Hemat Lahan dengan Taman Vertikal

Ingin memiliki taman di rumah, tetapi tidak memiliki lahan yang luas? Bikin taman vertikal ( vertical garden) bisa jadi solusi tepat mengenai masalah ini.

Rumah - - LAPORAN UTAMA - TEKS SITI NAHDIATUL FATA MURTAZA FOTO TAN RAHADIAN

Banyak orang yang ingin membuat taman tapi terbentur luas lahan yang terbatas. Taman vertikal ( vertical garden) bisa jadi solusinya. Taman vertikal—sering disebut juga taman dinding— adalah sebuah taman yang dibuat secara tegak ( vertical), biasanya menumpu pada dinding. Walaupun tidak ada batasan luas, biasanya area taman vertikal untuk rumah sekitar 10-20 meter persegi.

Kelebihan taman model ini terletak pada penggunaan lahan yang lebih sedikit dibanding taman konvensional. Beberapa jenis tanaman bisa digunakan untuk taman vertikal. Rizki Syahrazi, konsultan taman dan Marketing Manager PT Godong Ijo Asri mengatakan taman vertikal umumnya menggunakan tanaman berbatang lunak dengan akar serabut seperti jenis tanaman Schefflera green (walisongo), phillo golden, calathea, dan monstera. Selain itu, karakter tanaman yang dipilih biasanya memiliki pertumbuhan yang tidak terlalu cepat dan bisa hidup di media vertikal.

Agar tanaman tumbuh dengan baik, Anda bisa menggunakan media tanam dari tanah, pupuk kandang, atau sekam. Menurut Rizki, selain tanah sebagai media tanam vertical garden Anda juga bisa memakai media tanam alternatif bernama rockwool yang terbuat dari campuran batuan basalt, batu kapur, dan batu bara yang sudah dilelehkan menjadi serat seperti kapas. Keunggulan rockwool adalah dapat menjaga bidang taman vertikal tetap bersih dan bisa menyerap air lebih banyak untuk nutrisi tanaman.

Pada taman vertikal Anda juga membutuhkan wadah media taman. Selain pot, Anda bisa memanfaatkan benda lainnya seperti botol plastik, pipa paralon, stoples bekas, atau kantong serbaguna. Sedangkan untuk konstruksinya Anda bisa memakai kayu atau kawat agar wadah media tanam tertata rapi dan tidak merusak tembok rumah. Wadah yang ringan (seperti bahan plastik) baik digunakan karena konstruksi penopangnya lebih sederhana.

Tak seperti taman konvensional, taman vertikal bisa diletakkan di area indoor atau outdoor. Nemun demikian, menurut Rizki, idealnya taman vertikal diletakkan di luar ruangan agar proses fotosintesis berjalan dengan baik. Namun, jika Anda menempatkan taman vertikal di dalam ruang, sebaiknya lakukan penjemuran pada pagi hari setiap 2 kali dalam satu minggu atau merenovasi atap rumah menjadi transparan agar tanaman terkena sinar matahari langsung.

CARA MERAWAT

Perawatan tanaman pada taman vertikal cukup mudah, karena yang diperlukan hanya pemupukan secara rutin. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan setiap 1 bulan sekali dengan memakai pupuk kandang, sedangkan penyiraman dilakukan 1 kali sehari di pagi hari agar tanaman cukup menyerap air saat berfotosintesis.

Pemangkasan dan penggantian pot baru bisa Anda lakukan bila tanaman sudah terlihat rimbun dan tampilan luar pot mulai rusak.

KEDIAMAN ANJAR WIYOSO – DIAN SAPTIKASARI, PONDOK GEDE, JAKARTA TIMUR

LOKASI

Rak kayu yang tersusun secara vertikal di dinding bisa jadi tempat pot untuk taman vertikal di area

DOK. PT GODONG IJO ASRI

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.