TERINSPIRASI VILA DI BALI

Dalam mendesain huniannya, pemilik rumah ini mengadopsi desain vila-vila di Bali yang terasa asri.

Rumah - - RUMAH KITA - TEKS TIYA SEPTIAWATI FOTO ADELINE KRISANTI

Beberapa kali kunjungan mereka ke Bali ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi pasangan Dimas Dwilasetio dan Rininta Duaty. Keduanya jatuh cinta pada aristektur vila Bali yang bersuasana tenteram dan menyatu dengan alam. Saat membangun hunian, mereka ingin mengadopsi gaya tersebut.

Akhir 2016, keinginan mereka pun tercapai. Hunian seluas 200 m2 berhasil terbangun dengan indah. Sesuai mimpi mereka, beberapa sudut di rumah ini dibuat seperti bangunan di Bali.

Salah satu contoh sentuhan rumah tradisional Bali dapat dilihat pada atap rumah. Di Bali banyak terdapat atap yang diekspos atau atap tanpa penutup.

Tujuannya, struktur atap bangunan tetap terlihat keindahannya. Begitu pun di rumah ini, yang menggunakan genting tanah liat sebagai penutup atapnya.

Ciri lain yang menggambarkan vila di Bali pada rumah ini ialah suasananya yang menyatu dengan alam. Berkat jendela besar di tengah rumah, teras dan taman kecil di belakang lahan langsung terlihat dari ruang keluarga dan ruang tamu. Dengan membawa ruang luar ke dalam, suasana rumah jadi lebih santai. Udara pun dapat mengalir dengan lancar.

OPTIMALKAN SATU LANTAI

Rumah di bilangan Jatiwaringin ini dibangun tak bertingkat. Satu lantainya terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, ruang makan, dan teras. Namun, jumlah ruang ini ternyata cukup untuk memenuhi kebutuhan ruang pasangan ini. Kegiatan bersantai, bermain, hingga menjamu tamu dapat terangkum di lantai ini.

“Rumah ini dibangun sesuai kebutuhan. Kami baru punya dua anak kecil yang tidurnya juga masih sama kami, jadi belum butuh banyak kamar. Walaupun enggak terlalu luas, yang penting cukup untuk tempat bermain dan ruang gerak anak. Tapi nantinya kalau mau memperluas atau meningkat, udah dipikirkan sih sama arsiteknya akan dibangun seperti apa,” ujar Cinta, panggilan akrab Rininta.

Beberapa ruang di rumah ini terbagi tanpa sekat. Ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur menyatu begitu saja. Walaupun tanpa pembatas, pembagian ruang tetap terlihat jelas. Pembagian ini diwujudkan lewat perbedaan furnitur dan penggunaan karpet dengan corak yang berbeda-beda.

Tak hanya fungsi lahan yang dimaksimalkan, pengaturan cahaya alami di rumah ini juga dipikirkan betul oleh pemilik rumah. “Konsep rumah ini tuh rumah sehat. Kusen-kusen di rumah ini sengaja dibuat besar supaya pas siang hari enggak memerlukan lampu dan cukup pakai cahaya alami dari matahari,” jelas wanita berhijab ini.

Dalam menghias interiornya, Cinta mengaku terinspirasi dari konsep rustic modern. “Menurutku, konsep rustic modern jadi semakin terasa dengan memberikan bukaan jendela yang besar di beberapa ruangan. Pemilihan warna interiornya juga mendominasi warna natural karena berkesan alami. Rumah jadi lebih homey, deh,” tutup Cinta.

Konsep yang lebih modern diterapkan di ruang tamu. Sentuhan Skandinavia dipilih untuk ruang tamu dengan pemilihan sofa berwarna abu-abu.

Di sudut ruang tamu, pemilik rumah meletakkan lemari yang selain berfungsi sebagai penyimpanan, juga sebagai pajangan.

LUAS TANAH 225 M2 LUAS BANGUNAN 200 M2

Ruang keluarga inilah yang menjadi pusat kegiatan keluarga ini.

Nuansa tradisional terasa di teras belakang, dengan kayu dan rotan sebagai material furnitur.

Pajangan dinding menghiasi ruang keluarga. Untuk menambah kenyamanan, pemilik rumah meletakkan karpet di di ruang ini.

Pemilik rumah, Rininta Duaty, bersama putrinya, Khalila Noureen Sofia.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.