Cerdas simpan makanan di kulkas

Pilihan kulkas dan cara penyimpanan yang tepat akan menjamin kualitas makanan yang tersimpan di dalam kulkas. Makanan sisa sahur dan berbuka jadi tak terbuang sia-sia!

Rumah - - RUMA SEHAT - TEKS EMILIA NURIANA emilia. nuriana@gramedia-majalah.com

Selesai sahur dan berbuka tak jarang ada makanan yang tersisa. Daripada terbuang sia-sia, simpan makanan yang tersisa ke dalam kulkas untuk di santap kembali. Namun, kebanyakan pemilik rumah menyimpan makanan sisa ke dalam kulkas tanpa memerhatikan cara penyimpanan yang tepat. Hal ini membuat kulkas menjadi bau hingga membuat makanan yang disimpan pun jadi tak nikmat lagi untuk disantap. Makanan akan terkontaminasi aroma bahan makanan lain di dalam kulkas dan akhirnya, makanan sisa tadi jadi terbuang!

Agar masalah ini tidak terjadi, sebaiknya simpan sisa makanan secara terpisah dalam wadah tertutup. Dengan begitu, makanan akan relatif lebih awet karena aromanya tidak terkontaminasi satu sama lain. Selain itu, perhatikan juga jenis kulkas yang Anda gunakan karena akan berpengaruh pada cara kerja mesin dan suhu kulkas yang dihasilkan.

KULKAS LOW WATT DAPAT MERUSAK MAKANAN?

Ketika memilih kulkas, Anda akan berhadapan dengan berbagai fitur kulkas. Salah satu fitur yang sering ditawarkan adalah rendah watt (low watt) yang diklaim bisa lebih hemat listrik. Tapi ternyata fitur rendah watt tidak menjamin konsumsi listrik kulkas akan lebih hemat dibanding penggunaan kulkas biasa (bukan rendah watt).

Hal ini dibenarkan oleh Frangky Purnomo Angelo, Fridge and Washer Product Manager, Panasonic Indonesia. Menurutnya, kebiasaan pengguna kulkas akan membawa pengaruh lebih banyak pada hemat tidaknya penggunaan listrik kulkas. Ia mencontohkan ketika pengguna kulkas sering membuka-tutup pintu kulkas, maka mesin kulkas akan bekerja ekstra untuk menjaga suhu kulkas. Kalau suhu tidak stabil, kualitas makanan yang disimpan tentu akan ikut terpengaruh, bahkan membuat citarasa makanan jadi “rusak”.

Karena itu, menurut Frangky kulkas rendah watt sebenarnya ditujukan untuk konsumen yang memiliki daya listrik rendah di rumahnya. “Jadi kulkas dan peranti lainnya bisa diaktifkan bersamaan tanpa takut listrik jatuh,” kata Frangky. Tapi untuk menyimpan makanan, kulkas rendah watt tetap bisa jadi pilihan. Yang penting, jangan biarkan pintu kulkas terbuka terlalu lama dan letakkan kulkas di tempat yang teduh.

INI PILIHAN TEPAT!

Fitur kulkas lainnya yang teranyar adalah kulkas dengan teknologi inverter. Hampir sama dengan kulkas rendah watt, fitur ini juga bisa mengurangi penggunaan listrik. Bedanya, teknologi inverter bisa lebih cepat mendinginkan suhu dalam kulkas dibanding kulkas rendah watt dan daya listrik yang digunakan juga lebih hemat.

Pada kulkas inverter, ketika suhu kulkas sudah mencapai titik yang sesuai pengaturan, mesin akan berada pada posisi standby. Bila pengguna mulai membukatutup pintu atau ada pengaruh lainnya yang menyebabkan suhu kulkas meningkat, maka mesin kulkas inverter akan bekerja lagi dengan kecepatan yang naik perlahan. “Dengan begitu, konsumsi listriknya akan lebih terkontrol dibanding pada kulkas low watt, yang mana kecepatan mesinnya naik secara drastis,” ungkap Frangky.

Cara kerja mesin inilah yang kemudian membuat kulkas inverter akan menjaga kualitas makanan relatif lebih bagus, sebab suhu di dalam kulkas akan lebih terjaga. Tapi kembali lagi, perilaku buka-tutup pintu kulkas, penempatan kulkas di area yang terkena sinar matahari, hingga cara menyimpan makanan akan memberi pengaruh pada performa kulkas dan kualitas makanan yang disimpan. Jadi, yuk lebih cermat ketika menyimpan makanan di dalam kulkas!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.