UBAH GAYA HIDUP

Bila kita ibaratkan rumah seperti sebuah lemari, maka bila kita isi lemari tersebut melebihi kapasitasnya, lemari akan jebol dan benda-benda di dalamnya akan rusak.

Rumah - - TIP - TEKS MADE M. KARDHA

TOO MANY PEOPLE SPEND MONEY THEY HAVEN’T EARNED, TO BUY THINGS THEY DON’T WANT, TO IMPRESS PEOPLE THEY DON’T LIKE. WILL ROGERS

Kalimat di atas memberikan gambaran bahwa hidup di rumah mungil tetap bisa nyaman asalkan kita mengisi hunian kita sesuai kapasitasnya. Sebesar apapun upaya kita menata interior demi menciptakan kesan ruang yang lebih luas tidak akan sukses bila gaya hidup kita tidak mendukung itu. Karena tinggal di rumah mungil bukan hanya soal bagaimana menata benda-benda yang ada di dalamnya, namun juga bagaimana menyeseuaikan gaya hidup kita dengan luas hunian kita.

Bila sebelumnya kita tinggal di rumah orang tua yang cenderung lebih luas, maka ada banyak penyesuaian yang perlu kita lakukan. Yang paling utama adalah menahan diri dari kebiasaan membeli barang.

Misalnya dulu kita terbiasa memiliki 3 jenis ukuran panci yang akan digunakan sesuai kebutuhan yang berbeda, kita perlu membiasakan diri untuk menggunakan satu panci serbaguna. Bila dulu sering merasa sayang membuang pakaian yang sudah tidak cukup namun masih bagus, sekarang harus tega melungsurkannya ke orang yang lebih membutuhkan. Bila belum tentu setahun sekali mengadakan acara makan-makan di rumah, tidak perlu menyetok banyak alat makan (toh ada banyak layanan catering).

Memang tidak mudah mengubah kebiasaan ini. Tapi itulah tantangan tinggal di rumah dengan ukuran terbatas. Atau bila keinginan berbelanja sudah tidak terbendung, maka rajin-rajinlah menyumbangkan barang lama ke orang lain. Menyortir barang setiap 6 bulan sekali perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada barang yang tersimpan lebih dari 6 bulan tanpa pernah terpakai.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.