GUNAKAN SKYLIGHT AGAR TERANG

Membuat skylight ( bukaan pada atap) akan membuat ruang sempit terasa lebih lapang.

Rumah - - LAPORAN UTAMA - TEKS SELVIA MARTIANI selvia@gramedia-majalah.com FOTO YANNIS RUDOLF PRATASIK

Memberi kesan luas pada hunian mungil dapat dihadirkan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menghadirkan elemen skylight, ventilasi atau bukaan pada atap rumah tinggal yang digunakan untuk meningkatkan intensitas cahaya alami ke dalam ruangan. Cahaya alami yang masuk melalui celah atap mampu dan membuat ruang terasa lebih terang dan lapang.

Skylight diterapkan Nisa Faher pada hunian mungilnya. Skylight dihadirkan di area ruang keluarga, ukurannya tidak terlalu besar, hanya 1m x 2m. Namun, cahaya yang masuk telah berhasil membuat ruang keluarganya terkesan lebih luas. Selain lebih sehat, penerapan jendela kaca di atap ini juga menghemat konsumsi listrik di hunian. Toh, ia tidak perlu menyalakan lampu saat siang hari.

AGAR TIDAK PANAS

Arif Rahman Syarfin, desainer interior dari Cubics Design-planner & Builder, mengungkapkan secara psikologis skylight dapat membuat ruang terkesan lebih luas. Tak ada ukuran ideal untuk skylight. Ukurannya tergantung dengan kebutuhan area yang ingin diberi cahaya.

“Agar esensi desainnya tidak terlalu jelek, Anda bisa membuat maksimal 2 skylight, tentunya dengan ukuran masing-masing maksimal 30%-50% dari ukuran plafon,” ujar Arif.

Namun, ketika ingin menghadirkan ventilasi atap ini, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan kontraktor atau arsitek. Pasalnya, penerapan skylight yang salah dapat membuat ruangan Anda mengalami masalah, seperti panas dan bocor.

Untuk menghindari kesan panas, Nisa menghadirkan bukaan yang lebar pada pintu menuju taman belakang. Ya, pintu kaca aluminium yang membatasi ruang makan dengan taman belakang ini sengaja dibuat lebar dan transparan, agar sirkulasi udara dapat masuk dengan leluasa.

TERANG DENGAN WARNA

Kesan luas dan lapang rupanya tak hanya dihadirkan lewat permainan cahaya alami yang masuk melalui celah atap. Agar kesan terang tidak monoton, Nisa mengaplikasikan warna-warna terang pada aksesori ruangnya. Terkesan ramai? Tidak sama sekali.

Dinding ruang yang didominasi putih membuat ia bebas menerapkan warna pada pernak-pernik yang ia miliki. Misalnya saja, warna sofa, cushion, karpet, dan pajangan-pajangan dinding. Warna-warna ini pun tak sembarang ia pilih. Ia menentukan beberapa warna yang memiliki tone serupa, lalu memadukannya. Penerapan warna-warna terang ini mampu berpadu apik dengan cahaya alami yang datang dari berbagai sudut ruang.

Ruang bersantai mengangkat paduan abu-abu-kuning, dengan hiasan dan tipografi sebagai aksen. Tipografi: Bahan akrilik

Bukaan lebar sengaja dihadirkan untuk membuat sirkulasi udara tetap terjaga. Meja: Kayu jati

Area ruang keluarga yang banyak menerapkan warna-warna terang pada pernak-perniknya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.