10 TAMPIL TRENDI DENGAN MURAL

Mural, seni lukis pada permukaan bidang, saat ini menjadi tren kembali. Tak hanya di kafe-kafe atau bangunan komersial, aplikasi mural kini juga merambah hunian.

Rumah - - LAPORAN UTAMA - TEKS IRFAN HIDAYAT irfan@gramedia-majalah.com FOTO IRFAN HIDAYAT

Tren mural melejit kembali. Tak sulit menemukan karya mural di setiap sudut kota. Dari mulai tiang konstruksi jembatan layang, pagar taman kota, kafe, restoran, hotel, sampai taman, banyak yang mengaplikasikan mural. Bahkan, seni lukis yang banyak diaplikasikan di dinding ini ini semakin banyak diperbincangkan orang setelah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo menggunakan mural untuk memperindah areanya.

PERKEMBANGAN MURAL

Sebelum jauh mengupas mural di rumah, tak salah jika kita melihat perkembangan mural dari masa ke masa. Mural sebenarnya telah lama dikenal luas. Bahkan dikutip dari www.bbc.com, mural sudah ada sejak zaman prasejarah. Hal ini dibuktikan dari adanya lukisan gua di Lascaux, bagian selatan Perancis. Diduga, lukisan gua ini diciptakan sejak 31.500 tahun lalu sebagai cara berkomunikasi dan menyimpan memori.

Dalam perkembangannya, para seniman Eropa di abad pertengahan sering mengaplikasikan mural pada interior, khususnya pada bangunanbangunan bergaya Baroque, Rococo, dan Renaissance. Tak heran jika Anda banyak melihat mural pada bangunan-bangunan Eropa terutama di dinding dan langit-langitnya.

Dari interior, mural pindah ke eksterior. Mural menjadi salah satu media masyarakat urban untuk beropini di jalanan dan ruang luar lainnya—khususnya menyangkut hal-hal sosial dan politik. Oleh karena itu, banyak seniman mengategorikannya sebagai street art atau seni jalanan. Kini, banyak orang mulai mengaplikasikannya di interior.

BENTUK EKSPRESI DIRI

Aliansyah Caniago, seniman mural Indonesia, mengungkapkan bahwa proses pembuatan dinding lukis di rumah bersifat lebih privat. Biasanya, banyak dilatarbelakangi unsur ingin mengekspresikan diri kepada orang lain. “Misalnya, jika pemilik menyukai Lego dan kartun, biasanya muralnya tak jauh-jauh dari gambar Lego atau kartun,” ucapnya.

“Bedanya mural untuk lingkungan dan rumah adalah kalau lingkungan temanya lebih bebas. Sementara, saat melukis mural di dalam ruang, saya harus memikirkan konsep yang spesifik, disesuaikan dengan karakteristik dan kemauan pemilik rumah,” ujar pria yang mengenyam pendidikan di Jurusan Seni Murni Institut Teknologi Bandung ini.

Untuk aplikasinya, mural bisa ditempatkan di dinding atau plafon berbahan dasar plesteran, kayu, atau papan gipsum. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi dinding, jangan sampai dindingnya bermasalah dan ada retak. “Jika terdeteksi seperti itu, harus diperbaiki terlebih dahulu,” ucap Aliansyah. Sementara, untuk lokasi penempatannya tak ada aturan. “Bisa diletakkan di dinding kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu, atau meja makan,” ucapnya.

MASKING TAPE

Selain mural, saat ini aplikasi masking tape untuk interior juga disukai. Masking tape adalah elemen dekorasi untuk interior yang tampilannya bisa berupa gambar, tulisan, atau angka tertentu yang pengerjaannya dibantu dengan lakban atau masking tape. Materialnya bisa ditempel di dinding, kaca, atau plafon. Cara kerjanya tinggal menempel di dinding, lakukan proses pengecatan, kemudian lepas lakban setelah cat mengering. Masking tape pun siap mempercantik interior di rumah Anda.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang pembuatan mural dan juga masking tape di rumah, silakan baca tuntas Laporan Utama kali ini.

NOVOTEL MANGGA DUA SQUARE HOTEL

LOKASI

YANNIS RUDOLF PRATASIK KEDIAMAN REZA LUTHFANSYAH-ANNA ZORAYA, CIRENDEU, TANGERANG SELATAN

Contoh aplikasi pada dinding. FOTO LOKASI

RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK (RPTRA) KALIJODO

LOKASI

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.