Pilihan Tanaman Memengaruhi Harga

Agar anggaran yang sudah disiapkan untuk membuat taman tidak membengkak, pilihlah tanaman sesuai dengan bujet yang Anda miliki.

Rumah - - LAPORAN UTAMA - TEKS TIYA SEPTIAWATI FOTO YANNIS RUDOLF PRATASIK

Untuk membuat sebuah taman impian, Anda perlu memilih tanaman dengan tepat. Anda harus menentukan groundcover, tanaman semak, dan tanaman tinggi mana yang nantinya akan menghijaukan taman Anda. Jangan khawatir, dengan bujet terbatas Anda tetap bisa membuat taman cantik. Caranya, dengan memilih tanaman sesuai dengan bujet Anda.

Menurut Tigor C Siahaan, arsitek lansekap dari TSLA Studio, ada beberapa biaya elemen taman yang dapat Anda tekan, mulai dari pemilihan tanaman sampai material finishing untuk dinding. Tigor menyarankan untuk memilih pohon berdasarkan fungsinya.

“Selalu ada pilihan pohon yang lebih murah. Yang terpenting adalah fungsinya, lalu estetikanya, bukan jenis atau harganya. Misalnya kamboja, harganya relatif lebih mahal jika dibanding kemuning atau kenanga. Tapi secara fungsi dan estetika, sama saja. Anda bisa pilih kemuning yang relatif lebih murah, namun punya fungsi yang mengharumkan juga,” ujar Tigor.

Sementara untuk finishing dinding, Ia juga menyarankan untuk memilih material cat yang relatif lebih murah dibanding batu alam, seperti andesit atau paras. “Dinding biasanya hanya berfungsi sebagai latar taman. Jadi, kita bisa hemat di bagian ini. Cat atau finishing plester cukup, atau bahkan bata ekspos juga cukup. Kalau mau dicat, pilih warna putih, hitam atau abu-abu untuk latar belakang dari warna hijau tanaman,” jelasnya. Bujet yang dihemat dari material finishing ini kemudian bisa dialokasikan untuk tanaman.

INI yang BIKIN Mahal!

Dari semua elemen taman, ada satu hal yang cukup memakan biaya, yaitu kolam. Bukan hanya biaya pembuatannya yang mahal, tapi juga biaya pemeliharaannya (listrik, air, makanan ikan, dan lain- lain). Bila Anda ingin ada elemen air di taman, Tigor menyarankan untuk pakai water feature kecil atau bahkan pot tanaman air saja, kemudian isi dengan teratai dan ikan-ikan kecil.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Andie Xoticgarden dari konsultan lansekap Xoticgarden. Ia mengungkapkan bahwa elemen yang paling menguras kantong adalah elemen hardscape, seperti kolam, gazebo, dan artwork.

Sebagai gambaran, biaya untuk membangun kolamnya saja bisa mencapai Rp600.000— Rp800.000/m2, belum termasuk isi kolam dan instalasinya. Begitu juga jika Anda ingin menghadirkan gazebo. Harga gazebo kayu biasa (bukan jati) yang paling mudah Rp3 juta untuk 2m x 2m.

Andie menyarankan, bila Anda ingin menghadirkan elemen ini, sebaiknya pilih salah satu saja. Misalnya, taman plus kolam, taman plus waterwall, atau taman plus gazebo. Begitupun dengan aksesorinya seperti patung, scluptute, atau artwork. Terlalu banyak elemen hardscape di dalam taman, selain dapat membengkakkan biaya, juga akan membuat taman Anda terlalu ramai.

Selain itu, perhatikan ukurannya. Anda tidak perlu membuat hardscape berukuran besar jika dana yang Anda miliki terbatas. Cukup elemen berukuran mungil tetapi tetap proporsional. Yang penting, Anda bisa menikmatinya dan tampilan taman Anda tetap terlihat menarik.

Untuk meterial hardscape, sebaiknya pilih yang tahan terhadap cuaca. Misalnya, mengganti material kayu asli dengan kayu imitasi atau melengkapi material tersebut dengan lapisan anti-jamur atau anti-lapuk. Tujuannya, agar taman Anda memiliki umur yang panjang. Taman impian Anda pun bisa terbangun dengan indah dan sesuai bujet.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.