Tips Membeli Rumah seken

Rumah seken atau bekas tetap jadi pilihan banyak orang. Supaya rumah yang Anda beli sesuai harapan, simak tips berikut ini!

Rumah - - PROPERTI - TEKS LEGALITAS LOKASI BEBAS BANJIR HARGA TAGIHAN

Memilih hunian idaman bisa dibilang gampang-gampang susah. Sebelum memutuskan untuk beli rumah baru dari pengembang, tak ada salahnya untuk melirik rumah seken ( second) atau bekas. Lingkungan rumah bekas biasanya sudah lebih maju dengan berbagai fasilitas penunjang yang lengkap. Harga rumah bekas pun relatif lebih murah dibanding rumah baru.

Namun, ini tentu bergantung pada kondisi dan lokasi rumah. Jangan sampai tergiur dengan harga murah namun menyesal di kemudian hari. Beberapa tips sebelum membeli rumah bekas ini semoga dapat membantu.

Pastikan rumah yang hendak Anda beli memiliki kelengkapan legalitas yang jelas. Buat Anda yang tidak ingin repot, sebaiknya pilih rumah bekas yang telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) yang sah sesuai dengan lokasi dan nama pemilik rumah sebelumnya. Anda bisa melakukan pengecekan status tanah dari rumah bekas lewat mendatangi kantor BPN maupun lewat situs resmi mereka di peta.bpn.go.id.

Pertimbangkan dengan matang lokasi rumah yang akan dibeli. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari karena ternyata rumah terlampau jauh dari tempat kerja dan sekolah. Begitu juga soal akses transportasi dan fasilitas pendukung lainnya.

Hindari membeli rumah di daerah rawan banjir. Anda bisa menanyakan kepada pemilik rumah maupun warga sekitar apakah lokasi bebas banjir atau tidak. Anda juga bisa mempertimbangkan kemungkinan banjir dari kontur tanah dan kualitas saluran air di sekitar rumah. Bila saluran air tersumbat dan berukuran kecil bahkan tidak ada sama sekali, maka daerah tersebut berisiko banjir.

Lakukan pertimbangan harga dengan memperhitungkan biaya renovasi rumah, sebab tak jarang rumah bekas membutuhkan beberapa renovasi. Bandingkan juga dengan harga rumah lain di sekitar rumah yang hendak Anda beli.

Pastikan pemilik rumah sebelumnya telah melunasi tagihan listrik, air, telepon, dan Pajak Bumi dan Bangunan. Jangan sampai di kemudian hari Anda terkena masalah akibat pemilik sebelumnya menunggak pembayaran. Pastikan juga pemilik rumah sebelumnya menggunakan aliran listrik yang resmi dari PLN, karena bila tidak Anda berisiko mendapat denda akibat menggunakan listrik curian.

SHUTTERSTOCK

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.