Daun Dewa

sebagai Lalapan dan Berkhasiat

Saji - - Cara Bertanam - TEKS HIERONYMUS BUDI SANTOSO • FOTO ISTIMEWA • VISUAL BENYAMIN

Tatkala kita wisata kuliner ke Purwokerto, Jateng, tentulah menyantap mendoan. Mirip tempe tapi sangat tipis, dan lazimnya dikenal sebagai cemilan saat santai ataupun teman minum kopi atau teh. Tapi kali ini, agak

lain, apa yang saya nikmati adalah “mendoan daun dewa”. Yakni mendoan yang dipadupadankan dengan daun dewa. Lagipula mendoan daun dewa ini dikenal sebagai pencegah sekaligus penyembuh berbagai

penyakit.

Tanaman daun dewa memiliki beberapa nama daerah, antara lain di Jawa Tengah lebih kondang disebut sambungnyawa. Yach…. serem juga namanya. Lazimnya dipakai sebagai lalapan. Mereka percaya dengan menikmati lalapan ini membuat tubuh semakin sehat. Contohnya, makan lalapan 2-4 lembar daunnya sebanyak 3 kali sehari, akan terhindari dari serangan jantung.

Mengenal Daun Dewa

Kesan unik memang muncul ketika menatap tanaman daun dewa ( Gynurasegetum). Dia termasuk tanaman semak tahunan. Simak saja mulai dari daunnya, berwarna hijau tua dan dihiasi garis ungu di bagian tepinya. Warna daun bagian atas lebih tua katimbang bagian bawahnya, namun kedua permukaan daun tersebut memiliki bulu-bulu halus. Bentuk daun bulat memanjang, tepi bercangap (hampir menjari) dengan 10-16 lekukan, Bertangkai daun sangat pendek. Lalu batangnya berambut halus, lunak, dan berwarna ungu kehijauhijauan. Tinggi batangnya hanya 10-25 cm.

Selanjutnya, pada suatu saat pada ujung batang muncul bunga. Sebelum mekar, bunga itu berbentuk mirip kancing. Namun setelah mekar, berbentuk seperti kumpulan benang sari yang berwarna kuning cerah. Mahkota bunga berwarna kuning dengan ujung merahkecokelatan. Lazimnya dari bunga langsung rontok, atau tidak sempat menjadi buah. Kalau pun berbuah, bentuknya lonjong dan berdiameter 4-5 mm.

Namun demikian, tak kalah menariknya adalah akarnya, yang membentuk umbi. Ukuran umbi panjang sekitar 5-8 cm, dengan penampang antara 3-5 cm. Kulit umbi ini berwarna keabu-abuan, sedangkan daging umbinya tampak bening sampai keruh.

Cara Bertanam

Lahan yang akan ditanami bisa disiapkan dengan membuat bedengan–bedengan selebar 2 m, dan panjangnya disesuaikan dengan lahan. Di bedengan tersebut dibuat lubang tanam dengan ukuran sekitar 20 x 20 x 20 cm. Jarak tanam ideal adalah 50x75 cm.

Memperbanyak tanaman daun dewa biasanya dilakukan dengan stek batang. Stek batang dibuat dengan panjang antara 15-20 cm. Bagian bawah batang dipotong miring, agar daerah tumbuh perakaran menjadi lebih luas.

Stek ditanam di persemaian dengan cara dibenamkan sepertiga bagian ke dalam media tanam. Media tanam untuk persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 70:30 atau 50:50. Penyiraman harus dilakukan setiap hari. Lama persemaian sekitar 3 bulan, yang ditandai dengan tumbuhnya akar. Lalu ditanam pada lahan yang telah disiapkan.

Pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk organik, berupa pupuk kandang atau kompos. Pupuk tersebut diberikan sekitar 5 gram untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan 3-7 hari sebelum penanaman dengan cara diaduk dengan tanah di dalam lubang tanam.

Penyiraman sangat memegang peranan penting terhadap penampilan daun. Karena itu, harus dilakukan secara rutin setiap hari. Penyiangan atau pemberantasan rumput-rumput dan tumbuh pengganggu (gulma) harus dilakukan secara rutin.

Sering-sering kita dibuat jengkel oleh ulahnya “ulat jengkel “( Nyctemeracoleta). Ulat jengkel memakan daun sampai habis dan yang tersisa hanya tulang daun. Untuk mengurangi sarangan hama tersebut, misalnya dengan memangkas daun-daun yang rusak, atau seandainya ulat jengkel sudah membabi-buta, boleh-boleh saja digunakan insektisida sintetis, seperti Dikhlorvos atau Fentrotion dengan dosis 1 ml atau 1 gram per liter sebanyak 4-5 helai kearah pucuk daun.

Nah, saatnya panen perdana, yaitu dilakukan saat tanaman berumur sekitar 4 bulan. Cara nya dengan memetik atau memangkas daun sebanyak 4-5 helai daun kearah puncak . Di batang bekas pangkasan akan tumbuh tunas-tunas baru, yang nantinya juga bisa dipanen.

Sungguh Berkhasiat

Melalui pelacakan berbagai sumber diperoleh manfaat dan khasiat dari daun dan umbi tanaman daun dewa sebagai berikut: • Jantung Ambil 10 gram umbi daun dewa segar. Ditumbuk halus, lalu tambahkan air ½ gelas, saring ampasnya. Silakan diminum setiap sore hari. • Diabetes Ambil 5 helai daun tanaman daun dewa segar, diseduh dengan 110 cc air. Silakan diminum sekali sehari sebanyak 100 cc. • Rematik Ambil 30 gram daun tanaman daun dewa segar dicuci bersih lalu direbus. Selanjutnya dilumatkan, dan diperas dengan diberi sedikit air. Silakan diminum saban hari. Atau bisa juga menggunakan ramuan sebagai berikut: sediakan 30 gram daun tanaman daun dewa segar, 10 gram jahe merah, dan 30 gram akar sawi langit. Masukkan ke dalam 600 cc air lalu direbus, hingga airnya tersisa 300 cc. Saring dengan kain bersih, lantas diminum. • Perdarahan dan payudara membengkak Siapkan 15 gram daun tanaman daun dewa, rebuslah dengan 3 gelas air hingga sisa separuhnya. Setelah dingin silakan diminum. Sehari tiga kali, dan sekali minum sebanyak 1/2 gelas.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.