MENUAI SENYUM DI WAJAH BARU KALIJODO

Dulu Kalijodo terkenal sebagai tempat lokalisasi di Jakarta. Kini tempat itu jadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang nyaman, aman, dan menyenangkan. Silakan mencoba!

Rumah - - JALAN-JALAN - TEKS DODDY D. SAPUTRA *) FOTO DODDY D. SAPUTRA *)

Dulu, jauh sebelum terjadi perombakan pada 29 Februari 2016, Kalijodo terkenal lewat prostitusinya yang aduhai. Mulai pukul tujuh malam, lampu warna-warni berkedipan di setiap sudut rumah yang dijadikan tempat ‘om om jajan’ dan wanita penghibur ‘jualan’. Pria mata keranjang tersenyum, mereka lupa akan keberadaan istri, anak, dan keluarga yang kerap khawatir menunggu pulang. Padahal, tempat lokalisasinya hanya berupa kelab malam dadakan, yakni rumah yang diberi hiasan lampu agar serupa dengan tempat hiburan malam betulan. Cukup memprihatinkan, dengan kondisi bangunan yang berdesakan akibat kekurangan lahan. Belum lagi soal dampak psikologis yang ditimbulkan, khususnya untuk anak-anak di wilayah sekitar. Jika dibiarkan berlarut, tentu tak bisa dibayangkan seperti apa masa depan yang menunggu mereka.

KALIJODO KINI

Hingga akhirnya, pemerintah memutuskan untuk memindahkan warga ke tempat tinggal yang lebih layak. Bekerja sama dengan salah satu pengembang swasta, Kalijodo disulap total oleh Pemprov DKI. Dari kumuh menjadi hijau, dari negatif menjadi positif, dan dari meresahkan jadi membanggakan.

Setidaknya itulah yang diyakini Idham, warga yang sudah 15 tahun lebih tinggal di sekitaran Kalijodo. Menurutnya, perubahan fisik yang dilakukan telah mentransformasi kawasan tersebut menjadi lebih baik.

“Jika diingat lagi ke belakang, dulu, kasarnya, tidak ada perempuan berkerudung berani melintasi area sini (Kalijodo). Sekarang banyak, baik untuk bermain, selfie, atau sekadar melihat-lihat,” tuturnya.

Idham melanjutkan, dulu juga, wajahnya kerap lesu saat dikenal sebagai warga Kalijodo, sebab imagenya. Kini, gambaran negatif itu berangsur-angsur hilang. Ia mengaku bahwa sekarang bisa lebih bangga menjadi warga Kalijodo, mengingat hanya Kalijodo tempat yang memiliki taman bermain lengkap di Jakarta.

Selain Idham dan anaknya, ada pula Hafif, pria yang pernah tinggal di Bandung ini mengaku sangat menikmati bermain skateboard di skate park Kalijodo.

“Baru pertama kali ke sini, susah juga sebenarnya cari tempat main skate di Jakarta, tapi akhirnya ada juga. Keren, kurang skateshop- nya aja,” pungkas Hafif.

Ketika dikonfirmasi kepada pihak pengelola, Taman Kalijodo memang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Apalagi jika memasuki malam minggu, tidak kurang 700 orang kerap memadati kawasan tersebut.

“Di sini para remaja seolah menemukan dunianya yang hilang, apalagi pas malam minggu,” tukas Jamal, penanggung jawab sementara RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak)kalijodo.

Menjelang pagi, taman biasanya dipadati oleh keluarga yang ingin berolahraga. Untuk Senin dan Rabu, aerobik menjadi agenda rutin ibu-ibu sekitar dengan jumlah mencapai 100 hingga 200 orang.

YANG ADA DI KALIJODO

Secara keseluruhan, Taman Kalijodo memiliki luas 3,5 hektare, bentuknya memanjang dan terdiri dari dua bagian, yakni bagian barat (karena berada di wilayah Jakarta Barat), serta bagian utara (sudah masuk kawasan Jakarta Utara).

Pada bagian barat yang merupakan pintu masuk utama, terdapat bangunan yang mukanya nampak seperti stadion sepakbola, hanya saja ukurannya sedikit lebih kecil. Ada ruang khusus pengelola di bagian paling kiri, kemudian aula, perpustakaan anak, ruang PKK, serta toilet di paling kanan.

Sementara itu, halamannya dilengkapi dengan beberapa hiasan rumput hijau. Karena juga merupakan RPTRA, maka disediakan pula fasilitas permainan anak seperti

perosotan, jungkat-jangkit, ayunan, dan lapangan futsal.

Usai dari sana, naiklah tangga untuk melompati bangunan, Anda akan dapat melihat pemandangan taman yang memanjang.

Kawasan di belakang bangunan merupakan taman bagian utara, di sana ada tempat untuk duduk-duduk yang dilengkapi dengan vending machine, toilet, serta mushola. Ada pula tempat penyewaan mainan anak seperti becak-becakan dan motormotoran kecil. Lebih ke belakang, ada skate

park yang dikelilingi oleh jalur main sepeda. Hingga kini, wilayah ini masih yang paling disukai, khususnya untuk para remaja. Selebihnya, hanya ada padang rumput memanjang yang berupa RTH (Ruang Terbuka Hijau) dan jalur pejalan kaki ( jogging track) untuk menuju jalan Bandengan Terusan.

Rencananya, akan ada kios kuliner, namun masih belum bisa digunakan karena masih dalam tahap pembangunan. Menurut pihak pengelola, kabarnya usai pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) DKI, kios tersebut baru bisa dinikmati keberadaannya.

Namun, tak perlu khawatir, karena sepanjang jalan Kepanduan II (perbatasan wilayah Penjaringan – Jakarta Utara dengan Tambora – Jakarta Barat), yakni jalan yang menjadi pembatas antara Taman Kalijodo dengan bantaran kali Angke, akan padat oleh jajanan rakyat yang bisa memanjakan perut. Tentunya dengan harga yang cukup ramah di kantong.

Bagi yang ingin datang ke taman kalijodo, disarankan untuk membawa air botolan sedikit lebih banyak. Pasalnya, hingga kunjungan terakhir, 1 februari 2017 silam, keran pada toilet dan mushola bagian belakang tidak berfungsi.

Rata-rata pengunjung datang untun bermain

skate board dan sepeda. taman Kalijodo kebanyakan dipenuhi oleh anak-anak muda.

inilah area parkir dan jajanan rakyat yang berada di taman Kalijodo.

Bila si kecil belum mahir bermain skate board, anda bisa membawa anak anda ke area bermain anak.

Di taman Kalijodo juga terdapat tempat penyewaan berbagai permainan untuk anak. Jadi jangan khawatir si kecil akan bosan berada di sini.

Lapangan futsal ini berada di area depan, tepatnya di depan papan nama taman Kalijodo.

tangga dari arah skate park menuju keluar ke pintu utama.

tempat duduk ini dihadirkan untuk bersantai. Bila anda dehidrasi, anda bisa membeli minuman di vending machine ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.