LEGA BERKAT FURNITUR TERBUKA

Pemilik rumah mungil ini menggunakan furnitur terbuka sebagai ruang penyimpanan. Selain dapat menghemat tempat, penggunaan furnitur terbuka bisa dimanfaatkan sebagai elemen dekorasi.

Rumah - - LAPORAN UTAMA - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com FOTO RICHARD SALAMPESSY

Dalam lahan terbatas, menggunakan lemari pintu berukuran besar sangat tidak dianjurkan sebab dapat menambah kesan sempit tersebut. Tak ada lagi tempat untuk menaruh pernakpernik cantik karena semua lahan telah habis untuk lemari.

Untuk mengatasi hal tersebut, ada satu trik yang sebenarnya dapat Anda coba. Lihatlah rumah mungil milik pasangan Prayojana Raditya Murti dan Siska Raditya ini. Untuk mengatasi luas lahan terbatas, Siska menggunakan area penyimpanan yang juga dimanfaatkan sebagai elemen dekorasi, yakni dengan menerapkan open storage atau penyimpanan terbuka.

Rak-rak terbuka ini memungkinkan pemilik rumah melihat barang-barang yang ia simpan. Untuk menjadikannya elemen dekorasi, Siska menata barang-barangnya dengan apik dan rapi. Setidaknya, ada dua rak terbuka yang dipakai Siska pada area ruang keluarga atau menonton TV.

Rak terbuka tersebut memperlihatkan stoples, tempat bumbu, hingga barang pecah belah. Kesemuanya ditata sedemikian rupa oleh Siska hingga terlihat rapi. Dengan susunan seperti ini, perabot tersebut pun menjelma menjadi elemen dekoratif.

SEBAGAI AREA PAJANG

Furnitur terbuka juga digunakan Siska pada kamar utama untuk meletakkan pakaiannya beserta suami. Penggunaan rak ini memungkinkan ia untuk memajang koleksi tersebut bak etalase toko. Rak ini menjadi solusi sehari-hari atas kesulitan saat ingin memilih dan memakai baju

sehingga lebih praktis dan cepat. Memang harus ada konsekuensi, ia mesti rajin merapikan setiap saat dan disiplin menjaga jumlah pakaian yang bisa tertampung. Itu justru dinilai sebagai cara positif bagi desainer sekaligus pemilik fashion brand lokal Toska Malika ini dalam menjaga kerapian pakaian yang disimpan.

Lemari pakaian ini dibuat dari material plywood sebagai ambalan dan dilapis HPL. Lemari ini digunakan sebagai penyimpan pakaian yang sering digunakan sehari-hari.

Bila memiliki luas lahan terbatas, penggunaan furnitur terbuka pada hunian mungil ini patut Anda coba. Namun, konsep ini membutuhkan kejelian serta kerapian Anda sebagai pemilik rumah dalam mengatur barangbarang. Anda pun mesti rajin membersihkan barang-barang yang ada di dalamnya agar terhindar dari debu.

Karena rumah ini berukuran mungil, plafonnya didesain tinggi agar memberi efek visual luas pada rumah. Sofa: Custom, Rp4.000.000

Rak terbuka juga diletakkan pada area baca atau sudut rumah. Rak tangga: Ikea, Rp199.000

Dua rak terbuka diletakkan pada ruang keluarga. Rak ini sekaligus menjadi elemen dekorasi yang mampu menambah estetika ruangan. Ikea, Rp299.000 Ikea, Rp1.000.000

Lemari ini digunakan sebagai penyimpan pakaian yang sering digunakan sehari-hari. Rak atas: Ace Hardware, Rp200.000/pcs Rak bawah: Ikea, Rp80.000-rp200.000/boks

Kamar utama ini didominasi oleh warna putih agar menambah kesan lapang pada ruangan.

sebagai seorang desainer pakaian, siska seringkali mendapat bahan sisa yang tak terpakai. Daripada dibuang begitu saja, siska memanfaatkan kain-kain tersebut sebagai elemen dekorasi. Caranya dengan menggunting kain tersebut dan membingkai potongannya pada bingkai foto.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.