Desain RUMAH Untuk si introvert

Dengan desain yang tepat, pemilik rumah yang introvert dapat mengekspresikan diri lewat huniannya dengan tetap merasa nyaman dan aman.

Rumah - - RUMAH KITA - TEKS FRANSISCA WUNGU PRASASTI FOTO MANSYUR HASAN LUAS TANAH 287 M2 LUAS BANGUNAN 300 M2

Rumah merupakan cerminan pribadi pemiliknya. Baik disadari atau tidak, karakter pemiliknya akan tampak pada tampilan ruang-ruangnya. Begitu pun rumah karya Andy Rahman Architect yang dinamakan I House ini. “I” yang berarti “aku” menegaskan bahwa rumahku adalah aku dan aku menyatu dengan rumahku. Namun, ada makna lain di balik huruf “I” pada nama rumah tersebut.

Pemilik rumah ini, Pram, mengakui bahwa dirinya adalah seorang yang introvert. Pribadi introvert yang cenderung tertutup sangat menghargai privasi dan lebih senang menikmati waktu sendiri. Saat huniannya hendak dibangun, Pram pun berpesan agar sang arsitek dapat mengakomodasi kebutuhan pribadinya ini.

Arsitek Andy Rahman lantas merancang hunian yang tanpa banyak bukaan pada sisi depan yang menghadap jalan. Bangunan ini justru memiliki bukaan yang menghadap ke samping lahan. Bahkan, pintu masuk utama rumah ini pun dibuat ke arah samping. Begitu juga jendela kamar tidur di lantai atas. Dengan pengaturan seperti ini, privasi lebih terjaga sehingga penghuni rumah ini merasa lebih nyaman dan aman.

Dari muka, bentuk bangunan rumah ini terbilang sederhana. Bentuk kotak yang simpel hadir dalam beberapa ukuran massa. Yang paling menonjol adalah kotak putih besar di depan. Di sebelahnya, terdapat kotak abu-abu yang posisinya sedikit mundur. Ukuran jendela yang relatif kecil dibandingkan

ukuran kotak sekali lagi menandakan bahwa pemilik rumah ini tidak ingin hunian yang terlalu terbuka ke depan.

Kejutan di dalam

Meskipun tampak tertutup dari luar, rumah ini menyajikan sesuatu yang berbeda ketika kita masuk ke dalamnya. Di lantai bawah, setelah melalui ruang tamu, sebuah “lorong” akan mengantarkan kita ke ruang di belakang rumah. Di bagian lorong ini, terdapat kamar mandi, musala, dan sebuah dapur bersih yang melayani ruang makan yang terletak tak jauh dari situ.

Adanya lorong ini seolah menjadi sebuah area perkenalan akan pribadi si pemilik rumah. Bagaikan sebuah introduksi atau “introduction”, mempersiapkan orang yang datang untuk mengenal pribadi pemilik rumah yang berbeda, tidak sekadar sosok introvert yang terlihat dari luar.

Begitu kaki melangkah lebih jauh, tampaklah sebuah ruang luas dengan pemandangan taman di belakangnya. Hijaunya taman bagaikan sebuah oase yang menyegarkan pandangan setelah melalui ruang yang tertutup. Di ruang inilah keluarga Pram bersantai, menikmati taman dan gemericik kolam.

Oleh sang arsitek, efek kejutan ini sengaja dihadirkan, sebagai perwujudan konsep “implosive” yang artinya “meledak ke dalam”. “Ledakan” perbedaan suasana antara ruang-ruang depan dan ruang di belakang ini semakin kuat terasa berkat pemilihan material yang digunakan. Di sini, tegel motif antik dipasang secara acak melapisi lantainya. Sementara, bata merah ekspos melapisi sebuah bidang dindingnya. Semua yang kaya tekstur dan warna memberi kesan informal pada ruang keluarga ini. Nyaman!

Sementara, di lantai atas terdapat area-area yang menuntut privasi lebih tinggi, seperti kamarkamar tidur, ruang santai, serta ruang belajar. Kamar tidur utama memiliki desain yang tidak biasa. Walaupun terletak di bagian depan, jendela-jendela besar tidak menghadap ke jalan, melainkan justru menghadap ke samping lahan. Di bagian dinding yang menghadap jalan hanya terdapat jendela kecil sebagai tempat masuknya cahaya. Ini menegaskan kembali desain rumah yang dirancang sesuai kepribadian sang pemilik yang lebih nyaman berada di ruang dengan tingkat privasi tinggi.

Pada akhirnya, rumah memang merupakan sarana ekspresi pribadi. Huruf “I” menjadi awal dari banyak kata yang merangkum konsep rumah yang sangat menggambarkan karakter pemiliknya ini. Seseorang yang introvert, namun berusaha tidak menutup diri melalui desain rumahnya yang menyambut hangat para pengunjung yang datang dengan caranya sendiri.

Ruang luas di belakang rumah yang menjadi “kejutan” karena memiliki suasana berbeda dengan bagian-bagian lain di depan rumah. Segarnya taman dapat dinikmati melalui bukaan lebar.

Tampak muka rumah dengan bidang dinding yang nyaris tertutup. Sesuai permintaan pemiliknya, bukaan lebar dibuat menghadap ke samping untuk menjaga privasi.

Material ekspos banyak digunakan pada rumah ini, termasuk teras. Semen abu-abu, bata merah, dan kayu cokelat, menciptakan paduan yang harmonis.

atap carport memiliki detail unik berupa lubang-lubang berbentuk kotak untuk memasukkan cahaya matahari.

Di ruang inilah keluarga Pram bersantai sambil menikmati pemandangan taman dan gemericik kolam.

Di ujung pantri terdapat ruang luas berupa ruang makan dan ruang keluarga. Penggunaan material yang lebih kaya tekstur menandai peralihan ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.