RANGKA ATAP BAJA RINGAN LEBIH AMAN & EKONOMIS

Rangka kayu, besi, dan baja ringan adalah tiga material rangka atap yang umum digunakan. Di antara ketiga material tersebut, material rangka atap baja ringan jadi material favorit.

Rumah - - MATERIAL - TEKS SELVIA MARTIANI selvia@gramedia-majalah.com FOTO JOU EDNHY P.

Dalam sebuah struktur bangunan, rangka atap menjadi salah satu elemen vital. Letaknya yang berada di atas bangunan membuat rangka atap harus dirancang secara matang. Ada beberapa material pilihan untuk rangka atap hunian, yakni rangka atap kayu, rangka atap baja, dan rangka atap baja ringan. Struktur rangka atap kayu dulu sempat berjaya di masanya. Kesannya yang natural dan materialnya yang masih mudah ditemui menjadi salah satu kelebihan rangka atap kayu.

Namun, kini rangka atap kayu sudah mulai ditinggalkan. Pasalnya, material ini tidak tahan terhadap rayap dan rentan terhadap kondisi lembap. Selain itu, kayu saat ini menjadi material langka yang sulit ditemukan. Bila pun ada, harganya selangit. Samsu Atmadja, seorang konsultan developer sekaligus pemilik rumah, merasakan sendiri bagaimana rangka atap kayu yang ia gunakan habis dimakan rayap.

“Sekian lama pakai rangka kayu, setelah diperiksa, beberapa bagian habis dimakan rayap. Akhirnya beralih ke rangka baja solid,” ujar Samsu menjelaskan.

Rangka atap Baja Ringan

Ya, setelah rangka kayu mulai ditinggalkan, rangka atap yang mulai dilirik adalah rangka atap baja solid. Dari sisi kekuatan, rangka ini lebih kuat ketimbang kayu. Selain itu, rangka ini juga bebas rayap dan anti-korosi, sehingga aman dan tahan lama. Hanya saja, beban rangka baja solid lebih berat dan harganya pun mahal. Rangka atap ini pun hanya dapat digunakan untuk beberapa kalangan masyarakat. Alternatif material lain yang lebih ekonomis adalah besi hollow. Sayangnya, material ini dianggap kurang kuat dan berisiko korosi. Sehingga, beberapa arsitek tidak merekomendasikan material ini untuk rangka atap.

BAJA RINGAN ANTI-RAYAP, ANTI-KOROSI

Sejak 2 dekade silam, produk rangka atap kedatangan pemain baru, yakni rangka atap baja ringan. Salah satu produsen yang mengeluarkan produk rangka atap baja ringan ini adalah PT NS Bluescope. Menurut Gede Wijaya, Marketing Manager PT NS Bluescope Lysight Indonesia, material atap baja ringan memiliki beberapa kelebihan, misalnya saja bobotnya yang ringan membuat material ini dapat diaplikasikan dengan mudah. Strukturnya pun kuat sehingga aman saat menyangga atap rumah Anda. Berbeda dengan kayu, material ini antirayap dan dari sisi kekuatan, rangka atap baja ringan dilindungi lapisan pencegah karat (korosi).

MAKIN INOVATIF

Umumnya, lapisan coating pada baja ringan ini terdiri atas galvanis dan galvanum, yang merupakan campuran antara zinc (seng) dan alumunium. Beberapa produsen memiliki inovasi lapisan tersendiri, seperti lapisan ZAM (zinc, alumunium, dan magnesium) pada produk J-steel; dan zincalume pada Smartruss.

Gede menambahkan, saat ini produk rangka atap baja ringan

semakin inovatif. Inovasi terakhir dari PT NS Bluescope Lysaght Indonesia (NSBLI) adalah dengan menggunakan material baja lapis dengan massa lapisan penahan karat yang lebih tinggi, yaitu TRUECORE Steel yang memiliki lapisan zinc-alumunium sebesar 150 gr/m2.

Keunggulan yang ditawarkan rangka atap baja ringan membuat konsumen/pemilik rumah banyak mengaplikasikannya pada hunian mereka. Nah, bagi Anda yang ingin mengaplikasikan material ini, tetapi Anda masih menggunakan rangka kayu atau besi hollow, RUMAH memberikan langkahlangkah pergantian ke rangka atap baja ringan.

Harga jual produk rangka atap baja ringan sangat bergantung pada desain atap (bentuk, beban, dan sebagainya). Gede mengungkapkan kisaran harga rangka atap ini mulai dari dari Rp125,000 hingga Rp180,000/m2 (termasuk pemasangan).

ARIF BUDIMAN KEDIAMAN BANI SUKMANADYA, BINTARO, JAKARTA SELATAN

FOTO LOKASI Rangka atap baja solid menjadi material yang mulai dilirik kala rangka kayu tak lagi digunakan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.