MEMISAHKAN RUANG TANPA DINDING

Ruang demi ruang pada rumah mungil ini menyatu tanpa adanya sekat. Penghuninya sengaja membobok habis dinding masif yang berada di tengah ruangan. Bagaimana hasilnya?

Rumah - - LAPORAN UTAMA - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com FOTO RICHARD SALAMPESSY BERBEDA TEMA

Semua ruang yang terdapat di rumah, seperti ruang tidur, ruang keluarga, dapur, dan ruang makan perlu dipisahkan agar fungsi dari setiap ruang dapat terlihat jelas. Sebagian orang memilih dinding masif sebagai pembeda ruang yang satu dengan yang lainnya.

Namun, kehadiran dinding sebagai pembeda justru akan membuat ruangan menjadi semakin sempit, apalagi bila lahan rumah tidak terlalu luas. Menyadari luas huniannya terbatas, sang pemilik rumah, Chokie Lubis dan Ainindita Dumashanti, pun menyiasatinya dengan membuang dinding pembatas yang berada di tengah ruangan lantai dasar ini.

“Awalnya, ada dinding di tengah-tengah ruangan yang membuat rumah terlihat sempit. Kemudian, saat renovasi rumah, dinding tersebut dibobok biar enggak sumpek,” ujar Dita, sapaan karibnya, bercerita. Setelah dinding dihilangkan, foyer, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur pun menyatu tanpa sekat. Alhasil, ruangan tampak lebih lapang.

Untuk mengganti fungsi dinding sebagai pembeda keempat ruang tersebut, Dita memiliki triknya sendiri. Wanita yang berprofesi sebagai freelance media relations ini mendandani rumahnya dengan mencampurkan berbagai gaya dalam satu rumah.

Pada area foyer misalnya, Dita menonjolkaan konsep skandinavian dengan penggunaan furnitur jati belanda berpadu dengan besi sebagai kakinya. Sementara, pada bagian dapur, american classic style sangat terasa kental di sini.

Trik lain yang dilakukan oleh Dita untuk membedakan ruang demi ruang ialah dengan

mengaplikasikan karpet. Ruang keluarga, ruang makan, dan foyer yang menyatu tanpa partisi ini dipertegas dengan penggunaan karpet yang memiliki corak berbeda-beda. Menggunakan karpet sebagai pembeda tak hanya menghemat ruang tetapi juga menyuguhkan visualisasi ruangan yang lebih menarik.

Melalui rumah mungil ini kita belajar bahwa membagi ruang tak melulu harus menggunakan dinding dan sekat. Bila pembatas tersebut dibuang atau dihilangkan, rumah mungil tampak lebih lapang, bukan?

didesain seminimalis mungkin, namun tetap menarik berkat tambahan cushion pada kursi. Kursi: Balka Living, Rp759.000

Di dapur berkonsep

American classic inilah hidangan nikmat biasa diolah oleh Dita setiap harinya. Dapur: Rp30 juta

Ruang yang berfungsi sebagai foyer ini sekaligus dijadikan sebagai ruang meletakkan beberapa koleksi tanaman dan pernak-pernik lucu milik Dita. Rak: Ikea, Rp200.000 Rak: Ifurnholic, Rp990.000

Dinding pada ruang makan ini menggunakan

wallpaper bercorak bata ekspos sebagai pelapisnya. Ikea, Rp1.800.000 Informa, @Rp600.000

Tangga kuning ini berhasil mencuri perhatian siapapun yang datang berkat pengaplikasian tegel Kunci sebagai pelapisnya. Keramik: Tegel Kunci, Rp6.000/buah

Ruang keluarga ini menjadi area kumpul bila sanak saudara datang ke rumah.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.