garden. Kini, Huwon bisa dijelajahi oleh publik.

injongjeo hall dalam kompleks changdeokgung. kompleks istana ini masuk dalam daſtar Warisan Budaya Dunia dari unesco sejak 1997.

Deretan wanita korea Selatan mengenakan hanbok, busana tradisional korea Selatan, berpose di depan kolam Paviliun gyeonghoeru dalam kompleks gyeongbokgung. Paviliun gyeonghoeru yang dibangun pada 1867 ini kini difungsikan sebagai tempat untuk menjamu tamu-tamu penting luar negeri yang menyambangi gyeongbokgung, istana terbesar sekaligus ikon korea Selatan.

Paviliun hyangwonjeong, bangunan 2 lantai berbentuk heksagonal yang dibangun di tengah pulau kecil di danau dalam kompleks gyeongbokgung. Bukchon Village dipenuhi ratusan hanok, rumah tradisional khas korea, yang masih terawat dengan baik. arsitektur hanok dengan genteng berlekuknya, giwa, yang tidak berubah sejak zaman three kingdom hingga akhir Dinasti Joseon. gerbang gwanghamun merupakan gerbang utama yang menjadi pintu masuk menuju istana utama dalam kompleks gyeongbokgung.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.